
Di kediaman Angga winata semua nya berubah Nyonya Winata (Sindy) ia menjadi murung setelah kematian kedua anak nya. "sayang ayo makan dulu, kamu belum makan dari tadi pagi" bujuk Angga, "sayang" panggil Angga, "aku nggak mau makan" kata Sindy, "kalau kamu nggak makan nanti kamu sakit, sesuap saja biar ada isi nya perutmu itu" ucap Angga
"aku nggak mau makan" kata Sindy, "aku harus bagaimana agar kamu mau makan" tanya Angga, "bawa anak ku kembali" lirih Sindy, "huff kamu harus ikhlas biarkan anak kita pergi dengan tenang" kata Angga merengkuh tubuh istri nya, "kenapa pembunuh itu membunuh anak kita, apa salah kita kepada nya sampai-sampai anak kita menjadi korban nya" ucap Sindy
"aku masih berusaha mencari pembunuh itu, setelah aku menemukan pembunuh itu aku akan membawa nya ke hadapan mu, dan kau lah yang terlebih dulu menghukum nya" ujar Angga, "mau sampai kapan kau mencari nya, kita sudah kehilangan kedua anak kita tetapi pembunuh itu masih saja belum di temukan" ucap Sindy, "aku takut kalau salah satu dari keluarga ini akan menjadi korban pembunuh itu selanjutnya" sambung Sindy
"itu tidak akan terjadi, aku akan memperketat penjagaan disini" kata Angga, "pembunuh itu sangat cerdik, waktu Edgar di culik saja pengawal kita pingsan semua dan rekaman cctv waktu kejadian di mansion ini pun hilang" ucap Sindy melepas pelukan nya, "apa kau curiga dengan seseorang" tanya Sindy
"ada tapi aku kurang yakin" jawab Angga, "siapa" tanya Sindy, "keluarga Nugraha tapi aku nggak yakin kalau mereka" jawab Angga, "kenapa kau mencurigai keluarga Nugraha" tanya Sindy mengerutkan kening nya, "karna beberapa tahun lalu aku menyewa orang untuk membunuh Deon" jawab Angga
"bisa jadi mereka" tebak Sindy
"itu tidak mungkin karna kalau mereka yang melakukan nya, kalau mereka yang melakukan nya pasti mereka meninggal kan jejak" ujar Angga, "lalu ini mereka tidak meninggalkan jejas sedikit pun rekaman cctv pun lenyap, di tambah lagi perusahaan ku" tambah Angga, "apa kau punya musuh lain" tanya Sindy, "sepertinya tidak, tapi entah lah" jawab Angga
"tapi aku akan terus mencari pelaku itu sampai dapat" lanjut Angga, "sekarang kamu makan oke" ucap Angga, "hmm" dehem Sindy lalu makan di suapin oleh Angga
~
Sedangkan Asyila sepulang kuliah ia langsung pergi ke markas, berkumpul bersama teman-teman nya di sana. "Asyila ntar malem ke arena balap yuk" ajak Ziyan "nonton aja ya aku malas tanding" ucap Asyila, "nggak masalah" kata Ziyan
"oh ya nan--" ucapan Asyila terpotong saat handphone nya berdering
__ADS_1
Ika ada apa dia menelfon ku. batin Asyila
"dari siapa" tanya Cyla, "Ika" jawab Asyila lalu menggeser tombol hijau
^^^"hallo"^^^
"..."
^^^"he hei ada apa"^^^
"..."
^^^"posisi kamu di mana sekarang"^^^
"..."
"ada apa Asyila" tanya Fely, "Ika dalam bahaya kita harus kesana" ucap Asyila lalu keluar dari markas diikuti yang lain.
sampai di mana tempat yang Ika beritahu. Asyila yang melihat Ika di ketakutan karna preman-preman itu pun langsung memukul preman itu dari belakang.
bugh
__ADS_1
srett
bugh
krekk
bugh
"seujung rambut saja kau sentuh dia jangan harap besok kau masih melihat matahari" ucap Asyila dingin, "hahaha nona apa kau ingin bermain dengan kita" ucap preman 1 mendekat ke arah Asyila dan Ika
bugh
Asyila menendang kepala preman itu hingga tersungkur di tanah
"berani sekali kau" preman-preman itu pun menyerang Asyila sedangkan Fely, Cyla, Jack, dan Ziyan mereka langsung membantu dan membabi buta preman-preman itu sampai terkapar lemas di tanah. "pergi atau nyawa" ancam Ziyan mengeluarkan pistol nya, "jangan takut itu hanya pistol mainan" ucap preman 4
Dorr akhh
Ziyan menembak salah satu kaki preman itu, dan membuat preman itu terkejut
"pergi atau--"
__ADS_1
"b...baik kami akan pergi" preman-preman itu pun langsung pergi sambil memapah teman nya. "kamu nggak papa kan" tanya Asyila, "i..iya makasih sekali lagi kamu menolong ku" ucap Ika
"ya sudah ayo aku antar kamu pulang, kalian kembali saja" ucap Asyila, "hmm" dehem mereka lalu pergi, setelah mereka pergi Asyila langsung mengantar Ika pulang.