LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 106


__ADS_3

Malam hari semua nya sudah berada di meja makan, lagi-lagi Asyila merasa kepala pusing dan ingin sekali mengeluarkan isi perutnya, Asyila berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut nya


Asyila tak sengaja memegang ujung hidung dan melihat darah menempel di tangan nya, "darah" gumam Asyila langsung membasuh mulut dan hidung nya, "Asyila kamu kenapa sayang" tanya Sinta khawatir


"aku nggak papa kok ma" jawab Asyila berusaha tersenyum, "wajah kamu kenapa makin pucet gini, loh kamu mimisan" ucap Sinta, Asyila reflek memegang hidung nya dan benar saja hidung nya mengeluarkan darah


"ah ini hanya mimisan biasa ma, mama nggak usah khawatir" kata Asyila, " yasudah ayo lanjut lagi makan malam nya" ajak Sinta, "nggak ma, aku mau langsung ke kamar aja" kata Asyila


"tapi makanan mu belum habis" ujar Sinta, "aku udah kenyang ma" ucap Asyila, "ya sudah sekarang kamu istirahat" kata Sinta


Asyila langsung menuju kamar nya lalu mengunci pintu nya agar tidak ada yang masuk. Asyila menyenderkan dirinya di pintu dan terduduk di sana sambil memeluk lututnya

__ADS_1


mau sampai kapan aku menyembunyikan ini semua dari mama, cepat atau lambat pasti mama tau tentang ini, aku harus terima usulan dokter kemaren demi mama. batin Asyila mengusap air mata nya lalu pergi ke kamar mandi


Asyila keluar dari mandi sudah menggunakan piyama tidurnya, Asyila membaringkan tubuh nya di atas kasur dan memejamkan mata nya.


Pagi hari Sinta mengetuk pintu Asyila tapi tidak ada sahutan sama sekali, ia menjadi cemas dengan Asyila karna tadi malam ia melihat wajah Asyila yang pucat di tambah lagi tadi malam Asyila juga mual dan mimisan


"Asyila! ini mama sayang!" ucap Sinta sedikit berteriak, "ma ada apa, kenapa mama berteriak" tanya Alex mendekati Sinta


"iya makannya mama khawatir, cepat dobrak saja pintunya" ucap Sinta, "mama minggir dulu" kata Alex, Sinta sedikit menjauh dan Alex berusaha mendobrak pintu kamar Asyila


Brakk

__ADS_1


Alex berhasil mendobrak pintu kamar Asyila, dan melihat Asyila masih terlelap di atas kasur


"dia masih tidur ma" ucap Alex sedikit memelankan suara nya, "tapi kenapa dia nggak denger waktu mama ketuk pintu" kata Sinta sedikit heran


Alex dan Sinta mendekat ke arah Asyila, wajah Asyila terlihat sangat pucat, keringat bercucuran di dahi nya, "Asy-- Alex badannya panas" ucap Sinta saat memegang pipi Asyila


"kita bawa dia kerumah sakit" sambung Sinta, tanpa menjawab Alex langsung menggendong bridal Asyila lalu turun ke bawah keluar mansion


Alex melajukan mobil nya menuju rumah sakit dengan kecepatan sedang, Sinta di belakang memangku kepala Asyila, "mmgh ma" panggil Asyila, "kamu diam dulu, kita akan ke rumah sakit" kata Sinta, Asyila membulatkan mata nya lalu merubah posisinya menjadi duduk


"tidak perlu, aku baik-baik saja" tolak Asyila, "nggak Asyila, badan kamu panas, wajah kamu pucet gitu kita tetep ke rumah sakit" kekeh Sinta

__ADS_1


ya Tuhan gimana ini? aku nggak mau mama sama kakak tau soal ini, ya Tuhan bantu aku. batin Asyila gusar.


__ADS_2