
Tengah malam tepat nya di ruang tengah Andin masih mengerjakan pekerjaan kantor nya karna ia tidak bisa memejamkan mata nya jadi ia memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan nya, Andin terkejut saat tiba-tiba ada yang memegang bahu nya, "Andin kamu ngapain malam-malam disini? kenapa belum tidur" tanya Aurel
"aku nggak ngantuk kak, jadi aku selesein kerjaan ku" kata Andin, "tapi ini sudah malam, lebih baik kamu istirahat, nanti kalau mama tau kamu masih kerja pasti mama marah" ujar Aurel, "iya kak sebentar lagi selesai kok, terus kakak ngapain belum tidur" tanya Andin
"kakak turun cuma mau ngambil air, terus kakak lihat ruangan sini lampu nya masih nyala, kirain bibi lupa matiin ternyata ada kamu" jawab Aurel, "ya sudah kakak ke atas dulu, kerjakan besok saja kamu juga butuh istirahat" sambung Aurel, "hmm" dehem Andin
Setelah Aurel pergi, Andin melanjutkan pekerjaan nya sampai pagi, Andin tidak sadar kalau ia sudah tertidur di ruang tengah dengan laptop masih menyala di pangkuan nya dan berkas di tangan nya.
__ADS_1
Pagi hari Sinta turun ke bawah, ia melihat lampu ruang tengah masih menyala. Sinta berjalan menuju ruang tengah saat ia ingin menekan tombol lampu ia tidak sengaja melihat Andin tertidur dengan posisi duduk dengan laptop masih menyala dan berkas di tangan nya
"pasti dia lembur lagi, kenapa dia keras kepala sekali, udah di bilang jangan lembur nanti kalau sakit gimana" gumam Sinta sambil merapikan berkas dan juga laptop yang ada di pangkuan Andin
"Andin Andin bangun sayang" ucap Sinta menepuk pelan pipi Andin, "kakak aku masih ngantuk, aku baru saja memejamkan mata ku 1 jam yang lalu, kakak duluan saja" ucap Andin yang masih memejamkan mata nya, "Andin ayo bangun, kenapa kamu tidur disini kamu pasti lembur lagi kan, udah mama bilang jangan lembur nanti kalau kamu sakit gimana" omel Sinta
Andin langsung membuka mata nya dan melihat Sinta di sebelah nya, "mama, kenapa mama disini" tanya Andin, "seharusnya mama yang tanya, kenapa kamu tidur disini? kamu pasti lembur kan" tebak Sinta
__ADS_1
"iya ma, maaf nggak ngulang lagi deh" ucap Andin memeluk Sinta, "sekarang kamu ke kamar, mandi terus sarapan" ucap Sinta mengusap rambut Andin, "hmm" dehem Andin lalu pergi ke atas meninggal kan laptop dan berkas-berkas nya di sana
Andi baru saja selesai dengan ritual mandi nya, ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, "lebih baik aku tidur lagi saja, aku masih ngantuk, biar nanti aku minta bibi bawa sarapan kesini" gumam Andin lalu merebahkan tubuh nya dan memejamkan mata nya
Siang menjelang sore Andin masih memejamkan mata nya, sedangkan di ruang keluarga Sinta, Alex, Aurel dan Rachel sedang berkumpul di sana, "Andin mana tumben dia nggak keliatan" tanya Alex, "ada di kamar nya, tadi mama nyuruh bibi buat nganter sarapan ke kamar nya" kata Sinta
"mungkin dia kecapean karna tadi malam aku lihat dia lembur" sahut Aurel, "iya, tadi pagi mama lihat dia ketiduran di ruang tengah" tambah Sinta
__ADS_1
"bi bibi" panggil Sinta, "iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu" tanya bi Susi, "apa Andin sudah makan sarapan dan makan siang nya" tanya Sinta, "belum Nyonya, tadi pagi saya udah bangunin non Andin untuk sarapan tapi non Andin cuma bilang iya, terus waktu saya nganter makan siang, saya lihat sarapan yang saya antar tadi pagi buat non Andin masih utuh Nyonya" jelas bi Susi
"yasudah bibi boleh kembali" kata Sinta, bi Susi mengangguk lalu pergi kembali bekerja, Sinta beranjak dari duduk nya, "mama mau ke kamar Andin dulu, anak itu kalau bukan mama yang bangunin nggak akan bangun" ucap Sinta lalu pergi menuju kamar Andin.