LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
EKSTRA PART - Flashback


__ADS_3

Di ruang rawat Alex dan Asyila, Sinta terus menggenggam tangan kedua anaknya, ia tidak berniat melepas nya walaupun hanya sebentar, "sayang, ayo makan dulu, dari tadi kamu belum makan" ucap Deon, "aku nggak laper mas" tolak Sinta, "kamu harus makan, kau juga butuh tenaga, nanti kalau anak-anak sadar terus melihat mu seperti ini, mereka akan merasa bersalah" jelas Deon, Sinta mengehela nafas panjang dan mengangguk pelan


"aku bisa sendiri" ujar Sinta saat melihat Deon ingin menyuapi nya, "baiklah" sebenarnya Sinta tidak ada nafsu makan sama sekali, tapi setelah di pikir-pikir perkataan Deon ada benar nya. Sinta hanya makan 2 suap, ia benar-benar tidak nafsu makan, "aku sudah" kata Sinta, "sekali lagi" kata Deon, "aku udah kenyang" balas Sinta


"Sinta, Deon" panggil seseorang dari arah pintu, Sinta beranjak dari duduk nya, "mama, papa" ucap Sinta, "bagaimana kabar mu, Sinta" tanya Emira (Mira / Mama Sinta), "aku baik-baik aja, ma" jawab Sinta memeluk Mira, "menangislah kalau itu membuat mu tenang" kata Mira yang tau kalau Sinta menahan tangis nya


"mama, papa apa kabar" tanya Deon menghampiri, "kami baik, bagaimana keadaan anak-anak" tanya Hagen (Papa Sinta), "masih belum ada perubahan" balas Deon, "silahkan duduk" sambung Deon. Sinta melepas pelukan nya dan mengajar Mira duduk, "bagaimana ini bisa terjadi" tanya Mira, "kami juga tidak mengetahui apapun tentang kecelakaan ini" jawab Deon.


Tiba-tiba saja, dokter masuk kedalam ruang rawat Alex dan Asyila, "dok, ada apa" tanya Mira, "maaf Tuan, Nyonya kalian harus menunggu di luar" ucap suster, mereka berempat mengangguk lalu keluar dari ruang rawat itu


Dokter memeriksa keadaan Alex dan Asyila, "dokter, detak jantung mereka semakin melemah" ucap suster yang memantau layar monitor, "siapkan alat-alat nya" suster bergegas mengambil Defibrillator, "tambah tegangan nya" ucap dokter, "tapi itu akan sangat berbahaya, dok" bantah suster, "kita tidak ada jalan lain, tambahkan sekarang!" seru dokter, suster mengangguk dan menambah tegangan nya.

__ADS_1


Dokter keluar dari ruang rawat bersama suster, Hagen dan yang lain bisa melihat raut wajah dokter seperti khawatir, "dokter, ada apa" tanya Hagen, "detak jantung Tuan dan Nona muda melemah, kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan mereka" jawab dokter


"dokter, selamatkan anak saya, lakukan apa saja supaya mereka selamat" pinta Sinta, "itu sudah pasti Nyonya, tapi untuk sekarang kita hanya bisa berdoa" sambung dokter, "kalau begitu saya permisi" mereka berempat mengangguk.



Sudah 4 hari, Alex dan Asyila di rawat tetapi tidak ada tanda-tanda mereka akan sadar. Setiap jam, dokter selalu memeriksa dan memantau keadaan Alex dan Asyila. Dan selama 4 hari pula, Sinta tidak pernah pergi dari ruang rawat itu. Deon, Arini, Rendra, Mira, dan Hagen secara bergantian ikut menjaga Alex dan Asyila, karna mereka juga memiliki pekerjaan yang kadang tidak bisa ditinggal.


buka mata kalian, mama disini menunggu kalian. batin Sinta menatap kedua anak nya yang terbaring lemah di atas brangkar.


Di bawah alam sadar, Alex dan Asyila terus menelusuri sebuah ruangan putih, "kak, kita ada di mana" tanya Asyila sedikit takut, Alex menggeleng, "kakak juga nggak tau" balas Alex, mereka terus berjalan hingga menemukan sebuah cahaya, "mungkin itu jalan keluar nya" ucap Alex, Asyila mengangguk lalu menarik lengan Alex menuju ke cahaya itu

__ADS_1


Saat hendak masuk ke dalam cahaya, Alex dan Asyila memberhentikan langkah nya karna ada seseorang yang memanggil nama mereka, "Alex, Asyila kalian mau kemana" tanya nya, Alex dan Asyila membalikkan badan nya dan melihat siapa yang memanggil mereka


"mama, ayah" lirih mereka, Asyila hendak berlari menghampiri sosok Deon dan Sinta tetapi tangan Asyila di cegah oleh Alex, "tidak Asyila" larang Alex, "kenapa? aku hanya ingin memeluk mama" ujar Asyila, "waktu kita sudah habis, kita harus pergi" seru Alex


"tidak nak!! mama mohon jangan pergi!! apa kalian udah nggak sayang sama kami" tanya Sinta, "ayah sama mama menunggu mu disini, kemarilah!!" sambung Sinta. Alex dan Asyila berjalan perlahan, mereka berdua merasakan kaki mereka seperti di tahan, tetapi mereka tetap menuruti permintaan Sinta untuk mendekat.


"mama disini sayang" ucap Sinta menatap bahagia kedua anaknya, jarak antara Sinta dan Deon dengan Alex dan Asyila semakin dekat


Greppp


Sinta masih menggenggam kedua tangan anak nya, tidak lama dari itu, ia merasakan jari-jari kedua anak nya bergerak, senyum Sinta mengembang, "mama, lihatlah, jari mereka bergerak!!" seru Sinta, "benarkah, biar mama panggil dokter" balas Mira lalu memanggil dokter.

__ADS_1


__ADS_2