
Asyila dan Sinta pulang ke rumah pukul 23.12 WIB saat di jalan lumayan sepi mereka di hadang beberapa orang berbadan besar. "Asyila bagaimana ini" kata Sinta takut
"mama tenang biar Asyila yang menghadapi mereka" ucap Asyila, "hati-hati sayang" kata Sinta, Asyila hanya mengangguk lalu keluar dari mobil
"mau apa kalian" tanya Asyila dingin, "kasih semua yang lo punya" katanya, "cih, ambil aja kalo bisa" Asyila tersenyum sinis, "wah berani juga ni cewek, serang!" ucap nya
bugh..
krekk..
bugh...
plak...
"cih segitu doang" kata Asyila remeh, "minggir atau nyawa" Asyila menodongkan pistol nya, "hahaha paling itu pistol cuman mainan" remeh mereka
Dorr...akh..
Asyila menembak kaki salah satu dari mereka dan itu membuat mereka ketakutan
"menyingkir atau nyawa" kata Asyila dingin, "a..ampun nona kami akan menyingkir, maaf kan kami" kata mereka
__ADS_1
setelah mereka menyingkir Asyila melanjutkan perjalanan nya menuju mansion.
sampai di mansion mereka langsung masuk saat melewati ruang tengah ternyata Alex masih menonton tv.
"loh kak kok belum tidur" tanya Asyila, "sengaja nungguin kalian" kata Alex "loh itu muka mama kenapa" lanjut Alex,"di pukul anak buah ku" kata Asyila
"berani sekali mereka" geram Alex, "tenang kak mereka sudah ku beri hukuman tetapi aku belum puas" kata Asyila sedikit lesu
"kenapa" tanya Alex karna ia tau kalau Asyila marah tak ada yang berani memberhentikan nya, "baru aku pukul sebentar mau aku pukul lagi di tahan mama" ucap Asyila
"kamu bilang mereka kamu pukul sebentar, mereka udah babak belur begitu udah lemes nggak punya tenaga kamu bilang sebentar" heran Sinta, "wow" kagum Alex
"enak aja aku dibilang iblis, lalu kau apa ha" Asyila tidak terima di bilang iblis, "emang bener" kata Alex
"sudah kenapa kalian malah berantem sekarang kita tidur, selamat malam" ucap Sinta lalu pergi, "malam ma" ucap mereka berdua
"dek, apa mama tau kalau anak si tua itu disana" tanya Alex pelan, "tidak" jawab Asyila singkat, "mau kau apakan anak itu" ucap Alex, "sementara ini biar dia di sana, apa si tua itu masih mencari anak nya" tanya Asyila
"ya dia masih mencari anak nya tetapi tetap saja hasil nya nihil hahaha" tawa Alex pecah, "stuuttt diem ini udah malem nggak usah ketawa dikiran hantu, bye kak malam" ucap Asyila lalu pergi ke kamarnya
"yah di tinggal" ucap Alex lalu pergi ke kamar nya
__ADS_1
~
Siang ini Asyila dkk sudah berada di kantin untuk mengisi perut mereka
"Asyila ntar ada waktu nggak" tanya Aldo, "ada emang napa" kata Asyila, "ah nggak" ucap Aldo jadi salah tingkah saat di tatap Asyila
"oh"
"oh ya Asyila, kemaren lo kemana? gue sama yang laen kemaren ke mansion lo tapi kata pelayan disana lo belum pulang, kan lo pulang lebih dulu dari kita" tanya Ana, "oh itu aku pergi sama mama" jawab Asyila
"hai Asyila" sapa seseorang yang baru datang, "hmm" dehem Asyila, "nanti ada waktu nggak" tanya Ryan, "hmmm emang napa" ucap Asyila, "cuman mau ngajak jalan aja" kata Ryan
"oh"
"bisakan" ucap Ryan, "coba nanti gue tanya ama kakak gue dulu" kata Asyila, "baiklah" kata Ryan langsung pergi, "eh kenapa lo malah nanya ama kakak lo" heran Adit
"nggak papa" kata Asyila karna itu hanya alasan saja sebenarnya dia malas jalan sama Ryan karna dilihat setelah Ryan mendapat nomor nya Ryan selalu mengganggu nya dan itu membuat dia risih
"oh" kata Adit menganggukkan kepala nya, "yaudah yuk kelas" ajak Ana berdiri, "hmm" dehem Asyila lalu pergi duluan
"eh eh yang ngajak siapa yang pergi duluan siapa kebiasaan ya tu anak" gerutu Ana langsung menyusul Asyila.
__ADS_1