
Ditaman belakang, Alex sedang menjalankan hukuman dari Andin, hukuman itu di saksikan oleh Sinta, Andin, Aurel dan Rachel.
"Andin sudah ya, kakak udah capek" pinta Alex, ia sudah sangat lelah mengitari 10 kali taman belakang mansion yang sangat luas sambil memanggul 2 karung besar yang sangat berat, "satu putaran lagi" ucap Andin, "ma" rengek Alex, Sinta menggelengkan kepala nya, "Andin sudah, kasian kakak mu" ucap Sinta, "tap--"
"sudah" potong Sinta, "huff baiklah, kalau mau tambah silahkan bilang kepada ku dengan senang hati aku akan menambah nya" ujar Andin lalu pergi masuk ke dalam mansion, "setelah tiada, anak perempuan mama lebih kejam" ucap Alex, "itu salah mu" ketus Sinta menyodorkan botol yang berisi air kepada Alex
"kamu mandi terus makan siang" ucap Sinta lalu ikut masuk ke dalam mansion, "hmm" dehem Alex, "papa hebat! bisa bawa 2 karung sekaligus" puji Rachel, "sayang apa kau tidak kasian kepada ku" tanya Alex memelas, "tidak, karna itu salah mu" jawab Aurel, "astaga! Rachel lihat, mama mu sama kejam nya dengan tante mu itu" kesal Alex
"kenapa kamu sangat kesal suami ku, aku hanya bercanda! sudah sekarang kamu mandin, oiya makan siang di bawah atau di atas" tanya Aurel, "di bawah saja" jawab Alex
"baiklah, ayo Rachel kita masuk" ajak Aurel menarik lembut tangan mungil Rachel.
~
Setelah makan siang Alex pergi ke halaman mansion, "pak Agus! sini" panggil Alex
"ada yang bisa saya bantu Tuan" tanya nya, "tolong perketat penjaga gerbang, jangan asal bukakan gerbang kepada siapapun" kata Alex, "baik Tuan" tegas pak Agus
__ADS_1
"baiklah pak Agus boleh kembali bekerja" ujar Alex diangguki pak Agus, "kalian kira, saya nggak tau kalau kalian sedang memantau mansion ini, heh anda salah pilih lawan Tuan Gernald" ucap Alex menyeringai
"akan ku lihat bagaimana gerakan mu selanjutnya" sambung Alex lalu masuk ke dalam mansion.
Di kediaman Eliezer, Gernald sedang menyusun rencana untuk malam ini, "malam ini kalian harus berhasil menculik gadis kecil ini" ucap Gernald memperlihatkan foto Rachel, "itu bukan nya anak dari Alex Nugraha bos" tanya pria 1, "ya, tugas kalian menculik gadis itu! aku tidak mau kalian gagal malam ini" tegas Gernald, "siap bos" jawab mereka lalu pergi dari hadapan Gernald
"kita lihat, bagaimana aku menculik anakmu dan kau tidak berdaya lalu lebih memilih memberikan seluruh harta kalian" ucap Gernald penuh percaya diri.
"mas gimana, apa kamu sudah menyuruh orang mu untuk membunuh keluarga itu" tanya Caroline, "sudah, tapi aku akan memancing mereka agar mereka menyerahkan harta mereka dengan senang hati" ucap Gernald
"kamu memang cerdas" puji Caroline.
~
Malam hari, di mansion Nugraha semua nya sedang berkumpul di ruang keluarga, "kak, felling ku buruk" bisik Andin, "kakak juga, tapi kita harus terus waspada" kata Alex
Brakkk
__ADS_1
terdengar suara dobrakan pintu utama mansion, "siapa kalian" tanya Alex menatap tajam satu per satu segerombolan orang itu, "serahkan gadis kecil itu atau nyawa kalian aku habisi" ancam nya
"hahahahaha" tawa Andin pecah mendengar perkataan pria itu, "kenapa kau tertawa, cepat serahkan anak itu atau kita habisi kalian semua!" teriak nya
"stuuutt jangan berteriak, seharusnya kalian yang waspada karna kalian sudah masuk kandang singa" ucap Andin santai, "apa maksud mu" tanya pria 2
prok prok
setelah Andin menepuk 2 kali kedua tangan nya, keluar lah segerombolan mafioso milik Alex dan mengepung segerombolan orang asing itu.
"kalian kira saya nggak tau kalian akan datang hm" ucap Andin sinis, "sudah pernah saya bilang, kalian itu salah musih Tuan" sambung Andin
"kakak bawa mama, kakak ipar sama Rachel ke atas. biar mereka aku yang mengurus" perintah Andin, "tidak nak! mama nggak akan meninggalkan mu disini" tolak Sinta
"mama, aku mohon! mama percayakan kepada ku? aku akan baik-baik saja" ucap Andin, "tap--"
"ayo ma" ajak Alex, Sinta mengangguk pasrah. setelah Alex membawa mereka bertiga ke tempat yang aman, Alex kembali turun ke bawah.
__ADS_1