LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 67 •


__ADS_3

Sinta dan Asyila masih dengan posisi berpelukan, mereka merasakan kehangatan dalam hati mereka masing-masing. Karna terlalu nyaman dalam pelukan Sinta, Asyila tak sadar kalau dia sudah terlelap. "kenapa Asyila tidak bergerak" tanya Alex saat melihat Asyila tidak bergerak dalam pelukan Sinta, "sudah biasa, walaupun dia tak mengingat mama, tapi kebiasaan nya tidak pernah hilang, dia selalu tertidur kalau mama peluk" jawab Sinta tersenyum


"Alex bawa adikmu ke kamar" lanjut Sinta, Alex pun menggendong Asyila ala bridal style ke kamar, dan menaruh nya di atas kasur dengan perlahan tak lupa ia menyelimuti adik kesayangan itu. Selesai itu Alex keluar dan kembali duduk di antara Sinta dan Aurel.


"bagaimana kalian bisa menemukan anak saya" tanya Sinta, "jadi benar gadis itu anak anda Nyonya" tanya sang kakek yang baru saja duduk di sebelah nenek, "ya, dia anak perempuan saya satunya, dia mengalami kecelakaan dan mobil nya masuk ke dalam jurang dan meledak" jawab Sinta, jawaban Sinta membuat kakek dan nenek terkejut


"kami menemukan gadis itu di hutan dengan luka yang cukup parah..."


Flashback on

__ADS_1


Di sebuah hutan sepasang suami istri yang sudah lansia sedang mencari kayu bakar untuk memasak, mereka terus berjalan menyusuri hutan itu sampai mereka mendengar suara seseorang


"to...long! to..long!" teriak seseorang


"nek, apa kau mendengar suara seseorang meminta tolong" tanya sang kakek, "ya aku mendengar nya, lebih baik kita lihat saja" ajak sang nenek, "tapi kalau ternyata itu penjahat bagaimana, ini kan hutan" tanya sang kakek ragu-ragu, "kita lihat saja dulu, siapa tau orang itu memang memerlukan bantuan" balas sang nenek


"baiklah kita kesana, suaranya dari arah sana" kakek dan nenek itu pun menghampiri arah sumber suara yang mereka dengar. Sampai mereka melihat seorang gadis dengan luka cukup parah di sekujur tubuh nya terutama bagian kepala, darah dari kepala gadis itu terus keluar, kakek itu mendekati gadis itu dan memeriksa nadi nya


Sampai diruma membaringkan gadis itu diatas kasur dan tak lama tabib datang dan mengobati gadis itu.

__ADS_1


"bagaimana keadaan nya" tanya sang nenek, "luka nya cukup parah, dia harus di bawa ke rumah sakit. tapi saya sudah menghentikan pendarahan nya" ucap tabib, "baiklah nanti kita bawa gadis ini kerumah sakit" kata sang kakek, "kalau begitu saya permisi" pamit tabib itu, setelah tabib itu pergi sang kakek bingung ia bisa mendapatkan uang dari mana untuk biaya rumah sakit


"nek apa kau masih ada tabungan" tanya sang kakek, "ya, aku masih ada, itu bisa kita gunakan untuk pengobatan gadis ini" jawab sang nenek, "ayo kita bawa gadis ini ke klinik dekat sini" ajak kakek, mereka pun membawa gadis yang mereka temukan ke klinik dekat situ, karna tempat yang mereka tinggali adalah sebuah desa kecil dan hanya terdapat 1 klinik di sana.


Sampai di klinik gadis itu di sarankan di rawat di sana beberapa hari, sudah 4 hari gadis itu di rawat gadis itu sudah di perbolehkan untuk pulang tapi satu, gadis itu hilang ingatan karna benturan yang cukup kuat di bagian kepala nya


Flashback off


"Asyila" lirik Sinta meneteskan air matanya saat mendengar cerita dari kakek dan nenek yang menemukan Asyila, Alex yang melihat mama nya menangis pun memeluk Sinta erat, Aurel berpindah posisi duduk nya di sebelah Sinta dan mengusap punggung Sinta

__ADS_1


"jadi selama 2 tahun ini Asyila tinggal bersama kalian" tanya Aurel, "ya, selama 2 tahun ini dia tinggal bersama kami, dia gadis yang baik, sopan, ramah dia selalu membantu kami dan sangat perhatian sama kami, dan kami juga sangat menyayangi nya" jawab sang kakek tersenyum, "mm apa kita boleh membawa Asyila pulang" tanya Alex ragu-ragu


"TIDAK!!"


__ADS_2