
Asyila masuk ke kamar dan mengunci pintu nya, ia mengambil kotak obat dan mengobati luka nya, "ayah, luka ini tidak sebanding dengan apa yang mama rasakan setelah mengetahui semua nya, apa ayah tau bagaimana rasa nya saat mama bicara seperti tadi" ucap Asyila tersenyum miris
Selesai mengobati luka nya, Asyila langsung keluar dari kamar menuju lantai dasar, "loh kak Alex tumben udah pulang" tanya Asyila, "hmm, pekerjaan kakak cuman sedikit jadi bisa pulang awal" Alex masih fokus ke layar tv
"tangan kamu kenapa" tanya Alex, "luka kecil kak" jawab Asyila, "apa mama mau sarapan tadi" tanya Alex, Asyila mengangkat kedua bahu nya. Alex mengerutkan kening nya, "apa maksud mu" tanya Alex
"tidak, lebih baik kakak temui mama sekarang" ujar Asyila lalu pergi ke taman belakang. Alex beranjak dari duduk nya dan menuju ke kamar Sinta, saat hendak masuk Alex tak sengaja melihat tetesan darah, karna panik Alex masuk tanpa meminta ijin dari Sinta
Alex melihat Sinta terduduk di lantai sambil menangis, "mama" panggil Alex, "Alex, dimana Asyila" tanya Sinta, "apa dia marah sama mama karna mama bicara seperti tadi, bahkan dia menyayat tangan nya sendiri" sambung Sinta, "mama nggak bermaksud bicara seperti tadi, mama minta maaf" ujar Sinta,
"mama nggak salah, seharusnya kami yang meminta maaf sama mama, untuk Asyila biar aku yang bicara" Alex keluar dari kamar Sinta dan mencari Asyila.
Alex melihat Asyila duduk di kursi taman, "Asyila" panggil Alex seraya mendudukkan diri nya di sebelah Asyila, "hmm" dehem Asyila, "kamu marah sama mama hm" tanya Alex mengusap rambut panjang adik nya
__ADS_1
"aku nggak marah sama mama kak, aku hanya memberi mama kesempatan untuk menghukum ku karna menyembunyikan ini semua" jelas Asyila, "dengan melukai diri mu" timpal Alex, "hukuman itu kurang sepadan dengan luka yang ada di hati mama, bahkan aku akan membiarkan mama menghabisi ku untuk membayar kesalahan ku" ujar Asyila
"kita tau, kalau kita sudah masuk ke lubang yang salah dan itu akan melukai hati mama, tapi keadaan yang memaksa kita untuk masuk ke lubang itu dan kita harus terima apapun resiko nya" sahut Alex, "kemarahan mama itu memang sudah pantas kita dapatkan" tambah Asyila
"lebih baik kita masuk" kata Alex diangguki oleh Asyila. mereka masuk ke dalam mansion lalu masuk ke kamar mansing-masing.
Sore hari, Sinta keluar dari kamar dan menuju ke dapur, "bi, apa anak-anak sudah makan siang tadi" tanya Sinta, "belum Nyonya, Tuan Alex sama non Asyila dari tadi pagi belum ke sini" jawab bi Lia, "makasih bi" bi Lia mengangguk dan melanjutkan pekerjaan nya
Sinta mengambil 2 piring makan siang untuk kedua anak nya, walaupun begitu ia tidak akan membiarkan kedua anak kesayangan nya kelaparan, Sinta melangkahkan kaki nya menuju ke kamar Alex
tok tok tok
ceklek
__ADS_1
Sinta masuk ke dalam dan meletakkan nampan di atas meja kecil, "buat siapa ma" tanya Alex, "buat kamu sama Asyila, kalian belum makan kan" kata Sinta, "mama nggak perlu repot-repot bawain makanan buat aku, aku bisa ke bawah sendiri" jelas Alex
"mama nggak repot, sudah sekarang kamu makan, mama mau ke kamar Asyila" kata Sinta diangguki Alex. Sinta keluar dari kamar Alex dengan membawa nampan di tangan nya
tok tok tok
"Asyila" panggil Sinta, "masuk saja!" balas Asyila dari dalam yang sedang mengerjakan pekerjaan kantor nya jadi ia tidak mengenal jelas siapa yang meminta ijin
"Asyila, mama bawain makanan buat kamu, kata bibi kamu belum makan" ujar Sinta, Asyila sedikit terkejut saat mendengar suara Sinta, "nanti aku bisa makan, aku masih ada kerjaan" kata Asyila, "maaf" cicit Sinta, "tidak perlu meminta maaf, kami yang salah" kata Asyila
"tadi, mama tidak bermaksud bicara seperti itu" ucap Sinta, Asyila tersenyum, "aku tau, mama bicara seperti itu karna luka di hati mama" sahut Asyila, "mama berhak marah dan menghukum kami, tapi jangan ulangi perkataan mama tadi, itu akan lebih menyakitkan dari luka yang setiap hari kami rasakan" jelas Asyila
"apa mama sudah makan" sambung Asyila, "sudah, tadi mama sudah makan" bohong Sinta, "bohong, mama baru saja keluar dari kamar, sekarang kita makan sama-sama" ujar Asyila, "mama bisa makan nanti, yang penting sekarang kamu makan dulu" ucap Sinta
__ADS_1
"baiklah, aku juga tidak akan makan" balas Asyila, "jangan seperti itu, kamu harus makan, mama nggak mau kamu sakit" timpal Sinta, "begitu juga dengan ku, aku juga nggak mau kalau mama sampai sakit, sudah kita makan sama-sama" Sinta mengangguk.