
"bagaimana keadaan anak saya dok" tanya Alex saat melihat dokter selesai memeriksa Rachel, "nona baik-baik saja, dia pingsan karna belum makan" jelas dokter, "syukurlah" gumam Alex
"terimakasih dok, kalau begitu saya permisi" pamit Alex diangguki oleh dokter, Alex menggendong Rachel lalubkleuar dari ruangan dokter
Alex masuk ke ruang rawat Andin, "Rachel" lirih Aurel dan langsung mendekat ke arah Alex yang menggendong Rachel
"Rachel nggak papa kan mas" tanya Aurel mengambil alih Rachel dari gendongan Alex, "dia baik-baik saja, dia pingsan karna belum makan. aku akan keluar sebentar untuk membeli makanan buat kita semua" kata Alex diangguki Aurel dan Sinta, Andin tertidur karna habis minum obat.
~
__ADS_1
Sudah 4 hari Andin di rawat di rumah sakit, sekarang Andin sudah di perbolehkan untuk pulang, "aku !bisa jalan sendiri kak" ucap Andin, "diam kamu itu nggak boleh banyak gerak nanti jahitan mu terbuka" ketus Alex
"anak laki-laki mama sungguh posesif" cibir Andin, "sudah jangan banyak bicara, ayo jalan" kata Alex, "sabar napa" ketus Andin
Mereka masuk ke dalam mobil, Alex mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang. sesampainya di mansion, Andin turun di bantu oleh Sinta, Rachel tertidur di pelukan Aurel
"biar Andin aku yang bantu" ucap Alex mengambil alih Andin dari Sinta, "baiklah" kata Sinta. mereka semua masuk ke dalam mansion
"hah…capek banget" gumam Andin merebahkan tubuh nya di atas kasur, "ayah" lanjut Andin lalu tersenyum, "aku sangat merindukan mu ayah" ucap Andin lalu memejamkan mata nya.
__ADS_1
Pagi hari di balkon kamar, seorang wanita memejamkan mata nya di sana, "nak" panggil seseorang, wanita itu tersenyum lalu membuka mata nya
"waktu mu tinggal sebentar lagi, manfaat kan waktu mu itu sebaik-baiknya" ucap nya, "aku mengerti, aku akan selesaikan ini dengan cepat, hati ku terasa berat saat nanti aku meninggalkan mereka" ucap wanita itu
"kamu harus meminta bantuan kakak mu, beritahu dia kalau kamu datang hanya untuk sementara bukan selama nya" ujar nya, "itu tidak mungkin, aku akan menyakiti hati kakak" tolak wanita itu
"kamu harus melakukan nya, karna kakak mu lah yang bisa membantu mu, walaupun kamu harus menyakiti perasaan nya" jelas nya
"hufft…baiklah, nanti aku akan berbicara dengan nya, tapi tunggu aku siap mengatakan nya" pinta wanita itu, "baiklah" ucap nya lalu menghilang dari pandangan nya
__ADS_1
"aku disini hanya sementara bukan selama nya" gumam wanita itu meneteskan air mata nya.