LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 93


__ADS_3

1 tahun berlalu


Alex dan Aurel sudah di karuniai seorang putri yang baru berumur beberapa bulan. Malam hari di meja makan hanya terdengar suara dentingan sendok, setelah selesai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga


"Asyila kapan kau cari pasangan? umur mu sudah cukup untuk menikah" tanya Alex


"kenapa itu lagi sih yang di bahas, aku tidak akan menikah" kesal Asyila


"ya nggak boleh begitu dong" ucap Sinta


"nanti kalau sudah datang juga jadi" ucap Asyila bersandar di bahu Sinta


"jadi perawan tua kenak kau" ledek Alex


"enak aja! nggak akan!" kesal Asyila


"kakak kasih waktu 1 bulan kalau kamu belum dapet pasangan, kamu harus terima pilihan kakak" tantang Alex


"nggak ada! aku nggak mau! aku masih mau sama mama" tolak Asyila memeluk Sinta


"apa kau akan terus bermanja dengan mama" tanya Alex


"ya aku akan terus bermanja sama mama karna kak Alex sudah ada kak Aurel, ya nggak kak" ucap Asyila menatap Aurel, Aurel hanya menggelengkan kepala nya melihat perdebatan kakak beradik itu


"kak aku penasaran kenapa kau mau dengan kakakku yang modelannya kayak gini, udah dingin jelek lagi" tanya Asyila meledek Alex


"kalau aku jelek aja laku, gimana dengan mu? kau itu jangan terlalu dingin sama cowok jadi kaburkan" ucap Alex

__ADS_1


"bodo"


"sudah-sudah kenapa kalian jadi bertengkar, ini sudah malam kita tidur" lerai Sinta, mereka semua mengangguk dan langsung masuk ke kamar masing-masing


Di dalam kamar Asyila merebahkan tubuh nya, ia sama sekali tidak pernah memikirkan untuk mencari pasangan, karna menurut Asyila jodoh akan datang dengan sendiri nya.


karna kepala nya sedikit pusing ia pun memejamkan matanya.


~


~


~


~


Pagi hari setelah sarapan pagi, Asyila pamit karna ia sudah ada janji dengan teman-teman berkumpul di cafe


"udah lama" tanya Asyila


"baru saja" jawab Arga tersenyum


"yang lain mana" tanya Asyila


"masih di jalan"


Arga menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya secara perlahan

__ADS_1


"Asyila" panggil Arga


"hmm" dehem Asyila fokus ke layar handphone nya


"aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Arga


"ngomong aja"


"liat kesini dulu" Asyila pun mengalihkan pandangan nya dan melihat Arga membawa kotak cincin


"untuk apa" Asyila mengerutkan kening nya


"melamar mu" Asyila terkejut mendengar jawaban Arga


"k..kau serius" Arga mengangguk


" aku sudah menyukai mu saat aku pertama kali melihat mu waktu SMA, tapi aku pendam perasaanku ini karna aku takut kau sedang menunggu seseorang"


"aku orang nya memang nggak romantis dan lebih suka langsung ke inti nya saja jadi apa kau mau hidup bersama ku di sisa hidup mu" Arga menggenggam tangan Asyila


"kalau kau menerima nya ambil cincin ini, kalau kau menolak kau buang saja" sambung Arga, Asyila mengambil cincin itu dan pikiran jail nya pun muncul, saat Arga melihat Asyila ingin membuang cincin itu ia hanya bisa pasrah dan menutup mata nya


"buka mata mu" ucap Asyila, Arga membuka matanya dan melihat Asyila....


NB:


Hanya sekedar informasi! Saya membuat cerita ini hanya untuk bersenang-senang, saya tidak pernah mengaharapkan kalian untuk vote, like, dan komen karna saya membuat cerita hanya sekedar bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Mungkin terdengar aneh, tapi memang seperti itu. Kalau saya buat cerita hanya untuk bersenang-senang dan tidak mengharapkan apa-apa dari kalian.

__ADS_1


Saya juga tidak pernah memaksa kalian untuk membaca cerita saya, jadi jika kalian tidak suka lebih baik tidak usah di baca! dari pada komen negatif dan membuat mood saya turun!


Terima kasih!


__ADS_2