
Sesampainya di mansion Nugraha Alex menggenggam tangan Aurel lalu masuk ke dalam mansion dengan perasaan bahagia. "ma! mama! mama!" teriak Alex, "ma!" teriak Alex, "ada apasih Alex kok teriak-teriak segala, ini bukan hutan" omel Sinta
"tebak tadi aku sama Aurel bertemu dengan siapa" tanya Alex menaik turun kan Alex nya di tambah senyumnya yang tak pudar sama sekali. "memang nya siapa sih yang ngebuat anak mama yang es kutub ini senyum" ucap Sinta meledek, "Asyila" ucap Alex, Sinta terkejut dengan ucapan Alex
"As..Asyila apa kau yakin" ucap Sinta dengan air mata yang mulai turun, "ya tadi aku bertemu dengan adik kesayangan ku tapi..." ucapan Alex menggantung, "tapi apa" tanya Sinta, "tapi dia lupa semua nya, bahkan dia tak mengenalku sama sekali" jawab Alex menunduk, Aurel yang melihat Alex sedih pun memegang bahu laki-laki itu dan tersenyum
"di mana kau bertemu dengan Asyila sayang" tanya Sinta, "waktu di jalan kami mau pulang tapi kita tak sengaja menabrak nya dan seorang nenek-nenek" jawab Alex, "bisa kau antar mama kesana, mama sangat merindukan nya" pinta Sinta, "ya besok aku akan mengantar mama kesana" ucap Alex
"ya sudah sekarang kita makan malam, Aurel kamu nginep disini atau pulang" tanya Sinta tersenyum, "aku pulang aja ma, ibu kasian dirumah sendiri" jawab Aurel, "ya sudah sekarang kita makan malam dulu, nanti biar Alex yang mengantar mu pulang" ujar Sinta, mereka pun makan malam dengan tenang, selesai makan Alex mengantar Aurel ke rumah nya karna Ibu nya di rumah sendiri.
~
Keesokan hari nya Alex dan Sinta sudah bersiap untuk berkunjung ke rumah yang Asyila tinggali, sebelum itu Alex menjemput Aurel untuk ikut bersama nya. sampai di sebuah rumah kecil yang berada di tengah hutan mereka melepas seatbelt nya lalu turun dari mobil. "apa kamu yakin Alex ini rumah nya" tanya Sinta, "iya ma, kemarin aku sama Aurel kesini mengantar nenek dan Asyila" jawab Alex. "ya sudah ayo kita kesana" sambil Alex, mereka berjalan ke arah rumah itu dan berhenti di depan pintu.
tok tok tok
__ADS_1
"permisi" ucap Alex, "permisi" ucap Alex lagi, "ya sebentar" balas seseorang dari dalam
ceklek
"Tuan? mau apa lagi kau kesini" tanya Asyila dengan nada ketus, ia masih kesal dengan orang yang ada di hadapan nya karna memeluk nya sesuka hati. ya, yang membuka pintu adalah Asyila. "mama ingin bertemu dengan mu" jawab Alex, "mama? mama siapa? hei Tuan,,, kau jangan mengada-ngada, selama ini aku tinggal bersama kakek dan nenek, dan kedua orang tua ku? entah kemana, mungkin mereka yang membuang ku" ucap Asyila
bagaimana mungkin mama membuang mu sayang, bahkan mama tidak akan membiarkan mu pergi jauh. batin Sinta
"Asyila" panggil Sinta, Asyila menengok ke arah wanita paru baya yang berada di samping Alex, "kenapa kalian memanggil ku Asyila? namaku bukan Asyila" jawab Asyila, "nak siapa yang datang" tanya nenek menghampiri Asyila yang berada di tengah pintu
"kenapa anda memanggil cucu ku dengan nama itu" tanya sang nenek, "karna itu adalah namanya. dia Asyila Nugraha anak ke dua dari Deon Nugraha dan Rara Sinta Anggelina" jelas Alex
Asyila datang menghampiri mereka dengan membawa teh untuk mereka
"silahkan di minum" ucap Asyila lalu duduk di sebelah nenek, "terima kasih" ucap mereka
__ADS_1
hening
hening
"sayang apa kamu tidak merindukan mama" tanya Sinta menatap Asyila, ia ingin merasakan pelukan hangat dari anak perempuan nya, "maaf Nyonya, saya tidak mengenal anda sama sekali" kata Asyila
Hati Sinta terasa sakit saat mendengar jawaban dari Asyila kalau dia tidak mengenali nya sama sekali, "apa kamu yakin tidak mengenal mama mu ini" tanya Sinta meneteskan air mata nya, Asyila yang melihat air mata Sinta mulai jatuh entah kenapa hati nya terasa sakit, tapi ia tak tau kenapa. "ya aku yakin! aku tidak pernah bertemu atau pun mengenal anda Nyonya" jawab Asyila
"kakek pulang" ucap kakek yang baru saja pulang dari kebun milik kakek, kebun itu kakek yang merawat nya dari dulu., "kakek? tumben sekali kakek pulang cepat" tanya Asyila menghampiri kakek dan memeluk nya, "nak lepas dulu, baju kakek sudah sangat kotor" ucap kakek lembut
"hmm" dehem Asyila melepas pelukannya dan kembali duduk di sebelah nenek
"nak kalau kau memang tidak mengingat kami, boleh mama memeluk mu sebentar" pinta Sinta karna ia sudah sangat merindukan anak perempuan nya itu. Asyila melirik ke arah nenek, nenek pun mengangguk. Asyila mendekat ke arah Sinta dan duduk di sebelah nya, Sinta langsung memeluk erat tubuh Asyila ia merasa bahagia bisa bertemu dan memeluk anak perempuan nya kembali setelah sekian lama berpisah.
hangat? itu yang mereka rasakan, entah kenapa hati Asyila terasa tenang seperti pernah merasakan pelukan ini, tapi ia tak ingat sama sekali.
__ADS_1