
Asyila keluar dari rumah sakit dengan wajah tak bersemangat setelah mendengar apa yang di katakan dokter karna tadi setelah dari perusahaan Asyila merasa kepala nya terasa sakit dan ia memutuskan untuk memeriksakan diri, Asyila berjalan sambil memperhatikan amplop di tangan nya tanpa berniat untuk membuka nya
Asyila memberhentikan taksi dan taksi itu melaju menuju ke arah mansion Nugraha. taksi yang ia tumpangi sudah sampai di depan gerbang mansion, setelah memberikan ongkos Asyila langsung masuk kedalam
Asyila masuk ke dalam mansion dan melihat Sinta, Aurel dan baby Rachel sedang berada di ruang keluarga, "ma aku pulang" ucap Asyila menghampiri mereka
"kamu pulang sendiri, kakak mu di mana" tanya Sinta, "aku pulang duluan dan kakak masih di sana" jawab Asyila tersenyum simpul
"kamu kenapa kok lemes gitu" tanya Aurel, "iya kamu juga agak kurusan" sahut Sinta
"aku nggak papa, dan aku juga nggak kurus mama kali yang salah liat" ujar Asyila terkekeh, "yaudah aku ke kamar dulu" sambung Asyila beranjak dari duduk nya menuju ke lantai atas
Asyila merebahkan tubuh nya di atas kasur, ia mengambil amplop yang berada di tas nya lalu membuka nya
__ADS_1
Asyila membaca isi amplop itu sampai tak sadar air mata nya turun, dengan segera ia menyimpan amplop itu kembali lalu menyimpannya di tempat yang aman agar tidak ada yang melihat nya
nggak boleh nyerah, aku harus bertahan demi mama. aku akan melakukan apapun untuk mama. batin Asyila
Asyila masuk ke kamar mandi dan berendam di bathtub untuk merilekskan tubuh nya, dirasa sudah cukup Asyila membersihkan diri nya lalu keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap
Asyila berjalan ke arah balkon kamar dan duduk di kursi, Asyila menengadahkan kepala nya lalu memejamkan mata nya
"Asyila" panggil seseorang, Asyila membuka mata nya dan melihat Deon duduk di samping nya
"ayah" lirih Asyila, "ayah tau ini berat, tapi kamu harus berjuang, ayah yakin kamu anak yang kuat pasti kamu bisa melewati ini semua" ucap Deon mengusap rambut Asyila
"tapi itu harapan ayah, itu semua hanya harapan" ucap Asyila pelan, "tapi ayah yakin kamu bisa melewati ini semua, ayah selalu bersama mu nak" kata Deon lalu menghilang dari hadapan Asyila, melihat kepergian Deon, Asyila hanya tersenyum tipis
__ADS_1
"Asyila" panggil Sinta memegang bahu Asyila, Asyila membuka matanya dan melihat Sinta di sebelah nya
"kamu kenapa? kok nangis" tanya Sinta mengusap air mata Asyila, "aku ngga papa kok ma" jawab Asyila tersenyum
"jangan bohong Asyila, mama tau kamu pasti nyembunyiin sesuatu" selidik Sinta, Asyila hanya tersenyum, "aku nggak papa ma dan aku nggak nyembunyiin apa-apa dari mama" kata Asyila
"cuman.." ucap Asyila menggantung, "cuman apa" tanya Sinta, "aku tadi bertemu ayah" lirih Asyila tapi masih di dengar Sinta
"ayah sudah tenang di sana, jangan dipikirin lagi" ucap Sinta, "hmm oh ya mama kesini mau ngapain" tanya Asyila mengalihkan pembicaraan
"mama juga nggak tau kenapa mama kesini, entah kenapa mama mau selalu deket sama kamu" jawab Sinta
itu yang aku takutkan. batin Asyila sambil menatap Sinta.
__ADS_1