LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 133


__ADS_3

Malam hari, Alex dan Andin masih berada di markas Blood Diamond. Alex, Andin, Kayra dan Ardana berada dalam satu ruangan dan sibuk dengan tugas masing-masing.


"Kayra apa tugas yang ku kasih sudah kamu jalan kan" tanya Andin, "sudah, kita tunggu saja laporan dari mereka" jawab Kayra, "ini sudah larut malam, apa kalian tidak pulang" tanya Kayra, "aku akan menginap di sini" jawab Andin


Alex beranjak dari duduk nya, "baiklah, tapi aku harus pulang, akan sangat berbahaya kalau kita sama-sama menginap di markas pasti musuh selalu mengintai" tambah Alex, "kalau begitu aku pulang dulu" pamit Alex diangguki mereka bertiga.


~


Alex baru saja sampai di mansion, ia turun dari mobil lalu masuk ke dalam mansion, "Alex kamu baru pulang, lalu di mana Andin" tanya Sinta menghampiri Alex, saat ingin menjawab ide jail Alex muncul


"loh bukannya Andin udah pulang dari tadi sore" ucap Alex, "tidak, Andin belum pulang sampai sekarang" kata Sinta, "seharusnya dia sudah sampai karna tadi dia pamit dengan ku mau pulang" jelas Alex


"lalu di mana dia? apa dia baik-baik saja, karna tadi siang ada yang mengikuti mama sama Andin waktu kita keluar" ucap Sinta mulai khawatir, "mama tenang saja, aku akan mencari nya" kata Alex mencoba menahan tawa nya, ia merasa kasihan melihat raut wajah khawatir pada Sinta tapi ia juga ingin sekali-kali mengerjai mama nya

__ADS_1


Alex merogoh handphone nya lalu mengirimkan pesan ke Andin kalau mansion di serang setelah itu ia pura-pura menelfon seseorang, "bagaimana" tanya Sinta, Alex menggeleng


"hiks lalu dia di mana" ucap Sinta mulai menangis


aduh mama pake acara nangis segala! bisa habis aku sama Andin kalau dia tau. batin Alex cemas


Di luar Andin baru saja memarkirkan mobil nya, ia heran melihat keadaan mansion yang terlihat baik-baik saja. Andin langsung masuk ke dalam mansion, "kenapa barang-barang mansion masih utuh bahkan tertata rapi" gumam Andin


tanpa berfikir lama Alex langsung pergi ke lantai atas sebelum dapat pukulan keras dari mama dan adik nya, "loh mama kenapa? kok nangis?" tanya Andin, Sinta langsung erat memeluk Andin, "kamu dari mana" tanya Sinta seraya melepas pelukan nya, "aku ada di markas dan aku pulang karna kakak mengirim pesan pada ku kalau mansion di serang" jelas Andin


"tapi tadi kata kakak mu kamu sudah pulang duluan tadi sore" tambah Sinta, "aku sama kakak tadi ada di markas, terus aku rencana mau nginap di sana" ujar Andin, "lalu kenapa mama menangis" tanya Andin


"mama khawatir sama kamu, kata kakak mu kamu sudah pulang dari tadi sore tapi sampai malam kamu belum pulang" jelas Sinta

__ADS_1


"KAKAK!!!" pekik Andin, "kak Alex mengerjai kita ma, akan ku balas dia, karna dia sudah membuat mama menangis" ucap Andin lalu pergi ke lantai atas menuju kamar Alex


"anak nakal! berani sekali kamu mengerjai mama!" ucap Sinta ikut ke lantai atas menyusul Andin


Andin menggedor keras pintu kamar Alex, "kakak buka! kakak! akan ku beri pelajaran yang setimpal!" ucap Andin terus menggedor pintu kamar Alex


Di dalam kamar, Alex ingin sekali tertawa tapi ia juga sangat takut, "mas, itu Andin memanggil mu di luar" ucap Aurel, "stuuutt biarin aja, jangan di bukan pintu nya atau aku akan habis di tangan mereka berdua" balas Alex


"mereka? siapa maksud mu" tanya Aurel, "mama sama Andin, tadi aku mengerjai mereka berdua dan Andin marah karna aku ngerjain mama sampai nangis" jelas Alex


"ada-ada saja kamu itu! udah tau Andin nggak bisa liat air mata mama! tapi kamu malah membuat mama menangis" omel Aurel


tuh kan kena semua! aduh Alex! nasib mu satu atap dengan para wanita. batin Alex.

__ADS_1


__ADS_2