LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 118


__ADS_3

Sekarang Alex sedang berada di markas Dark Devil's. Alex, Ziyan, Jack, Fely, dan Cyla berkumpul di ruang pribadi Asyila, "apa ada yang tau kalau leader mafia ini sudah tiada" tanya Alex, "tidak ada, semua nya aman" jawab Cyla, "bagus! jangan sampai ada yang tau tentang ini, karna akan menjadi keuntungan musuh kalau mereka tau leader mafia ini sudah lama tiada" kata Alex


"rasa nya berbeda kalau tidak ada Asyila disini" ujar Fely, "bagaimana keadaan mama di mansion" tanya Jack, "masih sama, mama masih sering melamun, setiap malam mama selalu bermimpi bertemu dengan Asyila" jawab Alex


"aku pulang dulu, kalau ada masalah telfon saja" sambung Alex lalu beranjak dari tempat duduk nya, " hati-hati" kata Ziyan


~


Alex masuk ke dalam mansion, mansion terasa sepi tidak seperti biasa nya, "bi orang-orang pada kemana? kok sepi" tanya Alex saat melihat bi Lusi sedang membersihkan vas bunga, "Nyonya besar ada di kamar nya, Nyonya muda ada di taman belakang, kalau non Rachel sama neng Andin sedang keliling sekitar mansion Tuan" jawab bi Lusi

__ADS_1


"terimakasih bi" ucap Alex lalu naik ke lantai atas. Alex merebahkan tubuh nya di atas kasur lalu memejamkan mata nya


"mas" panggil Aurel, Alex membuka mata nya lalu mengubah posisi nya menjadi duduk, "ya, apa ada masalah" tanya Alex, "tidak, oiya tadi kamu dari mana" tanya Aurel, "dari markas Asyila, cuma ngecek aja kan selama ini mereka belum tau kalau leader Dark Devil's udah nggak ada" jawab Alex


"apa Rachel udah pulang" sambung Alex, "udah, sekarang dia lagi main sama Andin" kata Aurel, "tadi kata bibi kamu di taman belakang, ngapain" tanya Alex


Malam hari nya Alex, Aurel dan Rachel pergi ke mall, awal nya mereka mengajak Sinta dan Andin tapi mereka berdua menolak dan lebih memilih tetap di mansion, "apa mama yakin nggak mau ikut" tanya Aurel, "iya, kalian pergi lah, kan ada Andin jadi kalian jangan khawatir" ujar Sinta, "baiklah kalau begitu, Andin titip mama sebentar kalau ada apa-apa hubungi saya" ucap Alex, "iya Tuan" balas Andin


Setelah Alex, Aurel dan Rachel pergi Sinta dan Andin masuk ke dalam, "Nyonya apa Nyonya tidak ingin makan malam dulu" tanya Andin saat melihat Sinta hendak menaiki tangga

__ADS_1


"saya makan nanti saja" kata Sinta, "tapi nanti Nyonya bisa sakit kalau sampai telat makan" ucap Andin, "kamu nggak perlu khawatir, saya akan baik-baik saja" kata Sinta, "baiklah, kalau Nyonya perlu bantuan Nyonya bisa panggil saya" ucap Andin di balas anggukan oleh Sinta


Sinta melanjutkan langkah nya menuju kamar nya, sedangkan Andin ia juga ikut naik ke atas menuju kamar nya yang terletak di sebelah kamar Rachel agar lebih mudah untuk menjaga Rachel


Sinta merebahkan tubuh nya di atas kasur lalu memejamkan mata nya, Sinta membuka mata nya kembali saat mendengar suara ketukan pintu


"maaf Nyonya menganggu, Tuan Alex menyuruh saya membawakan makan malam untuk Nyonya karna Tuan tau kalau Nyonya belum makan" ucap Andin menunduk pelan, "kenapa kamu repot-repot? kan ada bibi, tugas kamu disini hanya menjaga Rachel bukan pelayan" ujar Sinta mengambil alih nampan yang ada di tangan Andin


"tidak masalah Nyonya, kalau begitu saya akan kembali ke kamar" pamit Andin, "baiklah dan terimakasih" ucap Sinta, "tidak perlu berterimakasih Nyonya, saya hanya menjalankan tugas" timpal Andin, "baiklah" kata Sinta.

__ADS_1


__ADS_2