
Malam hari, Asyila tidak ikut makan malam. ia masih merasa bersalah karna kejadian tadi sore, Asyila duduk di pojok kamar sambil memeluk lutut nya.
Sedangkan di meja makan, semua anggota keluarga sedang menunggu Asyila di sana, "Sinta, dimana Asyila" tanya Rendra, "mungkin dia masih tidur pi, biar aku memanggilnya" Sinta beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju kamar Asyila
Sinta masuk ke kamar Asyila, "di mana dia" gumam Sinta saat tidak melihat Asyila ada di kasur nya, arah mata Sinta terhenti dengan sosok yang ada di pojok kamar, "Asyila, kamu kenapa" tanya Sinta, Asyila menggelengkan kepala nya, "semua sudah menunggu mu di bawah, kita sekarang kesana ya" ujar Sinta
__ADS_1
Asyila tetap diam
"kamu kenapa sayang? kamu marah sama mama" Asyila menggelengkan kepala nya, Sinta menggendong Asyila lalu duduk di tepi ranjang, "loh kok nangis, coba cerita sama mama" kata Sinta, "ma…maaf" lirih Asyila, Sinta paham apa yang di maksud Asyila pun langsung memeluk nya, "jangan di pikirin, mama bisa membeli nya lagi dan kamu jangan merasa bersalah seperti ini" jelas Sinta
Selesai makan malam, mereka semua masuk ke kamar masing-masing. Di dalam kamar Asyila tidak bisa tidur sama sekali, biasa nya Sinta menemani nya setiap akan tidur tetapi ini tidak. mungkin mama sibuk. pikir Asyila, Asyila keluar kamar dan berjalan menuju ke kamar Deon dan Sinta
__ADS_1
tok tok tok
"mama apa aku boleh masuk" tanya Asyila sedikit berteriak, "mama" panggil Asyila, tak lama dari itu pintu kamar nya terbuka, "ada apa sayang, kenapa belum tidur" tanya Deon, "boleh aku tidur dengan kalian, aku tidak bisa tidur di kamar" tanya Asyila
"tentu saja, ayo" Asyila masuk ke dalam diikuti Deon, "loh Asyila, kamu belum tidur" tanya Sinta, "aku nggak bisa tidur" balas Asyila, "astaga! maaf, mama lupa tidak menemani mu di kamar" ucap Sinta menepuk jidat nya, "sekarang kita tidur, ini sudah sangat malam" sahut Deon.
__ADS_1