LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 114


__ADS_3

Alex termenung di atas kasur dengan laptop yang menyala di pangkuan nya


maaf Asyila, aku belum bisa memenuhi permintaan mu itu, sangat mustahil bagi kakak mewujudkan nya. batin Alex


"mas" panggil Aurel memegang bahu sebelah kanan Alex tapi Alex tak merespon, "mas" panggil Aurel sekali lagi dan sedikit mengguncang bahu Alex, "ah iya ada apa" tanya Alex mengelap air mata nya, "kamu kenapa" tanya Aurel, "aku nggak papa" jawab Alex, "katakan saja, mungkin aku bisa membantu" ujar Aurel, "huff aku belum bisa memenuhi permintaan Asyila" kata Alex, "memang nya Asyila meminta apa dari mu" tanya Aurel

__ADS_1


"membuat mama berhenti menangis dan itu sangat mustahil bagi ku untuk memenuhi nya" ucap Alex, "bahkan tadi malam mama bermimpi bertemu dengan Asyila dan itu yang membuat mata mama terlihat sembab tadi pagi" sambung Alex, "tapi setidak nya kamu kamu udah usaha" timpal Aurel, "tapi mau sampai kapan, Asyila akan tersiksa di sana saat melihat air mata mama" ucap Alex, "seandai nya dia masih ada mungkin semua nya tidak akan seperti ini" lanjut Alex, "ya kau benar, aku saja masih tidak percaya kalau dia sudah tiada, bahkan aku baru mengenal nya beberapa saat" tambah Aurel


"aku masih ingat bagaimana dia dulu menyelamatkan ku dari wanita yang selalu menggoda mu dulu, bahkan dulu aku sangat terkejut kalau dia seorang mafia" kata Aurel, "dulu awal nya aku melarang dia untuk masuk dunia bawah seperti ku tapi dia memaksa dan ingin membalas dendam atas kematian ayah jadi aku mengijinkan nya tanpa sepengetahuan mama" ucap Alex


__ADS_1


"baiklah, kalau Rachel nakal cubit saja pipinya" ucap Aurel, "mbak Andin nggak akan ngelakuin itu sama aku, karna mbak Andin sayang sama Rachel" sahut Rachel, "sebenarnya kamu itu anak mama atau anak mbak Andin hm" tanya Aurel, Rachel mengangkat kedua bahu nya 'tidak peduli'


"Andin apa kamu sudah berkeluarga" tanya Sinta, "belum Nyonya, memang nya ada apa Nyonya bertanya seperti itu" tanya Andin, "tidak saya hanya penasaran saja, karna kamu itu cantik, baik, dan penyayang" ujar Sinta, "ini sudah malam sebaiknya kalian istirahat, mama juga mau ke kamar" sambung Sinta beranjak dari duduk nya lalu menuju lantai atas


"Rachel kamu tidur sama papa mama atau sama mbak Andin" tanya Alex, "aku tidur sama mbak Andin aja" jawab Rachel, "baiklah, Andin tolong bawa Rachel ke kamar nya kamu juga istirahat" ucap Alex, "iya Tuan, kalau begitu saya sama non Rachel ke atas dulu" ucap Andin diangguki Alex dan Aurel. setelah Andin dan Rachel pergi Alex dan Aurel juga pergi ke atas untuk beristirahat.

__ADS_1



Pagi hari semua nya sudah berada di meja makan kecuali Sinta, "aku mau di suapin sama mama" ucap Rachel, "baiklah sini, Andin tolong antarkan sarapan untuk mama di atas" pinta Aurel, "baik Nyonya" Andin membawa nampan berisi makanan untuk Sinta.


__ADS_2