
Di dalam mobil Alex dan Andin sedang menuju ke arah mansion setelah puas latihan di markas, "kak nanti kalau sudah sampai bangunin aku ya" ucap Andin, "hmm" dehem Alex. Andin memejamkan mata nya karna ia merasa sangat lelah tadi mengurus pekerjaan di perusahaan di sambung dengan latihan dari sore sampai malam tanpa jeda.
Mobil yang di tumpangi Alex dan Andin sudah terparkir sempurna di halaman mansion, Alex menoleh ke arah Andin yang tertidur lelap pun tidak tega untuk membangunkan nya
Alex menggendong bridal Andin lalu masuk ke dalam mansion, "Alex, kalian dari mana saja, ini Andin kenapa" tanya Sinta, "kita dari markas ma, dan ini Andin ketiduran di mobil" balas Alex
"yaudah kamu bawa dia ke kamar nya" kata Sinta, Alex menaiki tangga menuju kamar Andin, "apa kalian sudah makan" tanya Sinta saat melihat Alex menuruni tangga
"belum, nggak sempet" ucap Alex, "ya sudah kamu makan, mama mau nganter makan malam buat Andin" kata Sinta
Sinta membuka kamar Andin dan melihat Andin baru saja keluar dari kamar mandi, "mama, mama mau ngapain kesini" tanya Andin, "mama kira kamu masih tidur jadi mama anterin makan malam nya kesini" ujar Sinta
"kenapa repot-repot aku bisa turun ke bawah" kata Andin, "nggak repot, udah sekarang kamu makan, mama nggak mau kalau kamu sampai sakit" ucap Sinta
"apa mama udah makan" tanya Andin, "udah tadi ama Aurel sama Rachel" kata Sinta, "itu berkas banyak banget punya kamu" tanya Sinta saat melihat beberapa tumpuk berkas di atas meja belajar, "separuh nya, yang lain punya kak Alex aku bantu dia biar kak Aurel bisa lebih banyak waktu sama Rachel" ucap Andin seraya memasukkan makanan ke dalam mulut nya
"ini kenapa? kok di balut pake perban" tanya Sinta, ia tidak sengaja melihat luka yang ada di tangan Andin, "luka kecil ma, karna aku udah lama nggak pake senjata jadi wajar kalau kena" ucap Andin
__ADS_1
Andin meletakkan piring nya di atas nakas dan mengambil segelas air lalu meneguk nya sampai tandas, "mm apa ruang latihan ku masih bisa di gunain" tanya Andin, "masih, karna mama selalu menyuruh ruangan itu selalu di bersihkan" jawab Sinta
"memang nya kenapa" sambung Sinta, "hanya bertanya, mungkin nanti aku akan latihan di sana" ucap Andin, "ya sudah kalau begitu mama keluar dulu, kamu istirahat" Sinta beranjak dari duduk nya dan mengambil piring dan gelas lalu keluar dari kamar Andin
Andin berjalan mengambil laptop dan berkas yang ada di atas meja belajar lalu ia letakkan di atas kasur
"akan ku kerjakan malam ini, biar besok nggak terlalu banyak" ucap Andin lalu mengerjakan tugas kantor nya sampai larut malam.
Pagi hari semua nya sudah berkumpul di meja makan kecuali Andin, "di mana Andin, tumben dia jam segini belum turun" tanya Alex, "biar mama yang panggil" ucap Sinta
"mggh iya ma, bentar lagi ini masih gelap" ucap Andin, "matahari udah di atas, ayo bangun" kata Sinta, "iya ma" Andin beranjak dari tempat tidur lalu masuk ke kamar mandi
tak butuh waktu lama Andin keluar dengan keadaan segar dan sudah berpakaian lengkap, "loh mama masih disini" ucap Andin saat melihat Sinta duduk di tepi ranjang
"sudah ayo ke bawah, yang lain udah nunggu" Sinta dan Andin turun ke bawah. "maaf nunggu lama" ucap Andin, mereka semua pun sarapan dengan tenang
"Aurel kamu mau ikut ke mall nggak, aku mau beliin keperluan Andin" tanya Alex, "tidak, aku di rumah saja" tolak Aurel, "Rachel kamu mau ikut nggak" tanya Alex, "aku nggak mau, aku mau di rumah sama mama" tolak Rachel
__ADS_1
"yaudah kalau begitu kita berangkat dulu, kalau ada apa-apa langsung telfon" ujar Alex, Aurel mengangguk.
~
Alex dan Andin berkeliling untuk mencari kebutuhan Andin, "kita ke mana dulu" tanya Alex, "heumm barang-barang ku di kamar masih bagus tapi itu model lama, ganti nggak ya" tanya Andin
"terserah kamu, kalau mau ganti juga nggak papa" kata Alex, "bayarin!" seru Andin, "langsung bangkrut kalo begini" ketus Alex
Alex dan Andin terus berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang memegang bahu Andin dan memberhentikan langkah Andin.
VISUAL ANDIN
MAMA AUREL
__ADS_1