
"maksud Tuan arwah adik Tuan?" tanya papa Rena, "adik saya meninggal 3 tahun yang lalu karna mengidap penyakit leukimia, dan baru beberapa hari yang lalu dia mengaku kalau dia adik saya yang bernama Asyila dan setelah saya tes memang benar" jelas Alex
Papa dan mama Rena beranjak dari duduk nya, "huff baiklah kalau begitu, kami permisi" pamit papa Rena, diangguki mereka semua.
"aku tidak menyangka pemilik tubuh ini memiliki banyak penderitaan seperti itu, bahkan itu dari orang tua sendiri" ucap Andin, "mama juga nggak nyangka, hanya karna beda kemampuan mereka menyiksa anak nya sendiri" timpal Sinta
"permainan akan segera di mulai" ucap Andin, "apa maksud mu Andin" tanya Aurel, "aku dan kak Alex akan mendapatkan mainan baru nanti, kita lihat saja" kata Andin lalu pergi dari sana
"mas bisa kau jelaskan, apa maksud Andin" tanya Aurel, "dari tadi aku sama Andin selalu memerhatikan setiap gerak-gerik mereka berdua, seperti ada yang berbeda, bahkan dari cara nya berbicara dan menatap Andin pun berbeda" jelas Alex
__ADS_1
"apa mama paham maksud ku" sambung Alex menatap Sinta, "mama paham, tapi berhati-hati lah mama nggak mau kalau sampai kalian terluka" ujar Sinta
"mama tenang saja, aku dan Andin akan baik-baik saja" kata Alex
Siang hari, Andin sedang bermain dengan Rachel di halaman mansion. Andin merasa ada yang sedang memerhatikan mereka, "Rachel kamu masuk dulu ya, tante mau kesana sebentar" ucap Andin, Rachel mengangguk lalu masuk kedalam
Andin berjalan menuju pagar mansion dan tidak melihat siapa-siapa, Andin memutuskan untuk masuk ke dalam mansion. Andin masuk ke kamar nya lalu mengambil laptop nya
"mau bermain denganku? baiklah akan ku layani dengan senang hati, tapi tidak sekarang" ucap Andin tersenyum miring, "heumm aku akan mencari data orang tadi untuk berjaga-jaga" sambung Andin, jari-jari nya langsung bergerak dengan cepat mencari informasi lengkap tentang pemilik tubuh yang ia masuki.
__ADS_1
Andin tersenyum miring, ia baru saja selesai mencari informasi yang sangat lengkap tentang orang yang mengaku sebagai orang tua Rena, "tubuh ini bisa ku manfaat kan untuk permainan ku nanti" kata Andin, "hmm akan ku pantau kalian, sedikit saja kalian berani menyentuh keluarga ku jangan harap bisa lepas" sambung Andin lalu merebahkan tubuh nya.
Andin beranjak dari tempat tidur lalu masuk kekamar mandi untuk menyegarkan diri, tak lama ia keluar dengan pakaian lengkap, saat keluar ia melihat Rachel ada di dalam kamar nya, "Rachel, Rachel ngapain kesini" tanya Andin, "maaf tante, aku masuk tanpa ijin. aku kesini di suruh mama buat manggil tante makan malam" ucap Rachel menunduk
Andin tersenyum lalu menghampiri Rachel, ia mensejajarkan tubuh nya dengan Rachel, "tidak masalah, kamu turun ke bawah nanti tante menyusul" kata Andin memegang dagu Rachel
Rachel tersenyum lalu keluar dari kamar Andin, "kenapa dia jadi takut seperti itu, bukannya dia sudah terbiasa dengan ku" gumam Andin
"ah yasudah lah biarin aja" kata Andin sambil menyisir rambut nya, selesai itu Andin keluar dari kamar dan turun kebawah
__ADS_1
"malam semua" sapa Andin, "malam" balas mereka, "kenapa diam, ayo makan" ucap Andin lalu menyantap makan malam nya begitu juga dengan yang lain.