LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 116


__ADS_3

Pagi hari, Sinta dan Aurel sedang menyiapkan sarapan untuk semua nya, "Aurel panggil Alex dan Rachel untuk sarapan" ucap Sinta sambil menata makanan di atas meja di bantu oleh bibi, "iya ma, kalau begitu aku ke atas dulu" ujar Aurel diangguki Sinta


Selesai itu Sinta mencuci kedua tangan nya lalu duduk di meja makan, "pagi ma" sapa Alex duduk di kursi sebelah kursi kosong yang biasa Asyila tempati, kursi itu tidak pernah di tempati setelah Asyila tiada. "pagi" balas Sinta


tak tak tak


terdengar suara langkah kaki dari arah tangga dan terlihat Aurel, Rachel dan Andin menuruni tangga, "pagi oma" sapa Rachel sedikit berteriak, "pagi cucu oma, ayo duduk kita sarapan" mereka sarapan dengan tenang.


__ADS_1


"non Rachel ini puding coklat nya" ucap Andin menghampiri Rachel di taman belakang, "ayo mbak Andin makan puding sama-sama" ajak Rachel, "nggak usah non, puding nya buat non Rachel saja" tolak Andin, "aku nggak akan habis puding sebanyak ini, ayo kita makan sama-sama" ujar Rachel, "tap--"


"nggak ada yang marahin kalau mbak Andin ikut makan puding sama aku" kata Rachel, "baiklah" akhir nya Andin ikut memakan puding coklat bersama Rachel


"oh ya apa mbak Andin pernah lihat tante Asyila" tanya Rachel di sela-sela memakan puding nya, "mbak Andin nggak pernah liat non, mbak Andin saja kerja disini waktu non Rachel umur 1 tahun jadi mbak Andin nggak pernah lihat" jelas Andin, "memang nya kenapa non Rachel tanya seperti itu" sambung Andin


"cucu oma makan apa nih" tanya Sinta menghampiri Andin dan Rachel, "makan puding coklat oma" jawab Rachel, "oma mau" tawar Rachel, Sinta menggeleng. "oma, tante Asyila pergi kemana dan kapan dia pulang, aku ingin bertemu dengan nya" tanya Rachel bersemangat, Sinta hanya tersenyum dan mengusap lembut rambut Rachel


"tante Asyila nggak akan pernah kembali sayang" ucap Sinta, "memang nya kenapa, apa dia nggak mau bertemu dengan ku" tanya Rachel, "non Rachel, sebaik nya non Rachel habis kan puding nya lalu kita masuk ke dalam" ucap Andin saat melihat Sinta berusaha menahan tangis nya

__ADS_1


"baiklah" ucap Rachel segera menghabiskan puding yang ada di tangan nya, setelah itu Andin mengajak Rachel masuk kedalam dan membiarkan Sinta sendiri di sana


Sinta menyenderkan kepala nya lalu menengadah kan menatap langit dan memejamkan mata nya


"Sinta" panggil seseorang, Sinta membuka mata nya perlahan dan melihat sosok suami nya ada di sebelah nya, "mas Deon" lirih Sinta, "apa kamu tega melihat Asyila tersiksa dengan air mata mu" tanya Deon, Sinta menggeleng cepat


"aku berusaha untuk mengikhlaskan nya tapi aku selalu melihat bayangan nya dan suara nya? selalu terdengar di telinga ku, aku sangat merindukan nya, aku rindu senyumnya, tawa nya, sikap manja nya, aku rindu semua nya" ucap Sinta meneteskan air mata nya.


"ya aku tau perasaan mu, karna kamu adalah ibu nya, kamu orang yang melahirkan nya, membesarkan nya dengan kasih sayang mu aku tau bagaimana perasaan mu, dan ingat satu hal Asyila selalu bersama mu begitu juga dengan ku" ujar Deon.

__ADS_1


__ADS_2