
Di ruang rawat, Sinta duduk di samping brangkar Andin sambil menggenggam tangan nya, Aurel dari tadi terus menangis di pelukan Alex memikirkan keadaan Rachel.
"mas, Rachel gimana" tanya Aurel, "kamu tenang saja, secepat nya aku akan membawa Rachel" kata Alex mengusap rambut Aurel
Andin membuka mata nya, tiba-tiba ia teringat dengan Rachel, Andin bangun dan berusaha turun dari tempat tidur
"Andin kamu mau kemana, jangan banyak gerak dulu" ucap Sinta, "aku mau pergi selamatin Rachel ma, aku nggak bisa diam saja disini" jawab Andin
"Andin, lebih baik kamu istirahat. aku, Ardana sama Kayra masih mengatur strategi untuk nanti malam" sahut Alex, "sisakan bos mereka untukku, aku yang akan menghabisi orang itu dengan tangan ku sendiri" ucap Andin
"baiklah" Alex mengiyakan permintaan Andin karna kalau ia menolak pasti Andin akan nekat pergi menyelamatkan Rachel dengan keadaan yang tidak memungkinkan
~
Sekarang Alex sedang berada di markas, tepat nya di ruang pribadi nya bersama Ardana dan Kayra, "bagaimana" tanya Alex, "Eliezer, Rachel sekarang ada di sana" jawab Kayra, "dan aku sudah siapkan pasukan untuk menyerang" tambah Ardana
__ADS_1
"kita akan mengepung mansion Eliezer, aku tidak ingin Rachel terluka walaupun hanya sedikit" ujar Alex, "dan sisakan bos mereka untuk Andin" sambung Alex
"baiklah"
Sedangkan di mansion Eliezer, Rachel terus menangis, "hei gadis kecil! diam kau!" bentak Gernald yang sudah muak dengan suara tangisan Rachel
"Caroline, kamu urus anak kecil ini! aku sudah muak mendengar tangisan nya" Caroline mengangguk lalu menarik kasar tangan Rachel menuju ke sebuah gudang
"diam! atau aku pukul!" bentak Caroline, Rachel yang tidak pernah di perlakukan kasar seperti itu pun ketakutan dan langsung diam.
"mama, papa Rachel takut" lirih Rachel memeluk lutut nya.
Pasukan Alex sudah mengepung seluruh mansion Eliezer, posisi Alex dan 2 tangan kanan nya tepat berada tidak jauh dari gerbang mansion.
"perintahkan mereka untuk menyerang sekarang" ucap Alex, "baik bos" balas Ardana lalu memberi kode ke para anggota. para anggota menyerah lawan dengan tenang agar tidak menimbulkan suara dan yang akan di dengar oleh orang yang ada di dalam mansion
__ADS_1
setelah di rasa sekitar mansion Eliezer sudah aman, Alex dan tangan kanan nya mulai maju. mereka masuk ke dalam mansion Eliezer dan melihat Gernald dan istri nya sedang berkumpul di ruang tengah
"apa kabar Tuan Eliezer" tanya Alex, "kau?! bagaimana bisa! pengawal!" teriak Gernald
"hahahaha pengawal mu sudah habis Tuan, siapa yang akan kau panggil" sinis Kayra, "kurang ajar" Gernald maju dan akan memukul Alex, belum sempat memukul tangan nya sudah terkena timah panas dari Ardana
Akh…
"suami ku!" teriak Caroline sambil menutup mulut nya saat melihat tangan suami nya terkena timah panas, "jangan di habisi, dia akan menjadi mangsa adik ku, kalian bermainlah dengan istri nya" cegah Alex saat melihat Kayra mengeluarkan katana nya
"bawa mereka!" perintah Alex, 2 mafioso membawa Gernald dan Caroline pergi dari mansion Eliezer. "kita cari Rachel, aku yakin dia ada disini" kata Alex diangguki Ardana dan Kayra
Mereka bertiga membuka satu per satu setiap ruangan yang ada
Brakk…
__ADS_1
Alex menendang pintu berwarna coklat, Alex yakin itu adalah gudang karna tempat nya di bagian paling belakang, "itu Rachel bos" ucap Kayra yang melihat Rachel pingsan, Alex langsung menghampiri Rachel yang pingsan lalu membawa nya pergi dari tempat itu.