
Deon mulai membuka mata nya, ia melihat Sinta masih terlelap di pelukan nya. Dengan perlahan Deon melepas pelukan nya dan beranjak dari brangkar. Deon tidak berniat membangunkan sang istri karna ia tau istri nya kelelahan, karna akhir-akhir ini istri nya jarang tidur
Deon keluar dari ruangan itu.
"Mami, Papi, kalian ngapain di luar" Tanya Deon, "Asyila udah sadar, dan sekarang dokter lagi memeriksa nya" Jawab Arini tersenyum, "Syukurlah" Ucap Deon senang
Sinta bangun dari tidur nya dan sudah tidak melihat suami nya di samping nya, ia merapikan rambut nya lalu keluar dari ruangan
"Loh kalian kenapa diluar" Tanya Sinta, "Lalu siapa yang berjaga di dalam" Sambung Sinta, Mira mendekat ke arah sinta. "Kesehatan Asyila kembali menurun dan sekarang sedang diperiksa oleh dokter" Jawab Mira menggengam tangan anak nya.
"Bagaimana keadaan cucu saya, Dok" Tanya Rendra, "Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi kami tidak bisa menolong nya" Jawab Dokter, "D–dokter ja–jangan bercanda!! Anak saya baik-baik saja kan, Dok" Seru Sinta
"Maaf, Nyonya. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain, kalau begitu saya permisi" Sinta langsung masuk ke dalam dan melihat Alex menangis memeluk tubuh Asyila yang sudah di tutupi kain putih
"Asyila" Lirih Sinta mendekat ke arah Asyila. Ia masih tidak percaya dengan semuanya, seharus nya saat ia bangun ia melihat anaknya sudah sadar tapi yang terjadi malah sebalik nya
"Yang sabar, Nak" Ucap Arini mengusap bahu menantunya, "Mami, Asyila Mih. Tolong Mami bujuk dia, kalau disini aku menunggu nya" Ucap Sinta memeluk Arini
__ADS_1
Sinta melirik ke arah suami nya yang tersenyum, ia sedikit heran
"Kenapa kamu tersenyum" Tanya Sinta seraya melepas pelukan nya
"Prank!!!!" Teriak semua orang yang ada di dalam, termasuk Asyila juga ikut berteriak walaupun suara nya tidak bisa seperti biasa nya
Sinta menengok ke arah asyila yang tersenyum kepada nya. "A–Asyila? Bukan nya"
"Ini semua rencana Deon, pukul saja dia" Sahut Rendra,
"Mas" Sinta menatap tajam suami nya yang masih tersenyum kepada nya, "Happy birthday, Sayang" Ucap Deon memberikan sebuah kotak kecil yang berisi cincin, semua orang terkejut dengan ucapan Deon
Sinta yang awal nya bahagia menjadi kesal karna Deon mengerjai nya
"Kamu nggak suka" Tanya Deon, "Suka, tapi aku marah padamu" Ketus Sinta, "Maaf, Sayang" Ucap Deon memeluk Sinta
"Bercanda mu nggak lucu, Mas. Kenapa harus bawa kesehatan anak-anak" Kesal Sinta, "Iya, nggak lagi" Balas Deon mencium singkat bibir Sinta
__ADS_1
"Ayah!!!" Pekik Alex dan Asyila menutup mata nya, "Kamu itu nggak lihat-lihat tempat!! Di sini ada anak-anak" Ucap Arini menarik telinga Deon
"Aduh, Mih!! Iya deh nggak ngulang" Arini melepas tangan nya dari telinga Deon
"Pih, Mami iri tu sama Deon" Ledek Deon dan langsung mendapat pelototan dari Arini, Sinta melepas pelukan nya dan menghampiri kedua anak nya
"Kalian ini juga sama" Sinta menepuk pelan pipi kedua anak nya dan langsung memeluk nya, "Jangan seperti itu lagi, Mama khawatir sama kalian" Sambung Sinta
"Iya, Mah."
~ END ~
BUAT KALIAN YANG HOBI REBAHAN DAN GA ADA PENGHASILAN, KALIAN BISA CEK IG AUTHOR @_imrsya.
SELAMAT MENCOBA!!
__ADS_1
👤 : "Ada story baru buat kalian, jika berkenan bisa mampir. G maksa"