LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 71 •


__ADS_3

1 minggu sudah terlewati, Asyila sudah terbiasa dengan Sinta dan Alex di mansion ini , walaupun ia masih berusaha mengingat tapi sedikit demi sedikit memori yang ada dalam otak nya mulai kembali, ia tak pernah memberi tahu siapapun tentang ini terutama kakek dan nenek nya


"Asyila" panggil Sinta menghampiri Asyila di ruang tengah yang sedang menonton tv, "iya Nyonya" Asyila sengaja tetap memanggil Sinta dengan sebutan Nyonya agar tidak ada yang tau kalau Asyila sudah mulai mengingat semua nya


"makan malam dulu yuk" ajak Sinta mendudukkan dirinya di sebelah Asyila, "lalu tuan" tanya Asyila menatap Sinta, "kakak mu sebentar lagi pulang ia lagi jemput Aurel sama calon mertua nya untuk makan malam" Sinta tersenyum.


"baiklah."


Asyila mendudukkan dirinya di sebelah Sinta yang menyiapkan makan malam di piring nya, "Nyonya ini terlalu banyak" ucap Asyila yang melihat isi piring nya, "biarkan saja, mama udah lama nggak nyiapin makan malam buat kamu" balas Sinta tersenyum


"malam semua" sapa Alex masuk ke dalam mansion bersama Aurel dan Nyonya Nafiza (Ibu Aurel). "malam, kalian sudah datang, mati duduk kita makan malam dulu" ucap Sinta, "Alex kamu bersih-bersih dulu, kalau sudah langsung ke bawah."


"iya ma" Alex melangkah ke kamar nya, Aurel dan Nafiza duduk bersebelahan.


Asyila yang melihat Nafiza berjalan masuk ke dalam mansion pun terkejut sama hal nya dengan Nafiza yang melihat Asyila pun sama sama terkejut.

__ADS_1


"anda?"


"nona?"


ucap Asyila dan Nafiza secara bersamaan karna posisi duduk mereka saling berhadapan


"kalian sudah saling mengenal" tanya Sinta, "ya Nyonya saya pernah bertemu nona ini saat di pasar dia yang membantu ku saat kecopetan di pasar dan saya yang mengobati nya karna waktu menghajar copet itu lengan Asyila terkena pisau pencopet itu" jelas Nafiza


"jadi nona baik yang ibu maksud itu Asyila? dan waktu aku tanya siapa yang terluka saat aku lihat kotak obat di meja itu ibu habis ngobatin lengan Asyila?" cerca Aurel. "oh jadi namanya Asyila, ya dia orang nya dia anak yang baik bahkan dia tidak mengenal ibu dia mau membantu ibu" jawab Nafiza


"tidak papa."


"lalu bagaimana kamu bisa mengenal Asyila" tanya Nafiza, "dia adik dari Alex yang hilang karna kecelakaan 2 tahun lalu bu" jawab Aurel. "jadi ibu sudah bertemu Asyila terlebih dahulu" tanya Alex yang baru saja duduk di sebelah Asyila, "ya aku sudah bertemu dengan nya waktu di pasar tapi sayang nya aku lupa menanyakan nama nya" jawab Nafiza


"tapi yang saya herankan saat saya mengobati luka sayatan di lengan Asyila, ia tak bereaksi apapun bahkan meringis pun tidak, dia terlihat santai" sambung Nafiza

__ADS_1


Alex dan Sinta yang mendengar itu pun hanya tersenyum


"oh kalau hanya sayatan pisau Asyila memang sudah terbiasa dengan hal itu" kata Sinta tersenyum, "ya sudah ayo kita makan, keburu dingin nanti." mereka pun makan malam dengan tenang, setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga


"maaf Nyonya sebaiknya kita kembali ke rumah kita yang dulu saja, kita tidak enak kalau berlama-lama disini" ucap nenek, "tidak papa nek, kalian disini saja anggap saja rumah sendiri" ucap Alex, "tapi kita yang tidak enak" sahut kakek


"atau kalian tinggal di rumah Asyila saja bagaimana" usul Alex, "tidak usah kami akan kembali ke rumah kami yang dulu" ujar nenek, "tidak ada penolakan, hanya 2 pilihan tinggal disini atau di rumah Asyila" tegas Alex


"baiklah kita akan tinggal di rumah nak Asyila" ucap nenek


"aku ikut" rengek Asyila berpindah duduk di sebelah nenek, "tidak nak, kamu tetap disini sama mama dan kakak mu" larang kakek, "iya nak apa kamu nggak kangen sama mereka, mereka masih kangen loh sama kamu" tambah nenek mengusap rambut Asyila


"hmm" dehem Asyila berlalu ke kamar nya, "Nyonya, biar saya yang membujuk nya" ucap nenek saat melihat Sinta ingin beranjak dari duduk nya


"baiklah."

__ADS_1


__ADS_2