LEADER OF MAFIA

LEADER OF MAFIA
CHAPTER 140


__ADS_3

Siang hari setelah makan siang, Andin dan Alex langsung menuju ke markas. sampai di sana mereka langsung masuk ke dalam, "di mana" tanya Andin, "tempat biasa" jawab Kayra, Andin melangkah kan kaki nya ke ruang penyiksaan


"Tuan Gernald Alberto Eliezer apa kabar" tanya Andin, "Rena, kamu ngapain disini" tanya Gernald, "membunuh kalian" jawab Andin tersenyum miring, "kamu tega membunuh orang tua mu sendiri! ha! dasar anak tak tau di untung!" bentak Caroline


"mungkin kalau saya memang Rena anak kalian, mungkin dia tidak akan tega, tapi yang ada di hadapan kalian bukan Rena melainkan Asyila, Asyila Nugraha" jelas Andin


"kakak kau bermainlah, aku akan bersenang-senang dengan Tuan Gernald" sambung Andin menekan ujung pisau lipat nya di pipi Gernald hingga menjerit kesakitan


Andin terus menekan ujung pisau nya hingga tembus daging pipi Gernald lalu merobek mulut nya, "hukuman kecil" ucap Andin menarik pisau nya dengan kasar


"kenapa? sakit? itu yang aku mau, siapapun yang berani mengusik keluarga Nugraha, nyawa mereka tidak akan selamat" sambung Andin


"apa anda ingin tau di mana keberadaan Tuan Garry dan keluarga nya" Gernald mengangguk lemah


"mereka sudah berakhir di tangan ku, sekarang kalian akan menyusul mereka" jawab Andin mengambil katana nya


"berhenti Andin" cegah Alex, "kenapa" tanya Andin, "tidak semudah itu, kalau sudah bosan biar Ardana dan Kayra yang bermain" Andin mengangguk


Andin membiarkan Ardana dan Kayra bermain dengan, tiba-tiba ia teringat sesuatu


baiklah, ini sudah saat nya. batin Andin.


~


~


Malam hari, Alex dan Andin baru saja sampai di dalam mansion, mereka masuk ke dalam dan melihat Sinta, Aurel dan Rachel sudah berada di meja makan

__ADS_1


"kalian bersih-bersih dulu terus makan" ucap Sinta diangguki Alex dan Andin, tak lama Alex dan Andin turun lalu mereka makan malam dengan tenang.


selesai makan malam mereka langsung masuk ke kamar masing-masing


Pagi hari seorang wanita masuk ke ruang kerja kakak nya, "kakak" panggil wanita itu, "ya, ada keperluan apa" tanya nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar di depan nya


"aku ingin mengatakan sesuatu, mungkin ini akan menyakiti hati mu bukan hanya dirimu tapi juga semua" kata wanita itu, "katakan saja jangan membuat ku penasaran" ucap nya


"aku harus pergi, malam ini" ucap wanita itu, "apa maksud mu" tanya nya, "waktu itu aku belum menceritakan semua nya kepada kalian, itu hanya sebagian cerita" kata wanita itu


"jangan bertele-tele, langsung saja pada inti nya" kesal nya, "sebelum itu kakak harus berjanji tidak akan membiarkan air mata mama keluar lagi" ucap wanita itu, "ya ya baiklah, kakak berjanji" balas nya


"maaf, sebenarnya ayah mengirim ku kembali kesini hanya untuk sementara, hanya untuk menyelesaikan masalah yang ada di sini, dan setelah semua nya selesai aku harus kembali kesana bersama ayah" jelas Andin terduduk lemas di lantai


"tidak!" teriak seseorang dari arah pintu, Andin dan Alex menengok ke arah pintu, Andin berdiri dari duduk nya, "mama" lirih Andin


"maaf, tapi aku kembali kesini hanya untuk menyelesaikan masalah bukan untuk kembali bersama kalian" jelas Andin yang masih tidak berani menatap Sinta tetapi air mata nya terus mengalir, "apa kau akan meninggalkan mama lagi disini, apa kamu setega itu" tanya Sinta memegang kedua bahu Andin


"kalau pun bisa, aku akan tetap disini bersama kalian, tapi tidak! masalah disini sudah selesai dan aku harus pergi" balas Andin langsung memeluk erat Sinta


"aku pergi" bisik Andin di telinga Sinta, tak lama dari itu Sinta merasakan pelukan Andin semakin melemah


"Andin, Andin" panggil Sinta melepas pelukan nya dan…


Brukkk


Tubuh Andin terjatuh, "Andin, Andin bangun sayang" ucap Sinta menepuk pipi Andin, "Andin jangan bercanda! ini tidak lucu! Andin!" teriak Sinta

__ADS_1


"Andin bangun! apa kamu udah nggak sayang sama mama, kamu sudah lihat sendiri bagaimana keadaan mama saat kau pergi!" ucap Alex dengan nada tinggi


"mas, ada apa" tanya Aurel yang mendengar suara teriakan dari dalam kamar, "loh Andin kenapa?" tanya Aurel


"ayah mengirim Asyila kembali kesini hanya untuk menyelesaikan masalah bukan untuk kembali bersama kita, dan sekarang masalah sudah selesai" ucap Alex menghapus air mata nya


"lalu" tanya Aurel memastikan kalau pemikiran nya salah "dia pergi! dia pergi dan kembali bersama ayah di sana!" kata Alex


"itu tidak mungkin, Andin pasti bercanda" ucap Aurel memeluk Sinta dan menghapus air mata nya, "Andin bangun, waktu itu kamu bilang mau ngerjain mama kan, sekarang lakukan lah! mama nggak akan marah sama kamu! mama mohon bangunlah" ucap Sinta


"bangun lah Andin, mama janji nggak akan marah sama kamu" sambung Sinta, tapi Andin sudah tidak bergerak sama sekali.


~


~


Acara prosesi pemakaman sudah selesai, Alex terus membujuk Sinta untuk kembali ke mansion, dan akhir nya Sinta menurut


Alex mengantar Sinta ke kamar nya, "ma sudah, mulai sekarang ikhlaskan Asyila, dia sudah pergi dan tidak akan kembali kesini" ucap Alex, "setega itu dia sama mama, Alex" tanya Sinta menatap sendu anak laki-laki nya


"ini sudah takdir ma, tempat nya bukan disini lagi" ujar Alex, "aku mohon sama mama, ikhlas kan Asyila dan berhentilah menangisi nya karna aku sudah berjanji pada nya tidak akan membiarkan air mata mama keluar lagi" sambung Alex


"bahkan dia yang menyebabkan air mata mama keluar" balas Sinta, "mama jangan seperti ini, kasian Asyila, dia tersiksa di sana dengan ini" kata Alex mengusap air mata Sinta


"kita akan memulai hidup yang baru, dan mulai sekarang kita akan mengikhlaskan kepergian Asyila" sambung Alex, Sinta mengangguk pelan.


~ END ~

__ADS_1


♠ KALI INI ASYILA BENAR-BENAR PERGI DAN NGGAK AKAN KEMBALI, TERIMA KASIH BUAT PARA READERS!! MAAF AUTHOR BUAT SAD ENDING. UNTUK ALDO? DIA TERPAKSA MENERIMA PERTUNANGAN YANG DI ADAKAN KEDUA ORANG TUA NYA, KARNA DEBBY MENGANCAM NYA ♠


__ADS_2