LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 95


__ADS_3

Di dalam kamar Asyila memasang samsak dan mengganti pakaian nya, setelah mengganti pakaian nya ia langsung memukul samsak itu berulang-ulang sampai hancur untuk meluapkan amarah nya. tidak cuman itu, tangan Asyila juga sudah mengeluarkan darah dan darah itu sudah menetes di lantai tapi Asyila tidak peduli dengan keadaan tangannya yang sudah terluka parah.


Yang ia pikirkan sekarang adalah persahabatan antara Aldo, Arga dan dirinya, apa hanya karna seorang wanita mereka akan bertengkar dan bermusuhan.


"Asyila! apa yang kau lakukan hah" ucap Sinta dengan nada sedikit tinggi karna ia melihat darah menetes dari tangan Asyila


"ayo mama obati"


"nggak perlu" tolak Asyila


"Asyila" panggil Sinta lembut, Asyila yang mendengar suara lembut Sinta pun luluh dan menurut


Sinta mendudukkan Asyila di tepi ranjang lalu mengambil kotak obat, Sinta mendudukkan diri nya di sebelah Asyila lalu mengobati tangan Asyila. tidak ada reaksi sedikitpun dari Asyila saat Sinta mengobati luka nya


selesai mengobati luka Asyila, Sinta mengembalikan kotak obat itu di tempatnya dan kembali duduk di sebelah Asyila


"Asyila"


"mama boleh pergi" ucap Asyila beranjak dari duduk nya menuju balkon kamar nya


Sinta harus ekstra sabar karna ia kenal betul bagaimana Asyila, akan sangat susah untuk di bujuk saat sedang marah

__ADS_1


"Asyila" Sinta menepuk bahu Asyila


"hmm"


"mama tau ini salah mama, karna nggak bilang dulu sama kamu soal ini" ucap Sinta menjeda ucapan nya


"mama cuman mau yang terbaik buat kamu sayang"


"hmm aku mau tidur, aku capek" ucap Asyila masuk kedalam dan membaringkan tubuh nya di atas kasur


Sinta yang melihat itu pun hanya menghela nafas panjang lalu keluar dari kamar anak nya.


~


"Asyila kamu nggak sarapan dulu" ucap Alex


"nggak" jawab Asyila singkat lalu keluar dari mansion


mereka bertiga hanya menghela nafas panjang melihat Asyila seperti itu membuat mereka merasa bersalah


Di perusahaan Asyila langsung menyibukkan diri dengan pekerjaan nya, karna hanya itu yang akan melupakan kekesalan nya, sebelum masuk keruangan ia sudah bilang ke Dinda agar tidak mengijinkan siapapun masuk termasuk Dinda.

__ADS_1


setelah selesai semua pekerjaan nya, Asyila menelungkupkan kepala di atas meja sampai seseorang memegang bahu nya


"sud--" ucapan Asyila terhenti saat melihat siapa yang memegang bahu nya


"aku sibuk"


"kalau sibuk kenapa tidur" tanya Sinta, Asyila tak menjawab pertanyaan dari Sinta


"apa kau masih marah" tanya Sinta


"Asyila" panggil Sinta karna sedari tadi tak kunjung mendapat jawaban dari anak perempuan nya


"aku udah nggak ada kerjaan, aku mau pulang" ucap Asyila beranjak dari duduk nya dan mengambil tas nya lalu keluar dari ruangannya


apa kau semarah itu sampai kau tak mau memandang wajah mama mu sendiri. batin Sinta ia tau Asyila sama seperti ayah nya keras kepala dan susah di bujuk kalau sudah marah.


NB:


Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.


Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!

__ADS_1


Terima kasih!


__ADS_2