
Asyila sudah berada di ruang Alex, ia duduk santai di sofa sabil meminum minuman dingin yang ia ambik dari lemari pendingin yang ada di ruangan
"kak aku mau nyulik anak si tua itu" ucap Asyila to the poin, "di sana penjagaan nya sangat ketat" ucap Alex yang masih fokus dengan berkas-berkas nya
"kalau masalah itu bisa ku kendalikan" sahut Asyila, "terserah kau saja, tetapi bukannya anak nya masih kecil ya" tanya Alex, "aku nggak peduli, aku nggak akan apa-apain dia kok, cuman mau liat reaksi si tua itu gimana rasanya di tinggal orang yang ia sayangi" Alex yang mendengar perkataan Asyila pun menghampiri adik nya
"sudah jangan sedih, ayah pasti udah tenang disana" ujar Alex mengusap lembut rambut Asyila
"tapi aku akan tetap membalas perbuat si tua itu" kekeh Asyila
"terserah kau saja, kamu mau pulang dulu apa mau nunggu kakak" tanya Alex, "nunggu kakak aja lah, lagian di rumah juga nggak ada kerjaan" jawab Asyila, "oke bentar ya ini masih ada beberapa berkas yang harus kakak selesaikan" ucap Alex
"sini aku bantu biar cepat selesai" Alex dengan senang hati menyerahkan berkas-berkas nya kepada Asyila.
ia juga sudah pusing dengan berkas-berkas itu yang sedari tadi pagi nggak selesai-selesai, hampir satu jam berlalu akhirnya perkerjaan nya selesai, lalu mereka berdua memutuskan untuk pulang.
~
__ADS_1
• Mansion Nugraha
"ma Asyila sama kak Alex pulang!" Asyila berteriak, "nggak usah teriak-teriak Asyila ini bukan hutan" teriak Sinta
"itu mama juga teriak" balas Asyila mencium pipi Sinta, "udah sana mandi dulu lalu ke bawah makan" titah Sinta, "iya, kita ke atas dulu" Sinta hanya mengangguk
selesai membersihkan diri Alex dan Asyila turun menuju meja makan
"kalian tadi kok bisa pulang bareng" tanya Sinta, "tadi aku ke perusahaan kakak jadi aku pulang sama kak Alex" mama Sinta hanya ber'oh'ria
mereka makan dengan tenang tak ada suara sedikit pun dari mulut mereka hanya ada suara sendok di meja makan, selesai makan mereka langsung masuk ke kamar masing-masing.
~
sampai di depan kampus Asyila turun ia berpapasan dengan Ryan, "pagi Asyila" sapa Ryan tersenyum, "pagi" jawab Asyila lalu pergi
"pagi-pagi udah dingin aja, gue harus dapetin tu cewek bagaimana pun caranya" gumam Ryan menatap Asyila yang sudah menjauh
__ADS_1
• Kelas
Asyila menaruh tas nya dengan kasar dan membuat Ana yang sedang membaca buku pun terkejut
"sial...lan" umpat Ana, "lo kenapa pagi-pagi muka di tekuk kek gitu" tanya Ana
"gue nggak papa cuman agak risih aja sama si Ryan, tadi malem dia tu chat gue nanya gini 'udah makan belom' 'kenapa jam segini belum tidur nanti sakit loh' 'google night baby' gitu kan risih gue di tambah lagi tadi di depan dia sok akrab banget sama gue padahal kita baru kenal kemaren"
"fans lo nambah lagi hahaha, makannya kalo punya muka jangan cantik-cantik susah-susah sendiri kan jadi nya hahaha" Ana tertawa lepas melihat penderitaan temannya, l"lo itu bukannya ngehibur malah ngetawain gue" sungut Asyila
"iya iya maaf" ucap Ana
Asyila masih dengan keadaan kesal, tak lama Ryan datang
"hai" sapa Ryan, Asyila tidak menanggapi sapaan Ryan, "kamu kenapa kok cuek gitu sama aku" tanya Ryan, "cie aku kamu sekarang niee" ledek Ana, "apaan sih lo diem deh" kesal Asyila
"hahahah"
__ADS_1
tawa Ana berhenti ketika dosen memasuki kelas mereka.