
Asyila sedang di periksa oleh dokter yang kemarin memeriksa keadaan Asyila, saat dokter ingin keluar dari ruang periksa, Asyila memberi isyarat kepada dokter untuk tidak memberitahu kan keadaan yang sebenarnya kepada Sinta dan Alex
"bagaimana keadaan anak saya dok" tanya Sinta, "nona baik-baik saja tidak ada yang perlu di khawatir kan" jawab dokter tersenyum paksa, "apa dia harus di rawat" tanya Alex
"tidak Tuan, nona bisa di bawa pulang hari ini juga" jawab dokter, "kalau begitu saya permisi" pamit dokter, Sinta dan Alex langsung masuk ke ruangan di mana Asyila berada
"kak, ayo pulang aku udah nggak papa" ajak Asyila, "iya sabar dulu" kata Alex
Alex membantu Asyila berjalan sampai ke mobil, Alex melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju mansion
Sampai di mansion, Alex membantu Asyila turun dari mobil lalu masuk kedalam, "kak aku mau tiduran aja di kamar" pinta Asyila, "baiklah ayo" ucap Alex membantu Asyila menaiki tangga
__ADS_1
"kakak bisa pergi, aku bisa sendiri" ucap Asyila saat mereka sudah berada di depan pintu kamar Asyila, "apa kamu yakin" tanya Alex, "hmm" dehem Asyila. setelah Alex pergi, Asyila masuk kedalam kamar nya lalu mengunci pintu nya
Asyila berjalan menuju balkon kamar nya dan duduk di kursi sambil menatap langit,
kali ini aku masih bisa menyembunyikan ini, tapi nanti? aku tidak tau sampai kapan aku nyembunyiin ini dari mereka terutama mama, aku nggak bisa bayangin gimana hancur nya mama saat tau semua nya. huff aku harus secepatnya pergi seperti usulan dokter. batin Asyila
Asyila beranjak dari duduk nya, ia mengambil koper lau memasukkan beberapa baju untuk besok ia terbang ke negara S.
tok tok tok
"Asyila ini mama sayang" ucap Sinta dari barat luar, "ya ma! sebentar" kata Asyila dari ruang ganti
__ADS_1
ceklek
Asyila membuka pintu kamar nya dan melihat Sinta membawa nampan berisi makanan dan segelas air, "mama, buat siapa ma" tanya Asyila saat melihat nampan ditangan Sinta, "buat kamu lah, kamu belum makan dari tadi pagi" jawab Sinta menarik lembut tangan Asyila menuju balkon kamar
"ayo makan dulu, mama suapin" ucap Sinta, "ma aku bisa makan sendiri, dan mama nggak usah repot-repot bawain aku makan, aku bisa ambil sendiri" kata Asyila
"udah nggak papa, sini mama suapin" ujar Sinta, Asyila membuka mulut nya dan menerima suapan Sinta
Selesai makan, Sinta memberi segelas air kepada Asyila, "hmm makasih" ucap Asyila, "tidak perlu berterima kasih, ini sudah kewajiban mama ngerawat kamu, oh ya tadi obat nya kamu yang bawa kan? mana biar sekalian" tanya Sinta
"nanti aku minum sendiri ma, mama nggak usah khawatir" kata Asyila, "baiklah, kalau begitu mama keluar dulu" ujar Sinta diangguki Asyila
__ADS_1
setelah Sinta keluar dari kamar, Asyila kembali mengunci pintu nya, "hiks maaf, maaf kalau nanti buat mama hancur kembali setelah tau semua nya hiks tapi mama tenang saja, aku akan berusaha untuk ini demi mama" ucap Asyila sambil memeluk lutut nya, Asyila mengusap air mata nya, tiba-tiba kepala nya terasa pusing saat ia berdiri ada darah menetes di lantai, Asyila memegang hidungnya dan darah itu keluar dari hidung nya
ini darah terakhir yang akan keluar. batin Asyila.