
"karna..."
"karna apa? coba katakan dengan jelas, apa kamu ada hubungan sama saya" tanya Sinta, Andin menarik nafasnya dalam-dalam lalu berdiri dari duduk nya, "baiklah aku tidak akan main kucing-kucingan lagi sama kalian" ucap Andin
"apa maksud mu Andin" tanya Aurel, "aku Asyila" ucap Andin. Sinta, Alex, dan Aurel mematung dengan ucapan Andin, "bagaimana mungkin? kamu sangat berbeda dengan adik saya" ucap Alex menatap tajam Andin
"huff itu yang membuat ku kesal, ayah mengirimku kesini 2 hari setelah kalian memakamkan tubuh asli ku" ucap Andin, mereka bertiga mengerutkan kening nya
"apa kamu bisa membuktikan kalau kamu Asyila" tanya Aurel. Andin mengangguk, "kak Alex akan memberiku 3 pertanyaan yang hanya kita berdua yang tau, apa kakak masih ingat pertanyaan nya" tanya Andin
__ADS_1
Alex mengangguk, "baiklah. pertanyaan pertama, Kalau ada angsa lima, dikali dua. Berapa total semua angsa?" tanya Alex, "tetap 5, karena yang di kali ada 2, yang di darat ada 3" jawab Andin
"pertanyaan macam apa itu" tanya Sinta, "sebentar ma, aku sedang menguji nya" ucap Alex, "pertanyaan kedua, Seorang pria terjebak di dalam gua, ia kebingungan karena gua tersebut gelap. Di tangannya ada lilin dan obor. Apa yang harus ia nyalakan terlebih dahulu?" sambung Alex
"korek api" balas Andin, "pertanyaan terakhir. Kalau sedang sendiri, kakinya ada empat, kalau berdua, kakinya jadi ada delapan. Siapakah aku?" tanya Alex, "Kursi" jawab Andin
"bagaimana Alex" tanya Sinta, Alex masih diam dengan mata yang terus menatap ke arah Andin, air mata nya perlahan mulai turun, "Alex" panggil Sinta. Alex mengangguk pelan, "dia Asyila, dia Asyila adikku ma, pertanyaan yang aku lontarkan dia bisa menjawab nya dengan sempurna tanpa ada keraguan sedikitpun di mata nya" ucap Alex
selama ini ia ingin sekali memeluk Sinta tapi ia urungkan, "aku yang tadi malam ke kamar mama, maaf menganggu tidur mu" ucap Andin seraya melepas pelukannya
__ADS_1
"lalu ini tubuh siapa" tanya Aurel, Andin mengangkat kedua bahu nya, "waktu aku membuka mata, aku udah ada di kamar mayat, sampai sekarang aku masih kesal sama ayah mengirimku di tempat seperti itu" ucap Andin
"hahahahaha" tawa Alex langsung pecah mendengar ucapan Andin, "wajah mu pasti sudah pucat waktu itu" ledek Alex, "tapi ayah masih baik juga ngasih kamu wajah nggak kalah cantik sama wajah mu yang asli" timpal Aurel
"tapi ayah mengirim ku ke kamar mayat kak, walaupun aku mafia tapi aku nggak suka yang yang berbau horror" ucap Andin, "sepertinya kamu bisa jadi aktor terkenal nanti" ucap Alex
"kamu berakting selama 3 tahun sebagai orang lain tanpa kita ketahui" sambung Alex, "kak Alex pernah ku tugaskan untuk apa waktu itu" ucap Andin menatap tajam Alex, "em..hehe susah Asyila, tugas mu sangat berat" ucap Alex
"memang nya tugas apa" tanya Sinta, Andin mengusap air mata Sinta, "ini, aku meminta kak Alex agar air ini tidak keluar lagi dari mata mama, ini baru tugas pertama dan sampai sekarang belum juga berhasil" ujar Andin melirik ke arah Alex.
__ADS_1
"ini sudah malam lebih baik kita istirahat" ucap Sinta, "aku akan tetap tidur dengan Rachel" kata Andin mengusap kepala Rachel yang tertidur di pangkuan nya, "apa kamu nggak capek ngurusin Rachel seharian" tanya Aurel, "tidak Nyonya" balas Andin diakhiri dengan kekehan
"drama mu sudah berakhir Asyila" ketus Alex, "panggil Andin saja, aku sudah terbiasa kalian memanggil ku dengan nama itu" ucap Andin, mereka hanya mengangguk. mereka semua memutuskan untuk masuk ke kamar masing-masing kecuali Andin ia akan tetap tidur bersama Rachel di kamar nya Rachel.