LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 84


__ADS_3

Kini Asyila sudah berada di markas berkumpul dengan tangan kanan nya di ruang pribadi nya


"apa kau yakin akan melakukan ini" tanya Ziyan


"ya aku yakin" jawab Asyila


"apa kau tega melihat mereka" tanya Ziyan, Asyila terdiam


"jangan melakukan hal konyol Asyila" sahut Cyla


"terpaksa" kata Asyila


"jangan bahayakan nyawamu demi ini" ujar Fely


"lalu? aku harus membiyarkan mereka berkeliaran bebas" tegas Asyila


"aku akan menghabisi mereka sendiri, semua sudah berjalan sesuai rencana ku susun selama ini dan dalam minggu ini mereka semua akan ku habisi dengan tangan ku sendiri tanpa campur tangan kak Alex" sambung Asyila


"kita akan membantu mu, tidak ada bantahan" ucap Ziyan


"huff baiklah terserah kalian, apa wanita yang menyewa kita sudah memberi perintah" tanya Asyila


"sudah nanti malam kita akan menculik calon kakak ipar mu" jawab Jack


"ingat jangan sampai calon kakak ipar ku tergores dan jangan lepaskan wanita itu" kata Asyila


"hmm sesuai perintah mu" ucap Jack


~


Sore hari Asyila pulang ke mansion dan mendapati Sinta mondar-mandir di ruang tengah

__ADS_1


"mama" panggil Asyila, Sinta menengok ke arah suara


"Asyila kamu dari mana saja" tanya Sinta cemas


"aku tadi ke markas, mama kenapa sih?" tanya Asyila menggiring Sinta duduk di sofa


"mama khawatir sama kamu" jawab Sinta


"mama jangan khawatir, aku baik-baik saja" kata Asyila


belum di mulai sudah begini, tapi aku nggak bisa mundur. batin Asyila


"baiklah kau istirahat lah" ucap Sinta, Asyila sebenarnya tidak tega, tapi demi rencana nya ia harus sedikit melukai hati Sinta.


~


Setelah makan malam, mereka langsung masuk ke kamar tapi tidak dengan Asyila ia langsung pergi ke markas lewat jendela. ia melimpah dari jendela yang mempunyai ketinggian yang lumayan tinggi, di bawah Fely sudah menunggu dengan mobil hitam nya.


sampai di markas Asyila dan Fely langsung masuk ke dalam markas


"ya dia baik-baik saja, kita menempatkan dia ada di ruang penyiksaan agar wanita itu tidak curiga" jawab Ziyan


"bagus, aku akan ke ruang penyiksaan, hmm aku akan sedikit menjaili calon kakak ipar ku" ucap Asyila tersenyum jail


"kau itu selalu saja" ujar Ziyan menggeleng kan kepala nya, Asyila berlalu menuju ruang penyiksaan, saat Asyila masuk ia melihat seorang wanita diikura di kursi


"siapa kau" tanya Aurel melawan rasa takut nya, Asyila berbalik dan memperlihatkan belakang jubah nya


"m..mau apa kau, aku tidak punya masalah dengan mu" tanya Aurel ketakutan, Asyila melihat Aurel ketakutan hanya tersenyum ingin sekali ia tertawa sekeras mungkin karna menurutnya wajah Aurel sangan lucu saat ketakutan


"memang kau tidak punya masalah dengan nya tapi dengan ku" ucap seseorang dari arah belakang

__ADS_1


"Laura! apa mau mu" teriak Aurel


plakk


Laura menampar pipi Aurel dengan keras, Asyila yang melihat itu tangannya mengepal kuat, ingin sekali ia menghabisi wanita di sebelah nya ini


"jauhi Alex! karna Alex hanya milikku" ujar Laura


"heh seharusnya kau malu karna berani berbuat seperti ini hanya karna seorang laki-laki" remeh Aurel


plakk


"jaga ucapkan mu ja****!!" ucap Laura meninggikan nada bicara nya dan menampar pipi Aurel


"mundur" suruh Asyila, Laura pun menurut


Asyila mendekat kearah Aurel yang sedang ketakutan dan mendekatkan wajah nya, Asyila membuka topeng nya dan memperlihatkan wajahnya pada Aurel, Aurel yang melihat itu pun kaget tapi dengan segera Asyila mengedipkan mata nya dan membisikkan sesuatu


"aku hanya bermain drama kak, kau tidak akan tergores sedikit pun" bisik Asyila, Aurel hanya mengangguk pelan


Asyila kembali memakai topeng nya dan mundur beberapa langkah dari kursi Aurel


"kau pulang lah, ini akan menjadi urusan ku, besok kau akan mendapatkan kabar tentang kematian nya" ucap Asyila tegas


"ba..baiklah aku percayakan semua padamu" kata Laura keluar dari markas, tapi saat keluar dari ruang penyiksaan Ziyan dan Fely menodongkan pistol ke kepala Laura.


"apa yang mau kalian lakukan! aku sudah membayar kalian!" teriak Laura saat Jack mengikat tangan Laura ke belakang.


NB:


Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.

__ADS_1


Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!


Terima kasih!


__ADS_2