
"KAKAK!!!" teriak Andin dari lantai dasar, "ada apa sih! nggak usah teriak!" kesal Alex yang ada di ujung tangga, "bantuin, ini banyak banget" pinta Andin, "apa itu" tanya Alex mengambil alih makanan yang ada di tangan Andin, "makanan sama minuman, aku beli banyak di luar juga masih ada, tolong bagiin ke semua" ucap Andin berlalu pergi meninggalkan Alex yang melongo, "untung adek gue tu anak" gumam Alex, "makanan yang ada di luar bagiin ke semua" ucap Alex ke salah satu mafioso, "baik bos, terimakasih" ucap nya lalu pergi
Alex melangkah kaki nya menuju lantai atas, "Andin kamu beli banyak banget makanan nya" ucap Alex saat sudah berada di ruang pribadi nya, "heumm 4 cafe lebih aku ampiri buat beli makanan" tambah Andin
"cafe nya tutup lebih awal dong gara-gara kamu" tanya Kayra, Andin mengangguk, "tadi awal nya aku cuma mau beli buat berempat aja, tapi aku berubah pikiran" ujar Andin
"sekali-kali bikin mereka seneng" tambah Andin, "apa mereka sudah buka mulut" tanya Andin seraya memasukkan makanan ke dalam mulut nya, "masih tetap tutup mulut, mereka sangat setia dengan bos mereka" jawab Ardana
__ADS_1
Andin beranjak dari duduk nya"akan ku urus mereka, kali ini mereka akan langsung buka mulut" kata Andin tersenyum miring lalu keluar dari ruangan, "permainan di mulai" ucap Kayra berlalu menyusul Andin ke ruang penyiksaan.
Di mansion, Sinta keluar dari kamar mencari keberadaan Andin karna tadi saat ia bangun ia tidak melihat Andin di sebelah nya, "Aurel kamu lihat Andin" tanya Sinta, "Andin pergi ke markas ma" jawab Aurel, "terus Rachel mana" tanya Sinta duduk di sebelah Aurel, "Rachel tidur di kamar nya, mungkin kecapean habis main tadi" jawab Aurel
"mama mau ke dapur dulu" ucap Sinta, "aku ikut" tambah Aurel diangguki Sinta.
Diruang penyiksaan, Andin duduk tepat didepan salah satu dari orang yang mengikuti nya tadi siang, "katakan siapa yang menyuruh kalian, kalau kalian mengatakan nya dengan jujur aku tidak akan bermain kasar dengan kalian" ucap Andin menatap tajam satu per satu orang yang terikat di depan nya
__ADS_1
"jangan macam-macam!" bentak pria 1, "stuttt jangan berteriak, aku tidak tuli" ucap Andin, "saya hitung sampai 3 kalian tidak buka mulut, dalam waktu 5 menit anak dan istri kalian akan aku seret kemari" sambung Andin
"satu,,,dua,,,ti--"
"Gernald Alberto Eliezer" ucap pria 1 dengan nada tegas, ia takut anak dan istri jadi korban wanita di depan nya, "sudah ku duga, lalu apa alasan nya mengincar keluarga ku, bahkan Garry pun sama" ucap Andin, "untuk mengusai harta keluarga Nugraha, tapi kalau kau sudah mengetahui nya kenapa kau bertanya dan mengancam kami" tanya pria 3, "hanya memastikan" kata Andin lalu keluar dari ruangan itu
"kalian! pindah kan mereka semua ke penjara" ucap Kayra ke mafioso, "baik bos" balas mereka lalu mengerjakan perintah Kayra
__ADS_1
Andin duduk di sofa yang berada di ruang tengah, "dugaan ku benar kak, Tuan Gernald yang ingin bermain dengan kita" ucap Andin, "kita ikuti saja permainan nya, akan lebih seru kalau di awal kita menonton di akhir kita habisi" ucap Alex
"hmm"