
Setelah keluarga Samuel pergi Asyila langsung masuk ke kamar. Asyila langsung sibuk menatap laptop nya
tok tok tok
"Asyila, kakak boleh masuk" tanya Aurel
"masuk saja, pintu nya nggak di kunci" setelah mendapat ijin, Aurel masuk kedalam kamar Asyila
"kalau kakak datang kesini hanya untuk membujuk ku, itu tidak akan berguna sama sekali" ucap Asyila dingin
"tidak, kakak tidak akan membujuk mu, kakak cuma mau bertanya"
"apa kau tega melihat mama menangis" tanya Aurel
"tidak usah ku jawab, kakak sudah tau jawabannya"
"lalu, bagaimana dengan sikap mu yang sudah membuat mama menangis" Asyila terdiam
"kau selalu menghindar dari mama, tidak mau menatap wajah mama, tidak mau bicara sama mama, bahkan kau sangat dingin sam--" belum juga Aurel selesai berbicara, Asyila sudah keluar dari kamar menuju kamar Sinta
sampai di depan pintu kamar Sinta, Asyila masuk ke dalam dan melihat Sinta sudah tertidur membelakangi pintu, Asyila masuk kedalam dengan perlahan lalu ikut berbaring di samping Sinta
Sinta yang merasa kasur yang ia tempati bergerak pun membuka mata nya
"Asyila" panggil Sinta
"hmm" dehem Asyila
"kamu ngapain disini" tanya Sinta
__ADS_1
"aku hanya ingin tidur disini"
"apa kau sudah tidak marah lagi" tanya Sinta
"jangan di bahas, sudah ayo tidur" Asyila memejamkan matanya sambil memeluk Sinta, dengan senang hati Sinta membalas pelukan Asyila.
~
Pagi hari Sinta bangun terlebih dahulu, ia melihat Asyila masih terlelap dengan wajah damai, Sinta mengusap pelan rambut Asyila dan mengecup kening nya
karna tidak ingin mengganggu Asyila, Sinta langsung masuk kedalam kamar mandi, tak lama Sinta keluar dan melihat Asyila masih tertidur
"Asyila bangun sayang" ucap Sinta menepuk pipi Asyila
"aku masih ngantuk yah, ayah duluan aja" Sinta terdiam
"sayang, ayo bangun ini udah pagi"
"sudah sana mandi, terus turun ke bawah" ucap Sinta, tanpa menjawab Asyila keluar dari kamar Sinta menuju kamar nya.
~
Semua nya sudah berkumpul di meja makan, di meja makan hanya terdengar suara dentingan sendok. Sinta, Alex, dan Aurel yang melihat Asyila melamun pun heran
"Asyila" panggil Sinta
"Asyila"
"Asyila"
__ADS_1
"Dorrrr!!!" Alex menepuk pundak Asyila sedikit keras
"apaan sih!" kesal Asyila
"kamu kenapa ngelamun kayak gitu, kesambet" ucap Alex
"enak aja"
"udah, ayo terusin lagi sarapan nya" lerai Sinta
~
Selesai sarapan, Asyila mengajak Ana untuk keluar hanya sekedar mencari angin.
"Ana" panggil Asyila, kini mereka berdua sedang berada di dalam mobil
"ya"
"nggak jadi deh, oh ya kita mau kemana" tanya Asyila
"kita ke taman aja gimana" Asyila mengangguk setuju
20 menit mobil Asyila sudah terparkir rapi di area taman, Asyila dan Ana turun dari mobil, saat mereka berdua berkeliling di sekitar taman Asyila tak sengaja melihat seseorang yang ia kenal, Asyila terus memperhatikan orang itu, Ana yang melihat Asyila seperti mengamati sesuatu pun mengikuti arah mata Asyila
"Asyila itu bukannya..."
NB:
Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.
__ADS_1
Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!
Terima kasih!