LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 101


__ADS_3

"bermain" Asyila beranjak dari kasur lalu berdiri tegap


"tapi kali ini aku akan bermain pelan tidak seperti biasa nya" sambung Asyila


"apa kau akan menghancurkan mereka mm maksud nya kau akan membunuh mereka" tanya Alex


"tidak, aku tidak akan membunuh mereka selagi mereka tidak melakukan hal yang sudah kelewat batas" jawab Asyila


"apa kau tidak merasa sedih atau gimana gitu setelah kau tau Arga mengkhianati mu" tanya Alex


Asyila memutar badan dan menghadap ke arah Alex, "awal nya memang iya tapi sekarang tidak, karna aku dapat mainan baru"


"lalu apa yang kau lakukan tadi di mansion Samuel hm" Asyila menatap tajam kakak nya


Alex menghembuskan nafas kasar, "hanya memberi pelajaran saja, dan itu tidak parah"


"seperti nya Nyonya Samuel sangat marah saat mengetahui Arga memiliki hubungan dengan wanita yang ada di rekaman itu" sambung Alex


Tiba-tiba Asyila tersenyum miring, otak yang ada di kepala nya seakan mengirimkan ide licik untuk bermain

__ADS_1


Alex menatap Asyila dengan heran, "kamu kenapa tersenyum seperti itu? kau belum puas bermain dengan laptop mu"


"tadi aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya melihat-lihat saja dan mencari celah di sana"


Alex ingin sekali bertanya pada Asyila, tapi ia takut kalau pertanyaan yang akan ia lontarkan akan membuat Asyila kesal, Asyila yang mengetahui raut wajah Alex pun angkat suara, "katakan saja"


"apa kau akan menerima lamaran dari keluarga Sasena"


"tidak, aku tidak pernah mencintai Aldo lagi pula aku hanya menganggap Aldo hanya sebatas sahabat tidak lebih"


"lalu? kau itu harus melanjutkan hidup mu" ucap Alex


"dan mama juga membebaskan ku untuk mencari pilihan ku, tapi kalau kalian memaksa ku untuk menerima lamaran dari keluarga Sasena maaf aku tidak akan menerima nya" sambung Asyila


Alex tidak bisa berbuat apa-apa, karna adik nya memang keras kepala jadi apa boleh buat, "terserah kau saja, ini sudah malam kau tidur lah"


~


Pagi hari Asyila ingin tidur lebih lama, ntah ia merasa hari ini ia akan bermalas-malasan, sampai ketukan pintu mengganggunya

__ADS_1


"Asyila bangun sayang! ini udah pagi" ucap Sinta dari depan pintu kamar Asyila


Sinta terus mengetuk pintu itu, karna tidak ada jawaban ia memilih masuk dan melihat anak perempuan nya masih terlelap, "Asyila ayo bangun"


"bentar ma, ini masih gelap" Asyila menarik selimut nya sampai menutupi seluruh tubuh nya


Sinta membuka selimut Asyila sampai leher, "gelap dari mana hm? matahari udah terbit"


"aku masih mau tidur ma" Asyila kembali menarik selimut nya


Sinta membuka korden kamar Asyila lalu kembali duduk di tepi ranjang dan membuka selimut Asyila, "mandi terus sarapan setelah itu kamu boleh tidur lagi, ingat kan kamu nggak boleh telat makan" ucap Sinta


"hmm" dehem Asyila, ia terpaksa bangun karna pasti mama nya akan terus mengganggunya kalau dia belum makan apalagi kalau sampai telat makan terus sakit.


NB:


Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.


Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!

__ADS_1


Terima kasih!


__ADS_2