LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 70 •


__ADS_3

Pagi hari Sinta terbangun ia melihat Asyila masih terlelap di pelukan nya, karna ia merasa bahagia anak perempuan nya berada di pelukan nya setelah kepergian nya selama ini.


"aku harap ini bukan mimpi, kalaupun ini mimpi aku tidak ingin bangun dari mimpi ini. aku sudah bisa memeluk anak perempuan ku kembali, yang selama ini aku cari, aku tunggu selama 2 tahun ini sekarang dia ada di pelukan ku kembali, anak perempuan ku yang manja dengan keluarga nya dan dingin sama orang lain kini sudah kembali. Walaupun dia tak ingat itu tidak masalah bagi ku, yang terpenting sekarang dia sudah di sini di pelukan ku kembali, mama sayang sama kamu nak" Ucap Sinta mencium kening Asyila sambil meneteskan air matanya


Tanpa di sadari Sinta, Asyila sudah terbangun dari tadi. Karna dia merasa nyaman di pelukan Sinta ia memejamkan matanya


apa benar aku anak Nyonya ini, tapi aku belum yakin dan juga kenapa aku sangat nyaman di pelukan Nyonya ini? bahkan saat air mata nya menetes hati ku terasa tersayat. ada apa ini kenapa aku tidak bisa mengingat apapun ya Tuhan. Batin Asyila


"Nyonya" Panggil Asyila, "Nyonya kenapa? kok nangis" lanjut Asyila melepas pelukan Sinta, "ah tidak tadi mama cuman kelilipan" elak Sinta sambil tersenyum


Tak sadar Asyila mengulurkan tangan nya dan mengusap air mata Sinta dengan lembut, perlakuan itu membuat Sinta tersenyum.

__ADS_1


"jangan menangis" ucap Asyila tak sadar, "ya, mama nggak akan nangis lagi" kata Sinta mengusap rambut Asyila, "ya sudah kamu mandi dulu mama mau ke bawah" ucap Sinta, Asyila hanya mengangguk melangkah ke kamar mandi, Sinta langsung keluar dari kamar Asyila dan turun ke bawah.


Asyila keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian lengkap ia melihat sekeliling kamar nya dan menemukan foto keluarga yang berada di meja belajar, ia mengambil foto itu dan melihat nya.


Asyila menatap secara intens orang yang ada di foto itu di sana ada pria dan wanita paru baya dan 2 anak laki-laki dan perempuan. Wajah anak laki-laki itu sama seperti yang ia panggil tuan (Alex) dan wajah anak perempuan sama seperti dirinya.


"kenapa wajah anak perempuan ini sama seperti ku, tapi kenapa aku tidak ingat apapun" gumam Asyila, saat sedang berusaha mengingat kepala nya terasa sakit, ada beberapa memori yang mulai masuk ke dalam otak nya, karna tak tahan dengan sakit nya ia berteriak sambil memegang kepala nya


"non non Asyila! non!" bi Jani menepuk pipi Asyila, "Nyonya! Tuan! Nyonya!" teriak bi Jani, "ada ap--Asyila!" seru Alex langsung mendekat ke arah Asyila yang pingsan, "Asyila kenapa bi" tanya Alex setelah meletakkan tubuh Asyila di atas kasur, "saya tidak tau tuan waktu saya mau turun saya mendengar teriakan non Asyila, dan waktu saya masuk non Asyila udah seperti ini" jelas bi Jani


"ada apa bi kenapa berteriak" tanya Sinta yang baru saja datang, "non Asyila pingsan Nyonya" jawab bi Jani, "Asyila" panggil Sinta mendekat ke arah Alex dan Asyila

__ADS_1


kakek dan nenek yang mendengar keributan dari kamar Asyila pun datang. "apa ada masalah" tanya kakek, "Asyila pingsan kek" jawab Alex, nenek melihat foto yang tergelatak di lantai, nenek pun mengambil nya


"apa ini yang membuat Asyila pingsan" tanya nenek menunjukkan foto keluarga Nugraha, "ya bisa saja dia melihat foto itu dan berusaha mengingat nya" jawab Sinta tanpa mengalihkan pandangan nya dari Asyila


Tak lama Asyila terbangun, ia melihat ada banyak orang yang ada di dalam kamar nya. "shh kenapa kalian ada disini semua" tanya Asyila memegang kepala nya, "tadi bi Jani dengar kamu teriak waktu bi Jani kesini kamu udah pingsan" jawab Alex


"pingsan?" tanya Asyila


"hmm kau pingsan, mungkin gara-gara kamu melihat foto itu" Alex menunjukkan foto yang ada di tangan nenek, "ah ya tadi aku melihat foto itu, dan aku berusaha mengingat terus kepala ku terasa pusing dan ada beberapa yang masuk dalam otak ku tapi tidak jelas" ucap Asyila menunduk pelan


"jangan di paksa untuk mengingat" kata kakek, "hmm aku tidak akan memaksa nya" ucap Asyila.

__ADS_1


__ADS_2