
• Markas
"kak apa bayi itu sudah kau bawa" tanya Asyila sambil meneguk minuman kaleng didepan nya, "sudah sekarang dia ada di kamar" jawab Ziyan, "kerja bagus, aku melakukan sudah melakukan 3 penyerangan" kata Asyila
"3 penyerangan?" ucap Ziyan bingung
"hmm setelah aku membunuh anak nya aku bermain dengan perusahaan nya sampai perusahaan itu sekarang berada di ujung tanduk setelah kebangkitan nya beberapa waktu lalu, dan sekarang anak kedua nya ada di tangan ku" ucap Asyila santai
"apa kau yakin akan membunuh bayi tak berdosa itu" tanya Fany, "hmm aku yakin, karna dia membunuh ayahku hanya karna ia tak ingin tersaingi dalam dunia bisnis" kata Asyila, "terserah kau saja kita hanya menjalankan tugas" pasrah mereka
"ya sudah aku pulang dulu bye" kata Asyila lalu keluar menuju mansion
~
Asyila masuk kedalam kamar nya dengan hari bahagia, "huh kasian sekali dia haha tapi aku tidak peduli akan ku habisi dia satu persatu" gumam Asyila lalu tertidur.
• A'N COMPANY
Asyila duduk di kursi kebesaran nya dan berkutat dengan laptop nya
__ADS_1
tok tok tok
"masuk"
"maaf nona saya mau minta ijin cuti beberapa hari karna istri saya akan melahirkan" ijin OB itu, "hmm kau datang kebagian HRD ambil uang mu" suruh Asyila masih fokus ke layar di depan
"tolong jangan pecat saya, saya tidak jadi ambil cuti" ucap nya ketakutan, "hei siapa yang bilang kau di pecat, aku menyuruh mu mengambil uang untuk biaya persalinan istri mu, dan ya aku titip salam untuk nya" ujar Asyila menatap tajam OB itu
"maaf nona saya kira saya di pecat, kalau begitu saya permisi, dan Terima kasih" kata OB itu lalu keluar dari ruangan, "huff ada-ada saja" gumam Asyila lalu menatap layar di depan nya kembali.
tok tok tok
"masuk"
"udah jalanin aja kan kamu sendiri yang diiringi perusahaan ini sampai kayak begini" kata Dinda, "huff yaudah deh kaka boleh pergi" ucap Asyila lalu Dinda keluar dari ruangan.
~
Asyila sampai dirumah malam hari, karna merasa sangat lelah dan kepala nya sedikit pusing ia langsung pergi ke kamar membersihkan diri lalu tidur.
__ADS_1
tok tok tok
"Asyila bangun sayang makan malam dulu" ucap Sinta didepam pintu, "Asyila" panggil Sinta sambil mengetuk pintu nya
karna tak ada sahutan akhirnya Sinta memutuskan untuk masuk
ceklek
"tidur nya pulas sekali, sampai pintu di ketok beberapa kali nggak kedengeran" gumam Sinta mendekati Asyila yang tertidur
"Asy--astaga sayang kamu demam" kata Sinta terkejut, "ma aku nggak papa kok, ini cuman demam biasa" ucap Asyila menenangkan Sinta agar tak mengkhawatirkan nya
"kamu diam dulu, mama akan segera kembali" ucap Sinta lalu keluar
tak lama Sinta datang membawa nampan berisi bubur dan obat di belakang Sinta ada bi Ira membawa air kompres untuk Asyila.
"sayang kamu makan dulu terus minum obat nya, sini mama suapin" kata Sinta, "aku nggak papa ma, Asyila mungkin hanya kecapean" ucap Asyila, "udah jangan bandel ayo makan terus minum obat biar cepat sembuh" kata Sinta tegas
Asyila hanya pasrah apa yang di lakukan Sinta kepada nya, setelah itu Asyila istirahat tetapi Sinta masih terjaga untuk mengompres Asyila
__ADS_1
"ma kenapa mama belum tidur" tanya Asyila, "mama tidur nya nanti" jawab Sinta tersenyum, "mama tidur di samping Asyila saja mama juga butuh istirahat" kata Asyila sambil menggeser tubuh nya
"iya" kata Sinta lalu ikut berbaring di sebelah Asyila.