
Pada saat Sinta melewati kamar Asyila samar-samar ia mendengar suara ringisan Asyila
"kau diam dulu, jangan banyak gerak" ucap Alex
"iya kak, udah sekarang kakak tidur aja, aku bisa sendiri"
"udah diem! kamu nggak liat badan kamu kayak gimana!"
"stuttt kakak jangan kenceng-kenceng nanti kalau mama denger terus mama kesini liat aku kayak gini ntar mama jadi khawatir" kesal Asyila
"iya iya maaf kamu sih, udah sini kakak suapin kamu diem aja" Alex menyendokkan makanan kedalam mulut Asyila
Sedangkan di luar kamar Sinta penasaran apa yang kedua anak nya tutupi dari nya? pikir Sinta. karna penasaran Sinta membuka pintu kamar Asyila, baru saja masuk gelas yang ada di tangan nya langsung jatuh saat melihat kondisi Asyila penuh dengan luka
cyarrrr
"mama" ucap mereka berdua terkejut saat melihat Sinta masuk kedalam kamar secara tiba-tiba
"shh mama ngapain kesini" tanya Asyila walaupun sebenarnya ia takut Sinta memarahinya. Sinta mendekat ke arah Alex dan Asyila, ia duduk di tepi ranjang sambil menatap tajam kedua anak nya
"kenapa kalian menyembunyikan ini" tanya Sinta dengan nada dingin
__ADS_1
"maaf ma" ucap mereka berdua menunduk
"apa yang terjadi kenapa kau bisa seperti ini" tanya Sinta yang masih dengan nada dingin
"tadi aku sedikit lengah" jawab Asyila
"huff angkat kepala kalian" suruh Sinta mereka berdua pun mengangkat kepala mereka dan melihat ke arah Sinta
"apa sudah di obati" tanya Sinta mengubah nada bicaranya dan menatap Asyila, Asyila hanya mengangguk
Sinta beranjak dari duduk nya dan berdiri di sisi ranjang
"apa mama marah kak" tanya Asyila
"mama hanya kaget liat kamu seperti ini, lebih baik kau tidur, kita bicarakan ini besok sama mama" Alex membantu Asyila merebahkan tubuh nya setelah itu Alex keluar dari kamar Asyila dan masuk ke dalam kamar nya.
~
Pagi-pagi sekali Sinta sudah terbangun ia langsung pergi ke kamar Alex untuk membangunkan nya, setelah Alex terbangun Sinta langsung pergi ke kamar Asyila
ia masuk kedalam kamar Asyila, dan melihat tubuh Asyila penuh dengan luka, hati nya tak tega melihat luka itu. ia mendekat dan duduk di tepi ranjang
__ADS_1
"mama sudah gagal menjadi seorang ibu karna tidak bisa menjaga anak nya" ucap Sinta mengusap pelan rambut Asyila
"apa kau tau, bagaimana khawatir nya mama saat melihat mu jatuh dari tangga waktu itu, mama sudah kehilangan mu selama 2 tahun ini, kalau sambil terjadi apa-apa mama nggak akan bisa maafin diri mama sendiri karna telah gagal menjagamu, karna setelah ayah kalian tiada berarti tanggung jawab untuk menjaga kalian berdua sudah berpindah ke mama, tapi apa sekarang? kau pulang dengan keadaan seperti ini" lirih Sinta
"mama" panggil Asyila membuka mata nya dan merubah posisi nya menjadi duduk
"mama kenapa? kok nangis?" tanya Asyila mengusap air mata Sinta
"mama nggak papa" jawab Sinta tersenyum
"aku udah nggak papa ma, mama jangan khawatir" ujar Asyila paham apa yang membuat mama nya menangis
"maaf, mama nggak bisa jaga kamu, mama gagal" ucap Sinta
"stuuut nggak, mama nggak gagal, cuman Asyila yang lengah waktu itu" ucap Asyila menggeleng kan kepala nya
"kakak juga udah ngobatin luka ku, jadi mama jangan nangis lagi" sambung Asyila tersenyum
"apa kau tidak menyesal mempunyai mama seperti ini yang tidak bisa menjaga mu" tanya Sinta
"ya aku menyesal!" seru Asyila.
__ADS_1