
Sudah 6 hari belakangan ini Alex mengacuhkan Aurel itu karna perintah dari seseorang dan perintah itu tidak bisa di ganggu gugat, walaupun ia merasa berat tapi ia tetap menjalani nya.
"apa kau sudah mengirim pesan untuk nya" tanya seorang laki-laki
"ya aku sudah mengirimkan pesan untuk nya, mungkin sekarang dia sudah menerima pesan ku" jawab seorang wanita yang ada di sebelah laki-laki itu
"apa kau yakin dia akan kemari" tanya laki-laki itu
"kita lihat saja" jawab sangat wanita santai
Disisi lain di sebuah kamar terdapat seorang wanita yang sibuk memikirkan sikap kekasih belakang ini, tiba-tiba saja handphone nya berbunyi menandakan ada pesan masuk, ia pun membaca pesan itu
'Aku melihat kekasih mu masuk ke dalam hotel milik keluarga Nugraha bersama seorang wanita. Di lantai 8 kamar nomor 4271 untuk pasword nya nanti setelah kau sampai disana akan ku beritahu'
"Alex? tidak mungkin dia melakukan hal seperti ini, lebih baik aku kesana saja" ucap Aurel lalu bersiap pergi ke hotel. setelah bersiap ia memesan taxi online, tak menunggu lama taxi itu datang Aurel masuk dan menunjukkan alamat nya
Di sepanjang perjalanan Aurel menahan gejolak dihati nya, ingin sekali marah tapi ia urungkan
"semoga ini hanya orang iseng" gumam Aurel, taxi yang di tumpangi Aurel sudah sampai di hotel milik keluarga Nugraha. Aurel masuk ke dalam lift menuju lantai 8, setelah lift terbuka ia langsung mencari nomor kamar tadi, ia mengecek handphone nya nomor yang tidak dikenal tadi mengirim pasword kamar itu.
setelah mendapat kamar nomor 4271 Aurel memasukkan pasword nya otomatis pintu nya terbuka, suasana dalam kamar hanya berterangan dengan lampu tidur. Hati nya merasa hancur saat melihat seorang laki-laki dan seorang wanita tidur sambil berpelukan walaupun ia tak melihat wajah sang laki-laki tapi ia yakin kalau itu kekasih nya.
Aurel menghampiri mereka berdua dan menarik kasar laki-laki itu lalu menampar nya
plakk
Dorr
setelah menampar laki-laki itu, seketika ada letusan balon dari arah belakang dan semua lampu menyala dan memperlihatkan wajah laki-laki yang ia tampar ternyata laki-laki yang ia tampar bukan kekasih melainkan orang lain
__ADS_1
"sayang" panggil seseorang dari arah belakang, Aurel membalikkan badan dan melihat siapa yang memanggil nya
"k...kalian kalian ada disini" ucap Aurel terbata saat melihat Alex, Asyila, Sinta, dan Nafiza ada di sana
"HAPPY BIRTHDAY" teriak mereka berempat bersorak gembira melihat wajah Aurel yang terkejut
Alex menghampiri Aurel dan langsung memeluk erat tubuh Aurel
"maaf" cicit Alex
"maaf udah mengacuhkan mu akhir-akhir ini, tapi ini semua bukan kemauan ku" lanjut Alex
"lalu?" tanya Aurel
"ini semua rencana adik kesayangan ku Asyila, dia yang merencanakan ini semua untuk mu. awal nya aku menolak tapi kalau dia sudah berkata tidak ada yang bisa membantah" jelas Alex, Aurel langsung menatap Asyila sambil tersenyum
"Happy birthday kakak ipar, ups calon kakak ipar hahaha" ucap Asyila tertawa sambil menghampiri Aurel bersama Sinta dan Nafiza
"makasih bu, jadi ibu udah tau semua ini" tanya Aurel, Nafiza hanya mengangguk
"Happy birthday calon menantu ku yang cantik" ucap Sinta memeluk Aurel
"makasih ma" ucap Aurel membalas pelukan Sinta
"apa kau selama 6 hari ini menangis kakak ipar" tanya Asyila
"kau sudah tau jawaban nya, wanita mana yang nggak nangis saat liat tunangan nya jalan sama wanita lain" ucap Aurel melirik ke arah Alex
"lalu kalau ini semua rencana Asyila? wanita yang ikut dengan mu ke perusahaan itu?" sambung Aurel
__ADS_1
"dia Asyila, aku meminta nya untuk memakai masker karna yang orang tau Asyila sudah tiada jadi aku meminta nya untuk memakai masker" jelas Alex
"dan pada saat itu juga Asyila mengaku kalau dia sudah mengingat semua nya, setelah aku melihat dia melakukan aksi jail nya" sambung Alex
"bukan aksi jail tapi memberi hukuman, karna wanita ular berani menampar calon kakak ipar ku yang cantik ini" ucap Asyila menatap Aurel, seketika Aurel membeku. bagaimana Asyila tau aku di tampar Laura?. pikir Aurel
"jangan terkejut seperti itu, Asyila sudah mengetahui semua nya, bahkan saat kau di cafe bersama teman mu dan Laura berbicara pada mu saja di sudah mengetahui nya" sambung Alex
"kenapa kakak nggak ngasih tau kak Alex kalau kakak di tampar wanita itu" tanya Asyila menatap tajam Aurel
"jangan kau tatap kekasih ku seperti itu! dia jadi takut dengan tatapan mu" ketus Alex
"aku hanya tidak ingin dia khawatir" jawab Aurel menunduk pelan
"jangan menunduk, kau tidak pantas untuk menunduk" ucap Asyila mengangkat dagu Aurel
"apa kalian melupakan kami" ucap seseorang yang di tampar Aurel dan seorang wanita di sebelah nya
"hehe maaf kau akan mendapat bayaran mu, maaf kakak ipar ku sudah menampar mu" ucap Asyila
"baiklah kalau begitu kami permisi" ucap laki-laki itu keluar bersama wanita tadi
"jadi tadi itu orang bayaran" tanya Aurel
"sudah ku bilang ini semua rencana Asyila, aku, mama, dan Ibu hanya mengikuti nya saja" jawab Alex
"aku jadi merasa bersalah sama laki-laki tadi, aku sudah menampar nya" ucap Aurel merasa bersalah
"tidak perlu begitu, aku sudah membayar nya jadi kau tenang saja" ujar Asyila
__ADS_1
"sudah sekarang kita potong kue nya" pungkas Sinta mengambil kue yang ada di meja
Mereka pun memotong kue, dan merayakan hari ulang tahun Aurel sampai larut malam.