LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 122


__ADS_3

"Andin lebih baik kamu nggak usah jagain Rachel lagi biar kita cari baby sitter lagi aja" ucap Alex. mereka berdua sekarang sedang berada di ruang kerja Alex, "terserah kalian, tapi nanti baby sitter nya masih ku pantau" ucap Andin, "tidak masalah" kata Alex, karna ia tau kalau adiknya yang memantau semua nya akan aman


"besok semua keperluan mu akan kakak kasih, dan kamu bisa ambil alih perusahaan dan markas mu lagi" ucap Alex, "heumm,,,besok kita ajak Rachel ke markas kakak aja gimana" usul Andin, "tidak buruk,,,biar dia terbiasa nanti" tambah Alex


"apa kak Aurel tau kalau kak Alex mau jadiin Rachel pewaris mafia kakak" tanya Andin, "belum sih,,,tapi ya mau gimana lagi! Rachel anak kakak satu-satu nya, mau tidak mau dia akan jadi pewaris mafia maupun perusahaan nanti, begitu juga dengan anak kamu nanti" ujar Alex


"bicara sama kak Aurel pelan-pelan,,,dan semoga aja dia setuju karna kita juga tau, dunia bawah itu seperti apa jadi jangan sampai salah ambil tindakan" kata Andin, "selama ini yang megang perusahaan ku siapa" tanya Andin, "aku sama Aurel yang megang, nggak mungkin dong Aurel sendiri megang perusahaan besar apa lagi harus ngurusin Rachel juga ya walaupun udah ada kamu tapi kan dia masih punya kewajiban" ucap Alex


"aku liat-liat kak Alex sekarang banyak bicara" ledek Andin, "nggak juga" kata Alex.


~

__ADS_1


Selesai makan malam, mereka semua langsung masuk ke kamar masing-masing


tok tok tok


"Andin mama boleh masuk" ucap Sinta, "masuk aja ma! nggak di kunci" kata Andin, setelah mendapat ijin Sinta masuk dan melihat Andin sedang duduk di tepi ranjang


"kamu lagi ngapain" tanya Sinta, "nggak ngapa-ngapain, mungkin mulai besok aku udah sibuk lagi sama urusan perusahaan" ujar Andin, "jangan terlalu capek, kerja boleh tapi ingat kesehatan" ucap Sinta


"tidak, bukan seperti itu" kata Andin, "aku hanya ingin memantau, bagaimana kakak membuat mama berhenti menangis, mama tau sendiri air mata mama lebih menyakitkan dari apapun, lebih baik aku terkena tusukan pisau dari pada liat mama menangis" ucap Andin


"tapi tidak ada hasil, mama tersenyum hanya sebentar bahkan itu hanya sama Rachel" sambung Andin seraya melepas pelukan nya

__ADS_1


"apa kamu tau identitas asli tubuh yang kamu masuki ini" tanya Sinta, Andin menggeleng, "bagaimana aku mau cari tau, setiap hari aku sama Rachel, aku juga nggak pegang laptop sama handphone" ucap Andin


"seperti nya akan ada permainan baru, dan itu akan menguntungkan ku dengan kak Alex" sambung Andin bersemangat, "memang nya apa yang menguntungkan" tanya Sinta


"mama kayak nggak pernah liat mafia bekerja aja" ucap Andin santai, Sinta mulai mengerti arah pembicaraan Andin pun hanya menggelengkan kepala nya, "menguntungkan bagimu dan kakak mu tapi tidak dengan orang lain" ucap Sinta


"hanya bermain mama dan itu sangat menyenangkan, awal nya aku juga takut bahkan aku juga sampai mual nyium bau anyir yang menyengat, tapi karna tujuan ku untuk balas dendam jadi aku hilangin rasa takut ku dan sekarang aku udah terbiasa" ujar Andin


"apa kamu tidak memikirkan resiko nya" tanya Sinta, Andin mengangguk, "kakak awal nya juga melarang ku tapi aku kekeh mau terjun ke dunia bawah jadi kakak ngijinkan" ujar Andin


"dan maaf membuat marah waktu itu" sambung Andin memeluk Sinta, "ini sudah malam, lebih baik kamu tidur" kata Sinta mencium kening Andin

__ADS_1


"hmm".


__ADS_2