
Sekarang Alex dan Andin sudah berada di A'N COMPANY, "ternyata masih sama" ucap Andin saat melihat ruangan nya masih sama bahkan tidak ada yang berubah sedikit pun, "ini berkas-berkas nya, silahkan di baca dan di kerjakan, kerja boleh tapi ingat kesehatan" ucap Alex meletakkan setumpuk berkas di hadapan Andin
"iya aku ingat, bahkan mama tadi malam juga sudah mengingatkan ku" kata Andin sambil membaca berkas yang di berikan Alex, "apa nanti kita jadi ke markas, kalau jadi nanti aku akan meminta seseorang untuk menjemput Rachel" tanya Alex, "apa kau sudah bicara dengan kakak ipar hm" tanya balik Andin, "belum sih! pasti dia nggak setuju kalau Rachel menggantikan posisi ku" balas Alex
Andin meletakkan berkas yang ada di tangan nya, ia beranjak dari duduk nya lalu ikut duduk di sofa sebelah Alex, "lebih baik kakak bicara saja dulu dengan kakak ipar, nanti kalau kita sudah terlanjur mengajak Rachel ke dunia bawah tanpa sepengetahuan kakak ipar, bisa-bisa mama sama kakak ipar marah sama kita" ujar Andin
"kamu benar, kalian para wanita kalau sudah marah laki-laki hanya bisa diam" ucap Alex sedikit menyindir, "harus!" seru Andin terkekeh
~
__ADS_1
Setelah urusan di perusahaan selesai Alex dan Andi pergi ke markas, mereka berdua membatalkan untuk mengajak Rachel ke markas karna Alex belum membicarakan ini dengan Aurel
"Ardana! Kayra!" teriak Andin, "Ardana! Kayra!" teriak Andin sekali lagi, "mungkin mereka ada di ruang latihan" ucap Alex, "mungkin, ayo kesana" Andin berjalan mendahului Alex menuju ruang latihan
saat Andin hendak masuk ke ruang latihan ia di hadang oleh mafioso di sana, "siapa kau! kenapa kamu bisa masuk kesini!" tanya mafioso 1 menodong pistol nya, "turunkan senjata kalian" ucap Alex dari belakang
mafioso itu pun menurunkan senjata mereka lalu menunduk hormat saat melihat Alex, "dia adik saya, Leader Dark Devil's" ujar Alex
"Kayra" panggil Andin, Andin hanya melihat Kayra di ruang latihan. Kayra menghentikan aktivitas memanah nya lalu menengok ke belakang, ia mengerutkan kening nya
__ADS_1
"maaf anda siapa" tanya Kayra menatap tajam Andin, "siapa aja boleh" ketus Andin berjalan menuju ke sebuah pisau lipat, "jaga sikap mu! aku tidak akan bermain kasar kalau kau segera pergi dari sini" ucap Kayra, "aku kesini hanya untuk bermain, apa kau tidak mengijinkan ku" ucap Andin menatap sekilas Kayra lalu melempar pisau ke arah samsak yang menggantung
"siapa kau sebenar nya" tanya Kayra, karna ia melihat bagaimana gaya Andin melepar pisau. "menurut mu" kata Andin
"Bila gajah jadi ayam, lalu singa jadi ayam, dan kambing jadi ayam, maka ayam jadi apa?" tanya Kayra, "ayam jadi banyak dong" jawab Andin santai. Kayra mematung dengan jawaban Andin
"k..kau"
"hmm Asyila, tapi di tubuh orang lain" ucap Andin, "bagaimana bisa" tanya Kayra, Andin mengangkat kedua bahu nya, "lalu kamu kesini sama siapa" tanya Kayra, "sama kak Alex lah, kalau aku kesini sendiri pasti aku udah babak belur di gerbang" ketus Andin
__ADS_1
"iya juga sih" Kayra menggaruk tekuk leher nya yang tidak gatal, "kamu kesini mau ngapain" tanya Kayra, "mau main, tapi nggak ada mangsa, kamu aja gimana" ucap Andin menatap Kayra lalu menyeringai, "eh eh eh nggak nggak enak aja" tolak Kayra
"hahaha aku hanya bercanda".