
Asyila dan Ana kini berada di sana setelah kejadian di kelas tadi
"Asyila" panggil Ana, "hmm" dehem Asyila, "kenapa lo nggak terima aja" ucap Ana, "nggak gue nggak tertarik" balas Asyila, "tipe cowok lo itu kek gimana sih padahal banyak yang nembak lo tapi lo tolak semua, jadi perawan tu mam**s lo hahaha" kata Ana
"enak aja perawan tua, gue cuman belum dapet yang pas" kata Asyila, "moga aja cepet dapet" doa Ana, "eh situ aja jomblo pake do'ain orang segala" ledek Asyila
"biarin kan gue cuman berdoa buat sahabat gue apa salah nya" timpal Ana, "iyadah, yaudah minum dulu keburu dingin" kata Asyila, "ini minuman udah dateng dari tadi emang udah dingin pengen kan ada es nya" ucap Ana
"hehe bercanda" kata Asyila, "nanti ke rumah gue yuk" ajak Ana, "hmm oke kita langsung ke rumah lo aja gimana" ujar Asyila
"okey" selesai di cafe mereka berdua langsung pergi ke rumah Ana di tengah perjalanan mereka di hadang orang-orang bertubuh kekar
"aduh Asyila gimana ini, gue takut" kata Ana, "udah tenang aja biar gue yang ngadepin" ucap Asyila, "eh lo jangan bercanda dong lo nggak liat badannya gede-gede gitu" larang Ana
"udah mending lo diem aja gue urus mereka dulu" kata Asyila langsung keluar dari mobil, "mau apa kalian" ucap Asyila dengan nada dingin
"wah ternyata wanita cantik yang keluar bos" ucap si B, "iya bos kita seret aja ke markas buat senang-senang bos lumayan" kata si C, "ide kalian bagus juga, sekarang kalian seret wanita itu ke markas" ucap Ketua
mereka datang menghampiri Asyila, namun saat mereka ingin menyentuh Asyila tangan mereka langsung di cekal oleh Asyila dan di putaran ke arah belakang
Krekk...akh...
__ADS_1
"berani sekali kau" dan terjadi lah baku hantam
bugh..krekk....plakk...bugh..akh...
semua nya terkapar di atas aspal setelah mendapat serangan dari Asyila dan menyisakan sang ketua
"cih segitu saja udah jatuh" kata Asyila, "kau akan mati di tangan ku" seru sang ketua
terjadilah baku hantam antara Asyila dan ketua preman itu
bugh...plakk...krek...akh...sret...bugh..
"menyingkir atau mati" Asyila menodongkan pistol nya, "a... ampun nona kami masih sayang nyawa" ucap si A, akhirnya mereka pun pergi
sampai di rumah Ana mereka turun dari mobil tapi Ana masih saja terus mengoceh tanpa jeda
"Asyila bagaimana bisa lo ngalahin preman-preman itu sedangkan lo itu cewek sendiri lagi bisa ngalahin mereka" Kata-kata itu sudah di ulang Ana beberapa kali tapi Asyila tidak menjawab nya
"ayolah Asyila bagaimana bisa" Ana menggoyang kan badan Asyila, "astaga Ana! apa kita akan terus di depan pintu rumah mu" ucap Asyila, "hehehe maaf gue sangat penasaran sama lo bagaimana bisa lo ngalahin mereka, ya sudah ayo masuk" ajak Ana
mereka masuk langsung ke ruang tamu, Ana langsung ke kamar nya mengganti baju selesai itu Ana langsung ke ruang tamu
__ADS_1
"kita mau ngapain" tanya Asyila menikmati cemilan sambil menonton tv, "ajak Adit sama Aldo gimana" usul Ana, "boleh" Ana menelfon Adit untuk segera ke rumah nya
mareka berdua asik menonton tv sesekali mereka tertawa sampai bell rumah berbunyi. Na segera membuka pintu ternyata Adit dan Aldo mereka langsung ke ruang tamu
"kalian tadi kemana kok kita cari nggak ketemu" tanya Adit, "oh tadi kita ke cafe" jawab Ana, "ngapain" kata Adit
"numpang ber*k ya makan lah eh bukan makan deh cuman minum" ketus Ana, "oh ya tadi waktu di kelas Asyila di tembak loh" sambung Ana
"WHAT!" pekik Adit dan Aldo, "terus di terima" tanya Aldo, "nggak" sahut Asyila, Aldo bernafas lega, "lo kenapa" tanya Adit
"nggak papa" balas Aldo, "oh ya ni rumah sepi amat pada kemana" tanya Adit, "papa gue masih di kantor kalo mama masih di butik mungkin bentar lagi pulang" ujar Ana
merek asik mengobrol sambil nonton tv ditemani cemilan dan minuman dingin di depan mereka
"ada tamu rupa nya" kata seorang wanita paru baya, "mama udah pulang" kata Ana, "tante" mereka menghampiri mama Ana (Tia) dan mencium punggung tangan nya
"oh ternyata kalian, apa kalian sudah lama disini" tanya Tia, "iya tan kita juga sekalian mau pamit karna ini udah sore" ujar Adit, "kok buru-buru banget kita makan malam bareng aja" kata Tia
"nggak usah tan, kira pulang aja" kata Aldo, "tante, Ana kita pulang dulu, assalamu'alaikum" pamit Asyila dkk (-Ana)
"waalaikumsalam" jawab Tia dan Ana
__ADS_1
Asyila dkk (-Ana) pulang kerumah masing-masing karna hari sudah sore.