
Di dalam kamar Asyila menelungkupkan tubuh nya di atas kasur, ia tak menghiraukan ketukan pintu yang sedari di ketuk. "nak, ini nenek tolong buka pintu nya dulu" ucap nenek yang terus mengetuk pintu kamar Asyila
"nak buka dulu" pinta nenek. Karna tidak ada jawaban dari Asyila, nenek memberanikan diri untuk masuk
"nak" panggil nenek mendudukkan dirinya di tepi ranjang, "jangan seperti ini, kamu bisa mengunjungi kakek dan nenek di rumah mu" ucap nenek mengusap lembut rambut Asyila
"tapi aku mau terus sama kakek nenek" rengek Asyila
"apa kamu nggak sayang sama mama dan kakak mu, mereka menunggumu selama ini, mereka mencari mu selama ini, apa setelah mereka menemukan mu kau akan pergi lagi" kata nenek lembut, "tapi aku mau sama kakek nenek" ucap Asyila menunduk, dalam hatinya ia sangat berat melepas kakek dan nenek yang sudah menyelamatkan dan merawat dirinya selama 2 tahun ini
"kakek sama nenek akan selalu ada buat kamu, tapi kakek dan nenek tidak bisa tinggal disini" ujar kakek yang tiba-tiba datang, "kamu bisa mengunjungi kami sesuka hati mu" lanjut kakek
"kakek" ucap Asyila memeluk sang kakek
__ADS_1
"kamu tau kan, kami sangat menyayangimu, kami akan tetap menyayangi mu walaupun kami tidak tinggal disini" kakek membalas pelukan Asyila dan mengusap rambut Asyila, "sudah, sekarang kamu istirahat" ucap kakek melepas pelukan nya, Asyila mengangguk lalu membaringkan dirinya di atas kasur dan memejamkan matanya
Kakek dan nenek yang melihat Asyila memejamkan matanya pun keluar dari kamar Asyila, di depan kamar Asyila ternyata ada Sinta, Alex, Aurel, dan Nafiza
"kalian bisa semudah itu membujuk Asyila" tanya Alex terkejut, "iya bahkan kami bisa berhari-hari untuk bisa membujuk Asyila" tambah Sinta, "dia anak yang baik, jadi mudah untuk membujuk nya" jawab nenek tersenyum
"apa kalian yakin mau pindah dari mansion ini" tanya Sinta, "ya Nyonya kami akan pindah, kami tidak enak kalau berlama-lama disini" jawab kakek "jangan panggil aku Nyonya, panggil aja Sinta karna kalian lebih tua dari ku" ujar Sinta
"baiklah" ucap kakek nenek
mereka pun masuk ke kamar masing-masing dan beristirahat.
~
__ADS_1
Pagi hari setelah sarapan pagi Alex pamit pergi ke perusahaan bersama Aurel, awalnya Aurel menolak dengan alasan nanti akan menggangu pekerjaan nya tapi Alex memaksa nya Aurel pun mengikuti permintaan kekasih yang sebentar lagi akan menjadi suami nya itu.
"kalau begitu kami pergi dulu, ayo bu aku antar pulang dari pada naik taxi" ajak Alex
"baiklah" kata Nafiza
mereka bertiga pun pergi keluar dari mansion, meninggalkan kakek, nenek, Sinta, dan Asyila disana. Setelah mengantar Nafiza sampai rumah Alex melakukan mobil nya ke NG'H GRUP, sampai disana Alex dan Aurel turun saat hendak masuk ke dalam lift Laura tiba-tiba datang dan memeluk erat lengan Alex
"Alex sayang, aku kangen banget sama kamu" ucap Laura manja, "lepas" ucap Alex dingin, "nggak aku nggak akan lepasin, kamu itu milik aku" tolak Laura
"apa anda tidak punya malu nona, saya sudah memiliki tunangan, apa sebegitu tidak laku nya anda sampai mengejar tunangan orang" maki Alex, "kamu lebih memilih wanita kampungan ini dari pada aku" kesal Laura melepas lengan Alex
"ya karna dia wanita baik-baik dan dia masih suci bukan seperti anda yang sudah di cicipi oleh laki-laki di luar sana" sindir Alex lalu menarik lembut tangan Aurel masuk ke dalam lift dan menuju ruangan nya
__ADS_1
kalau bukan karna aset yang kamu miliki aku tidak akan sudi mengejar mu seperti ini. batin Laura kesal