LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 48 •


__ADS_3

Sudah 2 hari berlalu Asyila tidak di perbolehkan keluar karna kemarin kesehatan Asyila menurun jadi rencana ingin menengok sekolah milik ayah nya di tunda.


"ma aku boleh keluar ya, sebentar saja" rengek Asyila, "batas waktu sampai nanti sore gimana" tawar Sinta, "yah ma ini kan udah mau sore" keluh Asyila, "kalau nggak mau yaudah" kata Sinta


"iya oke sampai nanti sore, yaudah aku pergi dulu" kata Asyila pasrah. ia keluar rumah lalu menuju ke markas


sampai ke markas ia langsung masuk ia melihat teman-teman nya ada di ruang tengah. Asyila berencana ingin mengerjai teman-teman nya ia mengeluarkan pistol ny dan


Dorr


Asyila menembakkan pistol nya ke atas dan itu berhasil mengagetkan mereka


"AAA!!" pekik mereka, "hahaha" tawa Asyila pecah karna melihat ekspresi wajah merek yang menurut Asyila sangat lucu


"nggak lucu" ketus Cyla, "kenapa sih pake acara ngagetin" tanya Fely, "hehe ya abis kalian fokus banget kerjain aja" jawab Asyila dengan cengiran, "mau ngapain kamu kesini" tanya Jack

__ADS_1


"hei ini markas ku terserah aku dong mau kesini ngapain aja" ucap Asyila, "maksud nya kamu kesini ada rencana apa" tanya Jack, "mau minta racun" kata Asyila


"APA!!" pekik mereka, "apaan sih kalian aku cuman minta racun" kesal Asyila, "kamu mau bunuh diri nggak nggak aku nggak mau ngasih racun itu" tolak Fely, "eh siapa yang bilang itu racun buat aku, racun itu buat bayi si tua itu, sini aku mau suntikkin" pinta Asyila


"kamu beneran mau kasih racun ke bayi itu" tanya Ziyan, "hmm" dehem Asyila, "yaudah mana racun nya" pinta Asyila, "bentar aku ambilin dulu" kata Fely menuju kamar nya, tak lama Fely kembali dengan membawa botol kecil


"nih" Fely menyerahkan botol kecil itu ke Asyila, "makasih" ucap Asyila lalu pergi ke kamar dimana bayi itu berada


sampai di sana ia melihat bayi yang sedang tertidur pulas, Asyila mendekati bayi itu lalu ia mengambil botol kecil tadi, cairan yang ada di dalam botol tadi sudah berpindah ke suntik kan yang di bawa Asyila


selang beberapa menit bayi itu kejang-kejang, tak lama kemudian bayi itu sudah tak bergerak sama sekali, Asyila mengecek bayi itu ternyata bayi itu sudah tiada


"huuh langkah ke 3 selesai, tinggal kirim mayat bayi ini kerumah nya" ucap Asyila


Asyila keluar dari kamar itu lalu turun ke bawah

__ADS_1


"Jack nanti kau bungkus bayi itu kirim kerumah nya" ucap Asyila sambil duduk, "kamu beneran nyuntikkin racun ke bayi itu" tanya Ziyan tak percaya, "apa selama ini aku pernah berbohong" tanya Asyila mereka pun menggeleng, "ya sudah aku pulang dulu jangan lupa dikirim itu dayat bayi nya" kata Asyila lalu pulang ke mansion.


~


Sampai di mansion Asyila langsung masuk, di ruang tengah ada Sinta yang sedang berbicara dengan wanita paru baya


"ma aku pulang" ucap Asyila memasuki rumah, "eh sayang sini" ajak Sinta, "ada apa ma" tanya Asyila


"ini kenalin tante Debby mama nya Aldo temen kamu" ucap Sinta, "oh" kata Asyila lalu mencium punggung tangan Debby, "kamu temen nya Aldo" tanya Debby, "hmm tapi kita beda jurusan" jawab Asyila dengan wajah datar nya


"ya udah ma aku mau ke kamar aku capek" kata Asyila diangguki Sinta, "maaf ya jeng, semenjak ayah nya nggak ada, Asyila jadi dingin seperti itu" ucap Sinta,b"iya nggak papa kok, walaupun begitu ia nggak lupa dengan sopan santun nya" kata Debby


"ya sudah kalau begitu aku pulang dulu, ini udah mau malem" pamit Debby, "eh iya sering-sering kesini" ucap Sinta


"ya udah kalo begitu aku pulang dulu" ucap Debby lalu keluar dari mansion.

__ADS_1


__ADS_2