LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 113


__ADS_3

"mama" panggil seseorang, Sinta yang mendengar suara yang selama ini ia rindukan pun langsung menengok ke sumber suara, ingin sekali Sinta membuka suara dan memanggil nama nya tapi seakan mulut nya terkunci, "mama kenapa menangis" tanya Asyila mengusap air mata Sinta, "aku mohon jangan menagis lagi, aku akan lebih tersiksa melihat air mata mama yang jatuh" sambung Asyila menggenggam kedua tangan Sinta


Sinta mengulurkan tangan nya mencoba menggapai wajah Asyila namun tidak bisa


Asyila, mama sangat merindukan mu nak, kenapa kamu lebih memilih bersama ayah mu, mama sudah berusaha mengikhlaskan mu tapi bayangan dan suara mu masih terdengar di sini. batin Sinta menatap lekat wajah Asyila yang terlihat pucat


Asyila melepas tautan tangan nya, "maaf aku harus pergi" ucap Asyila


"mama mohon jangan pergi! mama sangat merindukan mu nak! Asyila!" teriak Sinta, "ASYILA!!" teriak Sinta. Sinta terbangun dari tidur nya dengan nafas tak beraturan

__ADS_1


brakk


Alex membuka pintu kamar Sinta dengan kasar karna tadi ia mendengar suara teriakan Sinta, "ma ada apa" tanya Alex, "Asyila, tadi Asyila disini Alex, tadi Asyila di sini" ucap Sinta, "ma udah, Asyila udah tenang di sana" ucap Alex mengusap punggung Sinta, "tapi tadi Asyila di sini Alex!" kata Sinta, "iya ma, sudah sekarang mama tidur lagi ini masih sangat malam" ujar Alex membantu Sinta berbaring lalu menyelimuti nya, "mama istirahat, aku kembali ke kamar" Sinta hanya mengangguk


"waktu ayah mu pergi mama bisa mengikhlaskan nya karna kamu dan kakak mu masih ada di samping mama, tapi sekarang? kamu pergi bersama ayah mu. Mama rindu pelukan mu nak, mama rindu sikap manja mu, mama rindu sifat keras kepala mu itu, mama rindu semua yang kamu lakukan dulu" lirih Sinta.



"oh ya tadi kamu panggil oma mau ngapain" tanya Sinta menggendong Rachel, "aku kesini mau panggil oma buat sarapan, kita sarapan sama-sama di bawah" ucap Rachel, "baiklah ayo" Sinta menurunkan Rachel lalu menggandeng tangan mungil itu turun ke bawah

__ADS_1


"pagi ma" sapa Alex dan Aurel, "pagi" balas Sinta tersenyum simpul, "non Rachel sini sama mbak Andin" ucap Andin, Rachel mengangguk lalu menghampiri Andin dan duduk di pangkuan nya, "Rachel kamu duduk di kursi mu, kasian mbak Andin pasti dia kecapean" ucap Aurel, "tidak apa Nyonya, biar non Rachel disini" ucap Andin, "baiklah" kata Aurel, mereka sarapan lagi dengan tenang.


Selesai sarapan Sinta mengajak Rachel pergi ke taman belakang, "Rachel kamu duduk disini dulu ya, oma mau nyiram tanaman dulu" ucap Sinta, "Rachel mengangguk paham. Rachel terus memperhatikan Sinta yang sedang menyiram tanaman tapi sambil melamun, "non Rachel, non Rachel lihat apa" tanya Andin, "ya ampun mbak Andin kok tiba-tiba ada disini" tanya Rachel


"kan non Rachel disini jadi mbak Andin ikut kesini" balas Andin, "oh ya non Rachel tadi lihat apa? kayak nya serius banget" tanya Andin, "itu oma nyiram tanaman tapi sambil ngelamun, apa mbak Andin tau oma mikirin apa" tanya Rachel, "mbak Andin juga nggak tau" jawab Andin, "mbak Andin tunggu disini, aku mau tanya sama mama" ucap Rachel langsung masuk ke dalam, "non Rachel jangan lari-lari nanti jatuh!" ucap Andin sedikit berteriak


Andin mendekat ke arah Sinta yang sedang melamun, "maaf Nyonya itu air nya" ucap Andin membuyarkan lamunan Sinta, "ah iya, saya lupa" ucap Sinta lalu mematikan kran air nya, "kamu ngapain disini Andin, terus di mana Rachel" tanya Sinta, "non Rachel pergi ke dalam Nyonya dan saya di suruh nunggu dia di sini" jawab Andin


"ayo kita duduk disana" ajak Sinta, Andin hanya mengangguk kecil, "maaf Nyonya kalau saya lancang, tadi saya liat Nyonya melamun kalau boleh saya tau apa yang sedang Nyonya pikirkan" tanya Andin ragu-ragu, "Asyila" lirih Sinta, "Asyila? siapa Asyila" tanya Andin, "dia anak kedua saya, dia sudah pergi 3 tahun lalu" jawab Sinta, "maaf Nyonya, saya tidak tau" ucap Andin menundukkan kepala nya

__ADS_1


"tidak masalah" kata Sinta mengusap kepala Andin, entah dapat dorongan dari mana Sinta bisa mengusap kepala Andin, "lebih baik kamu kedalam, Rachel dari tadi belum kesini mungkin dia menunggumu di dalam" sambung Sinta, "kalau begitu saya permisi" kata Andin di balas anggukan oleh Sinta.


__ADS_2