LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 120


__ADS_3

"tidak Nyonya, saya tadi malam ada di kamar non Rachel" jawab Andin, Sinta menghela nafas panjang, "baiklah kamu bisa pergi" ucap Sinta, Andin pamit lalu masuk kedalam mansion


apa benar aku hanya bermimpi, tapi aku masih merasa bibir itu di pipiku. batin Sinta


"haaaahh mungkin aku hanya bermimpi, tidak ada yang berani berbuat sepeti itu selain mereka bertiga (Deon, Alex, dan Asyila)" kata Sinta


Sore hari nya, Rachel mengajak Sinta untuk berkeliling sekitar mansion, "Rachel kamu mau ngajak oma ke mana" tanya Sinta, "kita jalan-jalan sebenta oma" kata Rachel menarik tangan Sinta, "non Rachel, jangan kenceng-kenceng jalan nya, kasian oma nya kecapean" ucap Andin


Rachel memelankan langkah nya setelah mendengar ucapan Andin, "oma, bagaimana wajah tante Asyila" tanya Rachel, seketika Sinta memberhentikan langkah nya diikuti Rachel dan juga Andin saat melihat Sinta memberhentikan langkah nya


"oma, kenapa oma diam" kata Rachel, "tidak, hmm wajah tante Asyila cantik sama seperti mu" ucap Sinta lalu memandang lurus membayangkan wajah damai Asyila


"non Rachel, lebih baik kita lanjutkan saja perjalanan nya" timpal Andin, "hmm" dehem Rachel lalu melanjutkan langkah nya mendahului Sinta dan Andin

__ADS_1


"mama awass!!!" Andin menarik tangan Sinta saat melihat sebuah motor melintas dengan sangat kencang ke arah mereka, "Nyonya, apa Nyonya baik-baik saja" tanya Andin mengecek seluruh tubuh Sinta, sedangkan Sinta? ia masih mencerna ucapkan Andin tadi.


mama? dia memanggil ku dengan sebutan mama. batin Sinta menatap dengan tatapan bingung Andin


"Nyonya" panggil Andin membuyarkan lamunan Sinta, "ah iya saya baik-baik saja" kata Sinta, "syukurlah" ucap Andin bernafas lega


"kamu tadi panggil saya apa" tanya Sinta mencoba membenarkan kalau ia tidak salah dengar saat Andin memanggil nya dengan sebutan 'mama'


"Nyonya" kata Andin, "sebelum itu, kamu panggil saya dengan sebutan mama" ucap Sinta menatap lekat kedua mata Andin, "kenapa" lanjut Sinta


"karna..."


"baiklah ayo" kata Sinta

__ADS_1


~


Mereka bertiga baru saja masuk ke dalam mansion, "non Rachel ayo mbak Andin bantu bersih-bersih" ucap Andin, "nggak usah mbak Andin, aku bisa sendiri! aku udah gede" tolak Rachel


"baiklah non Rachel mandi mbak Andin siapin baju nya" ucap Andin, Rachel mengangguk lalu pergi ke lantai atas, "Nyonya saya pamit ke atas dulu" ucap Andin diangguki Sinta


Andin masuk ke kamar Rachel lalu mengambil baju untuk Rachel kenalan setelah mandi, tidak lama dari itu Rachel keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuh nya


"non Rachel, sini mbak Andin bantu biar cepet selesai" ucap Andin mendudukkan Rachel di tepi ranjang, "hmm" dehem Rachel.


-


Malam hari setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga, "oh ya Andi tadi pertanyaan saya belum kamu jawab" ucap Sinta, "pertanyaan apa ma" tanya Alex, "tadi waktu mama hampir ketabrak motor Andin menyebut mama dengan sebutan mama" kata Sinta Alex dan Aurel mengerutkan kening nya

__ADS_1


"Andin, bisa kamu jelaskan apa yang di maksud mama" ucap Aurel, "mm...itu..anu..Nyonya" ucap Andin gugup, "katakan saja, kenapa kamu memanggil saya dengan sebutan mama, apa kamu memiliki hubungan dengan saya" tanya Sinta


"karna..."


__ADS_2