
"mbak Andin ayo kejar aku!" ucap Rachel yang sedari tadi terus berlari, "non Rachel udah ya, mbak Andin capek huff" kata Andin mengatur nafas nya, "yahhh mbak Andin, kan Rachel masih mau main kejar-kejaran" rengut Rachel
"tapi kita udah dari tadi main non, sekarang non Rachel mandi nanti mbak Andin kasih es krim" ujar Andin, "baiklah ayo" ucap Rachel cepat
Selesai mandi, mereka berdua turun ke bawah dan mengambil es krim sesuai apa yang di ucapan Andin tadi kepada Rachel, "ini non es krim nya" ucap Andin menaruh sewadah es krim di depan Rachel, "makasih mbak" ucap Rachel, Andin duduk di sebelah Rachel menemani Rachel makan es krim
"anak papa makan es krim kok bilang-bilang? kan papa mau" ucap Alex duduk di sebelah Rachel, "papa mau" tanya Rachel, "mau dong" balas Alex, "beli sendiri" ketus Rachel, "non Rachel nggak boleh begitu" tegur Andin
"hehe iya mbak, maaf ya pa! ini" ucap Rachel menyerahkan es krim nya ke arah Alex, "suapin dong" pinta Alex, Rachel menyendokkan es krim ke dalam mulut Alex
"kamu habisin es krim nya, papa mau ke atas" ucap Alex, Rachel yang sedang fokus ke es krim nya hanya mengangguk menanggapi ucapan papa nya.
Sedangkan Sinta, ia duduk di atas kasur sambil memangku album foto, dimana terdapat foto keluarga kecil nya, Sinta membuka lembaran demi lembaran hingga akhir nya ia menemukan sebuah foto USG, Sinta ingat itu adalah foto USG saat Asyila masih ada dalam kandungan nya
"kau tau, dulu mama sangat bahagia waktu mendengar mama akan memiliki anak perempuan, dulu mama sangat antusias menunggu kehadiran mu si pelukan mama, kebahagiaan ayah sama mama menjadi lengkap setelah kehadiran mu, tapi sekarang itu hanya kenangan" ucap Sinta menahan tangis nya
Sinta membuka lembaran berikut nya dan melihat foto Alex dan Asyila sedang memakan es krim secara diam-diam di bawah meja makan.
Flashback on
Sepasang adik kakak sedang berada di halaman mansion sambil termenung, "kak" panggil gadis kecil itu, "hmm" anak laki-laki itu menoleh ke arah gadis kecil di samping nya itu
"aku mau makan es krim" rengek gadis itu, "mama bilang kita nggak boleh makan es krim, tadi malam kita udah abis banyak" ucap anak laki-laki itu
"ayolah kak Alex, aku ingin es krim" rengek gadis kecil itu, "kakak takut Asyila, nanti kalau mama marah gimana, lebih baik jangan" kata Alex
"kita makan sembunyi-sembunyi" usul Asyila, "ide mu tidak buruk" Alex dan Asyila masuk secara perlahan menuju dapur lalu membuka kulkas dan mengambil sekotak es krim
__ADS_1
"Tuan, nona kenapa kalian mengendap-endap" tanya bi Tuti, "stuttt bibi pelan-pelan bicara nya, kita mau makan es krim tapi bibi jangan bilang sama mama oke" bujuk Asyila, bi Tuti hanya mengangguk
Alex dan Asyila memilih bersembunyi di bawah meja makan karna menurut mereka itu tempat yang paling aman, tidak lama dari itu terdengar suara langkah kaki dari arah tangga
"bi, kemana anak-anak? saya dari tadi tidak melihat mereka" tanya Sinta, "mm…itu…mm" kata bi Tuti, "ada apa bi, apa bibi lihat anak-anak" tanya Sinta, bi Tuti menunjuk ke arah bawah meja makan, Sinta mengikuti arah tunjuk bi Tuti
Sinta paham apa yang di maksud bi Tuti pun mengangguk, perlahan Sinta berjalan ke arah meja makan, "Alex, Asyila kalian di mana" tanya Sinta lalu duduk di kursi
Alex dan Asyila menghentikan aktivitas nya memakan es krim agar tidak menimbulkan suara, "kakak bagaimana ini" bisik Asyila, "stuttt diam atau kita akan kena marah" balas Alex
"jangan bersembunyi, keluarlah! mama nggak akan marah" ucap Sinta menengok ke bawah meja sambil memotret mereka yang kepergok memakan es krim, Alex dan Asyila kaget saat Sinta menemukan mereka
Alex dan Asyila keluar dari tempat persembunyian nya lalu mendekat ke arah Sinta sambil menunduk, "kenapa menunduk" tanya Sinta, "maaf ma" ucap mereka, "ada apa hm" tanya Sinta, Asyila memperlihatkan kotak es krim yang hampir habis yang ia sembunyikan di belakang nya
"mama jangan marah sama kak Alex, aku yang salah, aku yang ngajak kak Alex makan es krim walaupun mama sudah melarang" jelas Asyila yang tidak mau kakak nya kena marah, "nggak ma, aku yang mengajak Asyila makan es krim, jangan marahi dia aku yang salah" sahut Alex yang juga tidak mau adik nya kena marah oleh Sinta
"kalian sudah melanggar perintah mama, jadi kalian harus di kasih hukuman" ucap Deon, "aku saja" sahut Alex dan Asyila secara bersamaan, "tidak kak, ini salah ku jadi aku yang harus dihukum" ucap Asyila
"aku yang salah yah, ayah bisa menghukum ku tapi jangan hukum Asyila" pinta Alex, "ayah, aku yang salah! aku yang ngajak kakak makan es krim, tadi kakak sudah melarang ku tapi aku masih tetap mengajak kakak" jelas Asyila menunduk pelan
"kemarilah" ucap Sinta, Alex dan Asyila tetap diam di tempat, "apa kalian akan tetap menunduk dan tidak mau memeluk mama kalian hm" tanya Sinta. Alex dan Asyila mendongakkan kepala mereka lalu tersenyum dan menghampiri Sinta
"maaf" cicit mereka lalu memeluk Sinta, "nggak papa, asal jangan di ulangi, kalian boleh makan es krim tapi secukupnya saja karna itu tidak baik untuk kesehatan" jelas Sinta, Alex dan Asyila mengangguk.
"mm…apa ayah akan tetap menghukum kami mm maksud ku menghukum ku" tanya Alex ragu, "haha ayah tadi hanya bercanda, mana mungkin ayah tega menghukum kalian hanya karna makan es krim" ucap Deon merentangkan kedua tangan nya
Alex dan Asyila paham apa yang diinginkan Deon pun langsung berlari dan masuk ke dalam pelukan Deon.
__ADS_1
Flashback off
•
Di kediaman Sasena, Aldo baru saja pulang dari kemarin, semenjak Asyila tiada Aldo sering minum-minum, pulang pagi bahkan tidak pulang sama sekali. kedua orang tua melihat perubahan sikap Aldo merasa kasihan, mereka terus berusaha menjodohkan Aldo dengan anak teman bisnis Gabriel tapi Aldo selalu saja menolak keras
"Aldo kamu dari mana saja" tanya Debby, "ada sedikit urusan" jawab Aldo, "mau sampai kapan kamu seperti ini Aldo, dia udah nggak ada! kamu harus melanjutkan hidup mu! mama sama papa sudah tidak muda lagi kami juga menginginkan cucu dari mu karna kamu anak kami satu-satu nya" jelas Debby
"mama bisa nggak, nggak usah bahas itu lagi! Aldo pusing dengerinnya" ucap Aldo lalu menuju lantai atas, "sebentar lagi teman papa bersama keluarga nya akan datang, kamu bersiap lah" ucap Debby sedikit berteriak karna melihat Aldo sudah sampai di lantai atas
Malam hari semua nya sudah berkumpul di ruang tamu, teman bisnis papa Aldo beserta keluarga nya sudah ada di sana.
astaga! papa sama mama mau jodohin aku sama wanita ini, bahkan Asyila jauh lebih cantik dari pada wanita ini. batin Aldo menatap sinis wanita yang duduk tepat di depan nya
"bagaimana nak Aldo" tanya pria paru baya yang berstatus ayah dari wanita yang akan di jodohkan dengan Aldo, Aldo berdiri dari duduk nya, "saya menolak perjodohan ini" ucap Aldo dingin
"tapi kenapa" tanya nya, "saya tidak tertarik dengan wanita manapun kecuali 1" jawab Aldo lalu melangkahkan kaki nya keluar dari mansion
"maaf atas kelakuan anak saya" ucap Gabriel, "tidak masalah, saya mengerti anak jaman sekarang pasti susah untuk menerima nya" ucap pria itu, "kalau boleh saya tau, Aldo seperti itu karna apa" tanya wanita yang akan di jodohkan dengan Aldo
"Aldo pernah mencintai seseorang tapi belum sempat ia mengatakan nya wanita itu sudah pergi karna sakit" ucap Debby, "apa boleh saya melihat foto nya" pinta Reva, "sebentar" kata Debby beranjak dari duduk nya menuju kamar Aldo karna ia tau di kamar Aldo banyak sekali foto Asyila, "ini" Debby menyerahkan foto Asyila kepada Reva
cantik, pantas saja Aldi tergila-gila sama ni cewek. batin Reva
"ini tante, terimakasih" ucap Reva, "ya" balas Debby, "kalau begitu kami permisi, karna ini sudah sangat malam" pamit mereka, "baiklah, maaf atas kejadian tadi" kata Gabriel, "tidak masalah" ucap papa Reva
Reva dan keluarga nya pergi dari kediaman Sasena, "ini sudah kesekian kali nya Aldo menolak" ucap Gabriel memijat pelipis nya, "entah apa yang masih di harapan kan" lanjut Gabriel, "lebih baik kita istirahat, ini sudah malam" ujar Debby, "hmm" dehem Gabriel.
__ADS_1