LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
EKSTRA PART - Flashback


__ADS_3

Tengah malam, Asyila terbangun karna mengalami mimpi buruk, ia memeluk lutut nya dan menangis. Samar-samar Sinta mendengar suara tangisan, ia membuka mata nya dan melihat tubuh mungil yang sangat ia kenal, "Asyila, kamu kenapa sayang" tanya Sinta mengusap rambut panjang Asyila, "hiks mama" Asyila langsung memeluk erat Sinta dan terus menangis


"kamu kenapa hm?" tanya Sinta mengusap air mata Asyila, "t…tadi aku bermimpi buruk" ucap Asyila, "itu hanya mimpi sayang, sekarang Asyila tidur lagi ya" Asyila menggelengkan kepala nya, "lalu? ini masih sangat malam sayang" sambung Sinta


"gendong" rengek Asyila, "baiklah, tapi Asyila tidur ya" Asyila mengangguk. Sinta menggendong Asyila agar Asyila tertidur, cukup lama Sinta menggendong Asyila, akhir nya Asyila tertidur pulas. Sinta membaringkan Asyila di atas kasur, lalu ia juga ikut berbaring di sebelah Asyila sambil memeluk nya.

__ADS_1


Pagi hari, Sinta bangun terlebih dulu, ia masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk Deon mandi, setelah itu ia menyiapkan baju untuk suaminnya berangkat ke kantor, "mas, bangun, air nya udah aku siapin" ucap Sinta menepuk pelan lengan Deon, "mghh" Deon menarik tangan Sinta, hingga Sinta menimpa tubuh nya


Sinta tersentak saat ia berada di atas tubuh sang suami, "mas, disini ada Asyila" ucap Sinta pelan, "apa masalah nya, dia juga masih tidur" balas Deon tersenyum, Deon langsung mencium lembut bibir Sinta, Sinta memejamkan mata nya dan mengikuti permainan sang suami


Deon melepas ciuman nya setelah di rasa mereka membutuhkan oksigen, "morning kiss, sayang" ucap Deon, "sudah, sekarang kamu mandi" kata Sinta berdiri dari atas tubuh Deon, "mandiin" rengek Deon, "mas, jangan seperti anak kecil, aku masih punya banyak pekerjaan" kata Sinta, "baiklah" dengan perasaan kesal Deon masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Deon keluar dari kamar mandi dan mulai memakai baju yang sudah di siapkan Sinta, "biar aku pakaikan" ucap Sinta saat melihat Deon kesusahan memakai dasi, "nggak perlu, aku bisa sendiri" tolak Deon, "mas" panggil Sinta, "hmm" dehem Deon, "kamu marah hm?" tanya Sinta, "menurutmu" balas Deon


"menurutku tidak, karna kalau kamu marah kamu tidak akan membalas perkataan ku" ujar Sinta, ia tau kalau Deon sedang marah pada nya tapi ia akan menjaili Deon sebentar. belum sempat Sinta melangkah, tangan Sinta di tarik Deon hingga tubuh mereka saling menempel


"suami marah bukan nya dibujuk, malah di bercandain" kesal Deon, "lalu, aku harus ngapain biar kamu nggak marah lagi hm" tanya Sinta mengalungkan kedua lengan nya di leher Deon, "nanti malam, aku meminta jatah ku sampai pagi" jawab Deon santai, "baiklah, tapi setelah itu kau tidak akan dapat jatah sampai Asyila umur 9 tahun" ujar Sinta enteng

__ADS_1


"yang benar saja, masa aku harus berpuasa selama 4 tahun" keluh Deon, "hahaha aku hanya bercanda, tapi kalau kamu mau juga nggak papa" ucap Sinta melepas pelukan Deon, "tidak! mana bisa aku berpuasa selama itu" balas Deon cepat, "hanya 4 tahun" sahut Sinta, "4 tahun bagi mu itu sebentar, tapi bagiku itu lama Sinta" balas Deon.


__ADS_2