
Semua orang melihat kearah sumber suara, mereka melihat Asyila yang sudah berdiri tegap di depan kamar dengan sorot mata tajam. Asyila menghampiri mereka semua dan duduk di sebelah kakek nya.
"aku tidak mau ikut kalian" tolak Asyila
"tapi kenapa" tanya Sinta
"karna aku tidak mengenal kalian semua, kalian tiba-tiba datang kesini mengaku-ngaku sebagai keluarga ku bahkan aku tak tau nama kedua orang tua ku, dimana mereka, dan bagaimana wajah kedua orang tua ku" jawab Asyila
"tapi aku ini mama mu" kata Sinta
"ak-- arghhh" Asyila memegang kepala nya karna terasa sakit, semua orang yang melihat Asyila kesakitan pun panik
"Asyila kamu kenapa sayang" tanya Sinta mendekat ke arah Asyila
"sa..sakit" Asyila terus memegang kepala nya
"kita kerumah sakit sekarang" ucap Aurel
"jangan" larang Alex
"kenapa" tanya Aurel
"musuh di luar sana mengetahui kalau Asyila sudah tidak karna kecelakaan, kalau kita bawa di kerumah sakit, nyawa Asyila akan dalam bahaya" jelas Alex
__ADS_1
"aku akan memanggil dokter, apa disini ada klinik" tanya Alex
"ya disini ada klinik di ujung jalan, mari saya antar" ucap kakek, Alex mengangguk lalu ia dan kakek pergi untuk memanggil dokter.
Sinta dan Aurel membantu Asyila berbaring di kamar, mereka bertiga menunggu Alex dan kakek memanggil dokter, cukup lama mereka menunggu akhirya mereka datang, lalu dokter langsung memeriksa keadaan Asyila.
"bagaimana keadaan nya" tanya Alex saat melihat dokter selesai memeriksa adik nya
"dia baik-baik saja, tapi saya mohon jangan terlalu memaksa dia untuk mengingat semua, kita bisa membantu nya untuk mengingat semua secara perlahan agar tidak menyakiti nya" ujar dokter
"baiklah kalau begitu saya permisi" pamit dokter
"biar saya antar" ucap Alex, dokter hanya mengangguk lalu keluar
"kakek, nenek kalian ikutlah dengan kami" pinta Sinta
"tidak sama sekali, kalian ikutlah tinggal bersama kami, karna kalian sudah menyelamatkan nyawa anak saya, mungkin kalau tidak ada kalian saya tidak akan bertemu lagi dengan anak saya atau kalian bisa tinggal di rumah milik Asyila, disana hanya ada pelayan dan tukang kebun" ujar Sinta
"tapi kami takut merepotkan" ucap nenek tak enak
"tidak ada yang merepotkan, kalian ikut lah" kata Sinta
"baiklah, terimakasih" ucap mereka
__ADS_1
Alex masuk kedalam kamar itu lagi setelah mengantar dokter kembali
"kita bawa pulang Asyila sekarang" tanya Alex
"ya kita bawa Asyila sekarang, nenek dan kakek juga akan ikut" jawab Sinta
"baiklah, kakek dan nenek tidak usah membawa barang apapun dari sini disana sudah ada lengkap untuk kakek dan nenek" kata Alex
"baik tuan" ucap mereka
"jangan panggil aku tuan, panggil saja Alex" ucap Alex
"ya nak Alex" ucap nenek
Alex pun menggendong bridal Asyila kedalam mobil, Sinta duduk di jok tengah bersama Asyila yang masih tertidur berbantalan dengan Laha Sinta kakek dan nenek di jok paling belakang sedangkan Aurel ia berada di sebelah Alex yang mengemudi.
Alex mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju mansion Nugraha, sampai disana kakek dan nenek tercengang melihat mansion milik Nugraha yang begitu besar.
mereka melepas seatbelt lalu turun, Alex menggendong Asyila menuju kamar nya, para pelayan yang melihat Asyila berada di gendongan Alex pun terkejut, bukannya nona sudah tiada? pikir mereka.
NB:
Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.
__ADS_1
Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!
Terima kasih!