LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 41 •


__ADS_3

• Markas Dark Devil's


Asyila, Alex dan tangan kanan nya sudah berada di ruang pribadi Asyila, "bagaimana apa sudah dikirim" tanya Asyila, "sudah beres" kata Fely


"hmm bagaimana reaksi mereka melihat anak nya yang lama hilang kembali dengan keadaan tidak bernyawa" gumam Asyila dengan seringai licik, "oh ya apa langkah kita selanjut nya" tanya Alex


"kita culik anak ke dua nya" jawab Asyila, "bayi itu masih berusia 3 bulan apa kau yakin" tanya Alex, "aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku" kata Asyila


"nanti suruh mafioso untuk menculik anak kedua dari Angga Winata aku tunggu kabar dari kalian" ucap Asyila lalu pergi, "hati nya sudah seperti batu" gumam Alex


"ya sudah kalian lakukan apa yang di perintah kan Asyila saya pergi dulu" pamit Alex


• Di kediaman Angga Winata


"permisi tuan di luar ada paket untuk tuan dan keluarga" ucap pengawal 1, "bawa paket itu kemari" suruh Angga, "baik tuan" lalu pergi mengambil paket yang cukup besar

__ADS_1


"ini tuan paket untuk anda dan keluarga" ucap nya, "kau boleh pergi" kata Angga, "kalau begitu saya permisi tuan" ucap pengawal 1 lalu pergi, "paket apa ini kok besar banget" tanya Sindy melihat kotak di depan nya


"aku juga tidak tau" ucap Angga, "coba kau buka" kata papa Angga


Angga membuka perekat yang ada di kotak itu saat ia membuka kotak ny betapa terkejut nya dia saat melihat apa isi kotak itu


"Alden!" teriak Angga lalu mengeluarkan Alden dari kotak


"astaga Alden kenapa ini, muka nya kenapa pucat sekali" ucap mama Angga, "A...Alden" nafas Sindy tercekat saat melihat putra pertama nya sudah pucat, "Alden bangun sayang ini mama bangun sayang" ucap Sindy mengguncang tubuh Alden "kenapa dia tak bergerak" tanya papa Angga


"akan ku cari pelaku nya" geram Angga lalu pergi


• Kediamana Nugraha


Asyila dan Alex langsung duduk di ruang tengah

__ADS_1


"kak aku penasaran bagaimana reaksi mereka saat melihat paket yang aku kirim kan" ucap Asyila penasaran, "kau itu kejam sekali, apa kau tidak kasihan" kata Alex, "apa saat mereka membunuh yah mereka punya rasa kasian pada ayah" ucap Asyila dingin


"iya tap-"


"sudah lah kak biarkan aku menghabisi mereka satu persatu" kata Asyila lalu pergi ke kamar nya, "huff mau di larang atau tidak sama saja" gumam Alex lalu pergi kamar nya


~


Asyila sudah berada ini perusahaan setelah pulang kuliah ia disibukkan dengan pekerjaan kantor nya, "hmmm gue main-main aja dulu kali ya" gumam Asyila tersenyum licik


Asyila mengotak atik laptop nya ia berencana menurunkan saham du perusahaan Angga Winata waktu itu ia juga sudah tetapi ada yang membantu perusahaan itu sampai bisa bangkit lagi. dan kali ini ia akan langsung menjatuhkan perusahaan itu tanpa jejak.


"selesai" ucap Asyila bahagia, "hmm setelah kematian anak nya sekarang perusahaan nya huh kasian sekalian kau Angga hahaha" kata Asyila tertawa bahagia


Di perusahaan Angga Winata, Angga sudah frustasi setelah kematian anak nya kali ini perusahaan nya sudah berada di ujung tanduk, saham nya merosot drastis setelah kebangkitan perusahaan nya beberapa waktu lalu

__ADS_1


"bagaimana bisa seperti ini ha!" bentak Angga, "maaf tuan saya tidak tau, ini terjadi secara tiba-tiba" ucap Gio ketakutan, "siapa yang berani-berani nya bermain dengan ku" geram Angga.


__ADS_2