
Setelah sarapan pagi Asyila kembali ke kamar nya, entah kenapa kepala nya sering sekali terasa pusing, tapi Asyila tak terlalu memperdulikan itu. Asyila merebahkan tubuh nya di atas kasur lalu memejamkan mata nya
baru saja ia memejamkan mata nya ia mendengar handphone nya berbunyi, Asyila mengambil handphone nya yang berada di atas nakas lalu melihat siapa yang menelfon nya
Asyila menaikkan sebelah alis nya setelah melihat siapa yang menelfon nya, "mau ngapain ni anak telfon gue" gumam Asyila klau mengangkat telfon nya
"hmm"
"..."
"gak bisa"
"..."
"gue nggak bisa" Asyila langsung mematikan telfon nya lalu kembali memejamkan mata nya.
Di tempat lain seorang pria berdecih pelan setelah menelfon seseorang
"huuff dia nggak bisa lagi, apa dia akan nerima gue setelah pernikahan nya batal" gumam Aldo yang sekarang sudah berada di sebuah cafe
__ADS_1
"tapi gue nggak boleh nyerah gitu aja, gue harus buat Asyila jatuh hati ke gue" Aldo memanggil pelayan untuk meminta tagihan nya setelah membayar Aldo keluar dari cafe itu dan langsung pulang ke kediaman Sasena
Sampai di kediaman Sasena, Aldo turun dari mobil nya lalu masuk kedalam mansion, Aldi melihat kedua orang tua nya berada di ruang keluarga, "ma, pa" panggil Aldo duduk di sebelah mama nya
"ada apa, kok kamu kayak seneng gitu" tanya Debby, Aldo menidurkan kepala nya di paha Debby, "aku dengar pernikahan Asyila di batalkan jadi aku bisa dong dapetin hati Asyila" jawab Aldo
Debby dan Gabriel saling pandang, "kok bisa batal kenapa" tanya Debby
"kalau masalah itu, aku kurang tau tapi yang terpenting sekarang aku bisa dapetin hati Asyila" Debby dan Gabriel hanya mengangguk, "terserah kau saja, asal kamu dapetin hati Asyila dengan cara baik" timpal Gabriel
"ya aku tau itu, yasudah aku mau ke kamar" Aldi bangun di tidur nya lalu meninggalkan Debby dan Gabriel di ruang keluarga menuju kamar nya
Di mansion Nugraha, Sinta dan Aurel sedang memasak untuk makan siang
"Aurel kamu lanjutin dulu masak nya, mama mau bangunin Asyila" ucap Sinta
"iya ma" Sinta meninggalkan Aurel di dapur dan melangkahkan kaki nya menuju kamar Asyila
Sinta mengetuk pintu kamar Asyila tapi tidak ada sahutan sama sekali, "Asyila buka sayang, makan siang dulu"
__ADS_1
"apa dia baik-baik saja, nggak biasa nya di begini" Sinta memutuskan untuk masuk kedalam untuk mengecek Asyila
Sinta duduk di tepi ranjang lalu menepuk pelan pipi Asyila, "Asyila bangun sayang"
"ma aku masih ngantuk, mama duluan aja" ucap Asyila dengan mata terpejam, "biarkan aku tidur lebih lama" sambung Asyila
"kamu kenapa? nggak biasa nya kamu kayak gini" tanya Sinta, Asyila menggeleng, "aku nggak papa ma, cuma mau tidur lebih lama aja"
"mama bawain makan siang kamu kesini aja ya, mama nggak mau kalau kamu sampai telat makan" ucap Sinta
"hmm"
NB:
Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.
Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!
Terima kasih!
__ADS_1