LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 134


__ADS_3

"kak Alex! kalau pintunya nggak di buka, jangan harap besok kakak bisa lihat markas kakak berdiri kokoh" ancam Andin, tak lama dari itu pintu kamar terbuka, terlihatlah Aurel yang membuka pintu, "di mana kak Alex? suruh dia keluar! akan ku beri pelajaran dia!" ucap Andin


"ya nak, suruh Alex keluar, berani sekali dia mengerjai mama nya sendiri" tambah Sinta, "mas! mama sama Andin mencari mu" ucap Aurel sedikit berteriak, "m..mama mm maaf ma, Andin" ucap Alex memegang kedua telinga nya


"a..aduh ma sakit! tolong lepasin...! nanti lepas telinga ku!" rintih Alex saat Sinta menjewer telinga nya, lalu Sinta melepas jewerannya, "udah berani mengerjai mama hm? kamu tau gimana khawatir nya mama saat dengar Andin belum pulang" tanya Sinta yang terdengar sendu, "iya ma maaf, nggak ngulangin lagi deh" ucap Alex memeluk dan mencium singkat pipi Sinta


"kakak belum ku beri hukuman" sahut Andin tersenyum miring, "hehe maafin ya, jangan berat-berat hukuman nya" pinta Alex, "tidak! hukuman ku tidak sebanding dengan air mata mama! mengerti!" ucap Andin menatap tajam Alex


"baiklah" pasrah Alex, "sering-sering aja buat mama nangis, itu akan menguntungkan bagi ku" sambung Andin lalu pergi ke kamar nya, "dia untung aku buntung" ujar Alex

__ADS_1


"hahahaha"


"ya sudah mama mau ke kamar, Alex kamu udah makan belum" tanya Sinta, "belum" jawab Alex lesu, ia memikirkan apa yang akan di lakukan Andin kepada nya nanti, "makan malam dulu, jangan sampai telat makan, Aurel kamu siapin makan malam buat suami mu, untuk Andin biar mama saja nanti" kata Sinta lalu pergi ke kamar nya


"jangan di ulangi dan selamat menikmati hukuman dari Andin" ledek Aurel lalu pergi ke dapur untuk mengambil makan malam untuk Alex, "dasar wanita, selalu saja merepotkan pria" umpat Alex lalu masuk ke kamar


~


"baiklah aku ikut, aku penasaran dengan apa yang akan terjadi nanti" ujar Andin kembali masuk ke kamar nya untuk mengganti baju, tak lama Andin keluar dengan pakaian training nya, "ayo, kakak ipar nggak ikut" tanya Andin

__ADS_1


"dia nggak mau, udah ayo" ajak Alex diangguki Andin.


Alex dan Andin lari-lari kecil mengitari mansion Nugraha, "kak aku sudah menelfon Kayra untuk datang kesini" ucap Andin pelan, "untuk apa" bukan nya menjawab, Andin dengan gerak cepat mengeluarkan pistol lalu menembak ke arah samping kiri nya


Dorr,,,brukk


Alex dan Andin langsung menghampiri sumber suara, "hohoho anda kurang mencari informasi tentang musuh anda Tuan" ucap Andin tersenyum remeh, "non Rena, kenapa kau menembak ku" tanya nya, "saya bukan Rena, saya Asyila Nugraha anak dari Deon Nugraha dan Rara Sinta Angelina" ujar Andin


"bagaimana mungkin, kau anak dari Tuan Gernald Alberto Eliezer dengan Nyonya Caroline Novthalia" ucap nya, "terserah anda mau percya atau tidak, Kayra bawa dia ke markas! akan ku urus nanti" perintah Andin lalu pergi dari sana

__ADS_1


"anda salah pilih lawan Tuan" kata Alex lalu menyusul Andin.


"bagaimana kau bisa tau kalau ada yang mengintai kita dari arah sana" tanya Alex, "hanya feeling" jawab Andin.


__ADS_2