
Malam hari Asyila dan Alex sudah memakai pakaian serba hitam, mereka berdua sudah siap untuk pergi ke markas
"kalian berdua mau kemana" tanya Sinta
"ke markas, kita dapat mainan baru" jawab Asyila, Sinta hanya menggelengkan kepala nya
"ya sudah hati-hati" mereka berdua mengangguk lalu keluar dari mansion
~
~
~
~
Sampai di markas Dark Devil's, Asyila dan Alex turun dari mobil, mafioso yang ada di sana pun membungkukkan badan mereka. Asyila dan Alex melangkahkan kaki nya menuju ruang penyiksaan, sampai di sana mereka berdua langsung masuk. pemandangan pertama kali adalah Ziyan dkk sedang menyiksa keluarga Winata
prok prok prok
suara tepuk tangan menggema di ruang penyiksaan
"selamat malam semua, bagaimana pekerjaan tangan kanan ku? apa bisa memuaskan kalian?" tanya Asyila duduk di kursi yang sudah di siapkan anak buah nya
"lepaskan kami!" teriak Angga
"apa? melepaskan kalian? heh, mana ada seekor harimau yang sedang kelaparan melepaskan mangsanya begitu saja sebelum dia kenyang" ucap Asyila tersenyum miring
"stop" ucap Asyila menghentikan Ziyan dkk
"ck ck ck kalian sangat-sangat memperhatinkan, tapi ini belum seberapa, kalian semua akan ku habisi malam ini juga" ujar Asyila mendekat kearah keluarga Winata
"kau iblis!!!" bentak Tuan besar Winata yang sudah di penuhi dengan luka
"terima kasih atas pujiannya Tuan" ucap Asyila
"kaka Alex, apa kau akan ikut bermain" tanya Asyila
__ADS_1
"itu pasti, mana ada kesempatan seperti ini akan aku lewatkan" jawab Alex bersemangat
"aku akan bermain dengan Tuan dan Nyonya Eliezer, kalian bermain lah degan keluarga Winata" ucap Asyila mendekati Garry dan Erika
"hai Tuan, Nyonya Eliezer apa kabar" tanya Asyila tersenyum, Garry dan Erika tidak menjawab
"baiklah karna kalian tidak menjawab, aku anggap kalian baik-baik saja, mungkin tangan kanan ku merawat kalian dengan baik" sambung Asyila tersenyum remeh
"kita mulai dari siapa ya hmm" kata Asyila sambil menaruh ujung pisau di dagu nya
"Fely bisakah kau membantu ku, aku rasa aku sudah cukup bermain dengan 1 orang" sambung Asyila
"dengan senang hati" Asyila bermain dengan Garry sedangkan Fely bermain dengan Erika
suara jeritan yang di hasilkan keluarga Eliezer dan Winata terdengar sangat merdu di telinga para iblis yang sedang menikmati permainan itu. mereka terus mencambuk, memukul, menyiram luka dengan air garam, menyayat, memotong jari-jari, tangan, dan kaki mereka lalu di cincang di hadapan mereka.
"aku rasa hadiah ini cukup, tinggal sentuhan terakhir saja" ucap Alex, mereka berenam pun mengambil katana masing-masing
"ada kata-kata terakhir sebelum kukirim kalian ke neraka" tanya Asyila
"baiklah, semua diam berarti aku anggap tidak ada pesan terakhir, oh ya aku ada pesan buat kalian, kalau ingin mencelakai seseorang cari dulu informasi orang yang kalian hadapi bukan seperti ini, ceroboh! selamat tinggal" ucap Asyila, mereka berenam mengayunkan katana mereka
kepala Garry, Erika, Tuan dan Nyonya besar Winata, Tuan dan Nona muda Winata sudah terpisah. tersisa Angga dan Sindy yang berteriak histeris melihat mertua dan kedua anaknya dibunuh di hadapan mereka
"apa ada pesan, sebelum ku kirim kalian menyusul keluarga kalian" tanya Alex
"baiklah"
sring sring
Ziyan dan Alex memisahkan kepala Angga dan Sindy secara bersamaan, kini ruang penyiksaan penuh dengan darah 2 keluarga
"selesai" ucap Asyila melempar katana nya
"kalian bersihkan ini semua" perintah Alex
"baik bos" para mafioso langsung membersihkan mayat-mayat 2 keluarga dan darah yang berceceran
__ADS_1
~
~
~
~
sudah 1 minggu setelah kematian 2 keluarga itu, sekarang adalah hari pernikahan Alex dan Aurel. pesta di adakan secara besar-besaran, semua kolega bisnis dari Alex semua nya diundang dan keamanan pesta sudah diatur Asyila sedemikian rupa agar tidak ada perusuh
setelah Alex dan Aurel mengucapkan janji suci mereka berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
"selamat nak, semoga kalian selalu bersama sampai maut memisahkan" ucap Sinta
"makasih ma" ucap Alex dan Aurel memeluk Sinta
"selamat untuk kalian" ucap Nafiza
"makasih bu" ucap Alex dan Aurel memeluk Nafiza
"selama kakak!" teriak Asyila memeluk Alex
"ups maaf kakak ipar, aku memeluk suami mu" ucap Asyila melepas pelukannya lalu memeluk Aurel
"tidak masalah, kau kan memeluk kakak mu sendiri, oh ya kapan kau akan menyusul" goda Aurel
"iya nak kapan kau akan menyusul" Sinta ikut-ikutan menggoda anak perempuan nya itu
"akan mu pikirkan nanti, oh ya jangan lupa aku titip ponakan yang lucu kalau bisa langsung 5" ucap Asyila, ucapan Asyila membuat Sinta dan Nafiza tertawa tapi tidak dengan Aurel ia merasa malu mendengar ucapan Asyila, sedangkan Alex? ia memberi tatapan tajam ke arah adik nya itu
"jangan menatap ku seperti itu" ketus Asyila
"karna kakak sudah punya kak Aurel berarti mama hanya milikku" sambung Asyila memeluk Sinta
"tidak bisa, mama masih tetap punya ku" ucap Alex ikut memeluk Sinta
"kakak curang! kakak kan udah ada kak Aurel" sungut Asyila
__ADS_1
"sudah! kalian ini tidak pernah berubah" lerai Sinta