LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 77


__ADS_3

Pagi hari setelah sarapan Alex keluar dari dari mansion, saat hendak masuk tangan nya di cekal oleh seseorang


"sayang" panggil nya


"hmm" dehem Alex


"kamu kemana aja? aku telfon kamu nggak di angkat di chat nggak di jawab" tanya Aurel


"nggak papa" ucap Alex datar


"kamu kenapa sih kok aneh banget" tanya Aurel heran dengan sikap Alex yang tidak seperti biasa nya


"biasa aja" kata Alex


"apa karna wanita yang kau ajak ke perusahaan kamu bersikap seperti ini padaku" tanya Aurel menahan air mata nya


"tau dari mana kamu" tanya Alex


Aurel hanya tersenyum sinis melihat reaksi Alex


hening


hening


"kalau nggak ada yang mau di bicarain aku mau ke perusahaan banyak kerjaan" sambung Alex menelepas tangan Aurel yang memegang lengan nya. Alex melajukan mobil nya menuju perusahaan meninggalkan Aurel yang menatap mobil Alex sampai menghilang dari pandangan nya


"benar ternyata apa kata Laura, heh apa semudah itu kau berpaling?" tanya Aurel pada diri nya sendiri tak terasa air mata nya luluh, hati nya sakit karna sikap Alex tadi


Aurel ingin sekali masuk ke mansion tapi ia urungkan, ia keluar dari gerbang setelah memesan taxi online. tak lama taxi yang di pesan Aurel datang, Aurel masuk kedalam taxi lalu menatap kearah luar.

__ADS_1


sampai di rumah Aurel langsung masuk ke kamar tak lupa ia mengunci nya


"apa hanya segini cinta mu padaku? kau bilang hanya aku yang ada di hati mu tapi apa? semua omong kosong" Aurel terus saja menangis sampai tak sadar ia tertidur


sedangkan di NG'H GRUP Alex termenung memikirkan sikap nya tadi, ia merasa bersalah, ia mengacak rambut nya frustasi


"aku harus kuat ini hanya sementara, walaupun harus menyakiti hati nya" Alex menyandarkan kepala di kursi


tok tok tok


"masuk"


seseorang masuk kedalam ruangan dan langsung duduk di sofa


"bagaimana" tanya nya


"apa tidak ada cara lain" tanya Alex penuh harap


"tap--"


"tidak ada tapi-tapian mengerti!" ucap nya tegas lalu keluar dari ruangan


maafkan aku, maafkan aku telah menyakiti hati mu. batin Alex


~


Asyila turun dari tanggan tapi saat tanggal terakhir ia tersungkur di lantai karena tak melihat tangga terakhir


brukk

__ADS_1


"awhh!" seru Asyila, Sinta yang baru saja keluar dari kamar dan hendak menuruni tangga ia mendengar ringisan.


"Asyila!" teriak Sinta menghampiri Asyila yang terduduk di lantai dengan lutut yang memerah


"kamu kenapa sayang" tanya Sinta membantu Asyila berdiri


"aku tidak papa ma, aku tadi nggak lihat anak tangga terakhir jadi jatuh" jelas Asyila


"sebentar mama ambil obat merah dulu" Sinta mendudukkan Asyila di ruang tengah dan berlalu mengambil kotak obat.


"sini mama obati" kata Sinta


"nggak usah ma, aku nggak papa ini hanya luka kecil" kata Asyila


"Asyila" ucap Sinta lembut sambil menatap Asyila


"baiklah" Sinta tersenyum lalu mengobati lutut Asyila pelan


setelah mengobati lutut Asyila, Sinta mengembalikan kotak obat itu ketempat nya lalu duduk kembali di sebelah Asyila


"kamu duduk saja jangan banyak bergerak" ucap Sinta


"ma ini hanya luka kecil mama nggak perlu seperti ini" ujar Asyila menghadap Sinta


"mama cuman khawatir sama kamu, mama nggak mau kamu terluka" kata Sinta mengusap pipi Asyila lembut


"dan mama nggak biarin kalian berdua terluka, karna kalian yang mama punya disini" sambung Sinta tersenyum


"sepertinya mama lebih kurus? apa mama jarang makan saat aku nggak ada" tanya Asyila mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


Sinta hanya menanggapi dengan senyuman, bagaimana ia bisa makan sedangkan anak perempuan nya saat itu tidak ada kabar dan belum di temukan. batin Sinta.


__ADS_2